Tuntut Pengembang Pasang Instalasi Air

1072
PROTES: Warga Perumahan Villa Danupayan Permai (VDP) Desa Danupayan Kecamatan Bulu Temanggung saat mengadu ke kantor PT Kreasi Cipta Bukit Asri Temanggung, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)
PROTES: Warga Perumahan Villa Danupayan Permai (VDP) Desa Danupayan Kecamatan Bulu Temanggung saat mengadu ke kantor PT Kreasi Cipta Bukit Asri Temanggung, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)

TEMANGGUNG – Puluhan warga Perumahan Villa Danupayan Permai (VDP) Desa Danupayan Kecamatan Bulu Temanggung, Selasa (28/3), beramai-ramai mendatangi kantor pengembang perumahan PT Kreasi Cipta Bukit Asri. Mereka menagih janji pihak pengembang untuk segera menyediakan fasilitas air bersih.

Kepala Paguyuban Warga VDP Faizun menuturkan, warga protes karena menilai pihak pengembang lamban. Pasalnya, pemasangan instalasi air PDAM serta fasilitas tempat ibadah dan tempat pemakaman yang dijanjikan sejak 6 tahum lalu, hingga kini tidak pernah dipenuhi.

Selama kurun waktu tersebut, pihak pengembang hanya menyediakan sumur bor untuk membuat air artesis. Selain itu, kualitas air artesis ini dianggap tidak layak, warnanya keruh dan berbau. “Jangankan untuk konsumsi, untuk mandi saja tidak layak. Pernah kami menggunakan untuk mencuci, baju putih warnanya bisa berubah jadi kuning,” kata Faizun dengan nada kesal.

Selama menunggu realiasasi janji pengembang, untuk memenuhi air bersih, warga terpaksa membeli air isi ulang untuk keperluan konsumsi. Adapun untuk keperluan mandi mereka harus mengungsi ke rumah kerabat terdekat serta menggunakan jasa loundry untuk mencuci pakaian.

Faizun membeber, pada 2011, sebagian warga mengeluarkan uang sebesar Rp 2 juta untuk pemasangan instalasi air bersih swasta. Lalu di tahun 2013, warga juga memasang Pamsimas (penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) dengan dengan biaya sebesar Rp 1 juta. Ada juga yang membuat sumur bor dengan biaya tak sedikit, mencapai Rp 3 Juta sampai Rp 4 juta.

“Karena biaya tinggi yang tidak seharusnya kami keluarkan untuk mendapat fasilitas air bersih, kami berulang kali berusaha menemui pengembang. Namun ada saja alasannya entah menunggu proses di PDAM lah, sedang pengajuan lah, menunggu kajian dari Bappeda lah dan sebagainya,” tegasnya.

Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi yang hadir dalam proses mediasi meminta agar pihak pengembang memrioritaskan pemasangan instalasi air bersih. Pasalnya, air merupakan kebutuhan pokok warga untuk berbagai keperluan sehari-hari. “Masalah air ini harus segera diselesaikan,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur PT Kreasi Cipta Bukit Asri, Alex Tri Yoga menyatakan kesanggupannya untuk memenuhi permintaan warga dengan memasang instalasi PDAM dengan nilai sekitar Rp 200 juta. Juga ditambah sambungan dari saluran utama ke rumah warga, masing-masing senilai sebesar Rp 2,3 juta.

“Berdasar kesepakatan yang telah dibuat, kami akan membayar seluruh biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan PDAM sampai dengan tenggat waktupelunasan pada 25 Mei 2017 mendatang,” ungkapnya. (san/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here