33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Lebih Dekat dengan Fang-Fang, Principal Landlord Property Semarang

Ibu Rumah Tangga yang Sukses Jadi Agen Properti

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Berawal dari tidak memiliki apa-apa, kini Fang-Fang sukses menjadi marketing agen properti. Dia adalah Principal (setara Direktur) Landlord Property Semarang. Seperti apa kisahnya?

JOKO SUSANTO.

PENGALAMAN 13 tahun bergelut di dunia agen properti memberikan pelajaran berharga bagi Fang-Fang. Ibu empat anak ini awalnya hanya seorang marketing biasa. Namun lewat perjuangan penuh liku, kini wanita berparas cantik ini berhasil menduduki jabatan principal di agen properti Landlord Property di bilangan Jalan Pandanaran, Semarang.

Dia mengaku, sebelum meraih kesuksesan, pernah mengalami masa sulit, yakni saat ia membuka usaha agen properti mandiri langsung bersama rekanannya. Namun usaha bersama rekanan tidak semudah yang dibayangkan. Alhasil, pada 2003, ia memutuskan kembali menjadi marketing biasa.

Fang-Fang menceritakan, awalnya dirinya hanya seorang ibu rumah tangga yang kerjanya menerima katering makanan. Sebelum mengeluti dunia properti, ia juga pernah bekerja sebagai customer service pada sebuah bank swasta dengan gaji UMR. Namun tidak lama bekerja, ia memilih keluar karena tidak menemukan kenyamanan bekerja di dalam ruangan.

”Awalnya memang ndak niat jadi marketing, cuma ajakan dari keluarga, bahkan saya merasa susah awalnya jualan rumah, apalagi harga mahal, namun setelah ditekuni pelan-pelan sesuai arahan mentor, perlahan-lahan saya sering closing,” kenangnya.

Fang-Fang mengaku kali pertama menjadi marketing mampu mendapatkan sukses fee sebesar Rp 700 ribu. Itu terjadi pada 10 tahun lalu, dari komisi sewa ruko yang berhasil didapatkannya. ”Saat awal jadi marketing, pernah sampai 6 bulan nggak closing-closing, bahkan putus asa sampai mau keluar. Di bulan ketujuh saya baru berhasil, dan sekarang sudah paham tracking-nya, jadi enjoy,” ujar ibunda dari Catherine Zephania, Brendon Arie Putra, Carine Arie Putra, dan Kenneth Brennan A.P ini.

Menurutnya, bekerja sebagai agen properti kalau ditekuni semua lebih nikmat, dan semakin menyenangkan. Ia menyakini kalau semua marketing memiliki niat dan tekad kuat mendapatkan Rp 100 juta dalam sebulan sangat mudah diwujudkan.

”Saya beruntung, Tuhan mempertemukan saya dengan pemilik perusahaan Landlord. Saat itu, saya langsung diangkat menjadi Principal. Kebetulan sebelumnya saya sudah memiliki pengalaman selama 10 tahun menjadi marketing,” kenangnya.

Putri pasangan Agung Wahyudi dan Henida Astuti ini mengaku, selama bekerja sebagai agen properti pernah sukses menyewakan apartemen Rp 6 juta per bulan dengan fee 5 persen, sedangkan yang paling tinggi menjual tanah hingga Rp 100 miliar di seputar Semarang dan Sumatera.

Berkat bergelut di bidang properti, alumni Akuntansi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga ini bisa jalan-jalan gratis ke luar negeri, seperti Eropa, Hongkong, Makau, Tiongkok, Thailand, dan Singapura. Ia juga sudah keliling Indonesia yang diperoleh di luar komisi yang diterimanya sebagai agen properti.

Baginya bisa membantu orang untuk mendapatkan tempat tinggal adalah hal menyenangkan. Ia juga mengaku sudah berulang kali ditawari agar keluar bekerja di bisnis properti untuk bekerja di kantor dengan tawaran gaji Rp 30 juta sebulan. Namun ia menolak, karena sudah mencintai pekerjaan sebagai agen properti. Fang-Fang mengaku sulit untuk meninggalkan pekerjaannya tersebut. Apalagi pekerjaannya tidak terikat waktu, bisa bertemu dengan berbagai karakter orang, dan sebagainya.

”Yang buat saya senang di bisnis ini, tidak terikat ‎waktu. Marketing memang tidak gajian, tapi ada bonus jalan-jalan ke luar negeri. Saya sudah buktikan mampu menjual ratusan unit properti, bahkan dalam satu bulan minimal bisa closing 5 unit,” katanya.

Dia punya cara khusus dalam mendidik karyawannya, yakni menjaga disiplin, terus mengayomi, karyawan dijadikan keluarga dan teman baik, sehingga bisa tertawa bersama maupun menangis bersama. Hal itu terbukti efektif. Dari awalnya perusahaannya hanya memiliki 17 marketing, kini bertambah menjadi 40 marketing, dengan pedoman terus berproses semakin baik. ”Karena sudah banyak pengalaman di bidang properti, saya tidak pelit berbagi ilmu dengan sesama pegawai,” ujarnya.

Sedangkan saat menerima karyawan baru, Fang-Fang mengaku langsung memberi motivasi bahwa kerja sebagai marketing tidak gajian, sehingga langsung diberi pilihan, karena marketing properti ini tidak kerja di belakang meja. Adapun prinsip yang selalu diterapkan dalam bekerja adalah jujur dan bekerja dijadikan sebagai ibadah. Kalau itu terpenuhi, nantinya disiplin akan mengikuti sendiri. ”Saya selalu berpedoman apa yang kita perbuat, di kemudian hari akan dipetik sendiri hikmahnya,” katanya bijak.

Fang-Fang memiliki tip khusus agar bisa meraih kesuksesan, yakni giat bekerja, fokus pada satu pekerjaan, berdoa pada Tuhan, dan jujur dalam berproses. Artinya, kerja sebagai agen properti jangan cuma dijadikan sampingan melainkan keutamaan.  ”Namun keluarga juga penting, bahkan penting banget. Bekerja untuk keluarga juga, jadi nggak semua harus memikirkan kerja, tapi keduanya harus seimbang,” tandasnya.

Dia juga menganggap dalam keluarga anak adalah segalanya. Namun pekerjaan juga prioritas. Karena, menurutnya, kesuksesan adalah apabila kerja dan keluarga bisa menjadi prioritas bersama. Ia selalu mendidik anak-anaknya agar takut pada Tuhan, sehingga harus memberikan cinta dan agama yang seimbang. ”Jadi, semua komitmen bersama, saya nggak suka kerja sikut-sikutan, semua kedudukannya sama aja, hanya fasilitas saja yang membedakan,” ujarnya. (*/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Didugat Pailit, IGN Yakinkan Investor Masuk

SEMARANG- Sidang gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) PT Industri Gula Nusantara (IGN) Kendal yang digugat oleh puluhan krediturnya mulai masuk agenda pengajuan proposal...

Parkir Jalan A Yani Dipindah

WONOSOBO—Pusat kemacetan di Kecamatan Wonosobo terpusat di  Jalan A Yani. Antisipasinya, Polres  dan Pemkab setempat berencana memindahkan lahan parkir ke Pasar Induk. Menindaklanjuti rencana...

Stan Polres Beri Edukasi

MAGELANG—Magelang Fair 2017 yang berlangsung sejak beberapa hari lalu, dimanfaatkan oleh jajaran Polres Magelang Kota sebagai sarana memberi edukasi perihal tugas Polri dan pencegahan...

Fashion Show sambil Bagi Takjil

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Di tengah rintik gerimis, puluhan model berlenggak-lenggok di zebra cross traffic light depan Mapolda Jateng Jalan Pahlawan. Mereka fashion show busana batik...

1.333 Siswa Ikuti Manasik Haji

Sebanyak 1.333 siswa Madrasah Ibtidaiyah se-Kota Salatiga turut serta dalam kegiatan manasik haji MI Kota Salatiga Tahun 2017 di lapangan Pancasila, Selasa (3/10). Peserta...

Jual Kota Lama lewat Story Telling

SEMARANG - Pemkot Semarang masih berupaya merancang strategi untuk menjual kawasan Kota Lama. Sebab, saat ini, para pelancong masih sebatas transit saja, belum benar-benar...