900 Prajurit Lepas Rindu setelah 9 Bulan Tak Bertemu

340
LEPAS KANGEN: Para prajurit dari Kesatuan Kodam IV/Diponegoro, tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, setelah bertugas 9 bulan di Papua Nugini. Mereka disambut antusias oleh keluarga maupun rekan. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)
LEPAS KANGEN: Para prajurit dari Kesatuan Kodam IV/Diponegoro, tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, setelah bertugas 9 bulan di Papua Nugini. Mereka disambut antusias oleh keluarga maupun rekan. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Setelah 9 bulan tugas di Papua Nugini, sebanyak 900 Prajurit dari Kesatuan Kodam IV/Diponegoro, yakni Yonif 407/Padma Kusuma dan Yonif  Mekanis 413/ Kostrad, Rabu (29/3) kemarin, tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan menggunakan kapal KRI Tanjung Sembani.

Suasana bahagia bercampur haru mewarnai upacara penyambutan prajurit tersebut. Kedatangannya di Pelabuhan Tanjung Emas langsung disambut oleh sanak keluarga. Secara simbolis penerimaan prajurit dilaksanakan dengan mengalungkan bunga oleh inspektur upacara Pangdif 2 Kostrad Mayjen TNI Benny Susianto kepada komandan upacara Letkol Inf Abi Kusnianto.

”Pada kesempatan ini, atas nama negara dan Pimpinan TNI, menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga serta penghargaan yang tulus atas dharma bhakti dan pengabdian yang telah para prajurit curahkan dalam melaksanakan tugas operasi,” kata Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi dalam amanatnya yang dibacakan oleh Pangdif 2 Kostrad Mayjen TNI Benny Susianto.

Pangdam meminta kepada Komandan beserta seluruh anggota Yonif 407/Padma Kusuma dan Yonif Mekanis 413 Kostrad, agar segera melakukan evaluasi terhadap tugas yang telah dilaksanakan. Dan segera lakukan konsolidasi dengan tindakan administratif serta prioritaskan pemeriksaan terhadap alat peralatan, persenjataan dan seluruh perlengkapan lainnya. Selain itu juga lakukan prosedur pemeriksaan dan pengembalian alat peralatan sesuai ketentuan yang berlaku, agar tidak menjadi permasalahan dikemudian hari.

”Berkaitan dengan situasi wilayah, agar prajurit segera dapat menyesuaikan diri kembali dengan lingkungan baik di dalam  maupun  di luar  satuan, sehingga kepulangan prajurit dapat diterima baik oleh keluarga, kawan maupun oleh masyarakat,” imbuhnya. (hid/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here