Kawasan Ekowisata Petungkriyono

Pesona Negeri di Atas Awan Miliki Lima Potensi Wisata

633
KEINDAHAN PETUNGKRIONO : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Hj Arini Harimurti dan Ketua DPRD Kab Pekalongan, Hj Hindun menunjukkan keindahan Curug Bajing di Petungkriono.
KEINDAHAN PETUNGKRIONO : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Hj Arini Harimurti dan Ketua DPRD Kab Pekalongan, Hj Hindun menunjukkan keindahan Curug Bajing di Petungkriono.

PETUNGKRIYONO merupakan salah satu kecamatan, di wilayah Kabupaten Pekalongan yang terletak di bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara. Kawasan ini bagian dari dataran tinggi Dieng, yang masih terjaga keasriannya. Memiliki luas wilayah sekitar 7.358 hektare dan ketinggian 500 – 2100 mdpl, dengan bentang alam berupa gunung-gunung, hutan belantara, air terjun dan sungai-sungai dengan air yang jernih.

Dari Kota Kajen (Ibukota Kabupaten Pekalongan) dan Kota Pekalongan, Petungkriyono berada di sebelah selatan dengan jarak 30 km. Dapat dicapai dengan kendaraan umum maupun pribadi, lewat Kecamatan Doro. Lokasi Petungkriyono ini berada tidak jauh dari objek wisata dataran tinggi Dieng. Hanya berjarak sekitar 40 km yang dapat dicapai dari Kabupaten Banjarnegara lewat jalur Sibebek Wanayasa.

Memasuki Petungkriyono, niscaya akan dihadapkan lanskap pegunungan dengan hutan alam yang menghijau lebat. Di beberapa lokasi tampak pula aliran air sungai nan jernih, menyusuri lembah serta air terjun yang tercurah dari tebing perbukitan, menambah kemolekan alam kawasan ini.

Petungkriyono dikenal kalangan rimbawan sebagai salah satu kawasan hutan yang tersisa di Jawa. Hutan Petungkriyono termasuk dalam BKPH Doro, KPH Pekalongan Timur memiliki luas 5189 hektare, sebagian besar masih berupa hutan alam yang merupakan hutan tropis dataran rendah tersisa di Pulau Jawa.

Berdasarkan penelitian pada kawasan Hutan Petungkriyono ditemukan 253 spesies yang terdiri atas 63 spesies burung, 41 spesies anggrek, 104 spesies kupu-kupu, 19 spesies paku-pakuan, 4 spesies primate dan 22 spesies pohon. Di antara spesies tersebut, merupakan spesies langka dan dilindungi berdasarkan Peraturan PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Flora dan Fauna yang dilindungi yaitu Lutung Hitam, Surili, Owa Jawa, Elang Hitam, Elang Jawa, Julang Mas, Anggrek Ki Aksara dan Kantung Semar.

Menyambangi Petungkriyono, tak hanya akan disambut oleh keasrian alamnya yang mempesona, namun kita juga akan merasakan nuansa keramahan dan kebersahabatan penduduk desa, yang tinggal di daerah ini.

Di kawasan Ekowisata Petungkriyono, terdapat beberapa potensi wisata yang sangat menarik, terbagi menjadi 5 (lima) kelompok, yaitu wisata pendidikan, wisata alam, wisata sejarah, wisata agro dan wisata petualangan.

Wisata pendidikan terletak di kawasan Hutan Sokokembang, yang terkenal sebagai habitat Owa Jawa terbesar kedua di Indonesia. Kelompok wisata alam terdiri atas Wisata Air Terjun Sibedug, Air Terjun Curug Bajing, Air Terjun Curugmuncar dan Air Terjun Curug Lawe. Kelompok wisata sejarah, terdiri atas Situs Gedong dan Situs Nogopertolo sebagai peninggalan zaman Mataram Hindu di Petungkriyono. Kelompok Wisata Agro terdiri atas Sentra Pengolahan Kopi, Gula Aren dan Kebun Strawberry. Sedangkan kelompok wisata petualangan menyuguhkan wisata pendakian Gunung Kendalisodo, Puncak Tugu yang terkenal dengan golden sunrise-nya serta Gunung Rogojembangan sebagai puncaknya Pekalongan.

 

Hutan Pendidikan Sokokembang

Hutan Sokokembang adalah salah satu kawasan, dimana kita masih bisa melihat sejumlah satwa liar hidup dalam habitat aslinya. Dengan luasan sekitar 5000 hektare, kawasan ini memiliki keragaman flora dan fauna yang sangat tinggi. Lebih kurang 250 spesies telah teridentifikasi berhabitat di hutan ini, termasuk sejumlah satwa langka seperti macan, elang Jawa, lutung dan owa Jawa. Hutan alam Sokokembang relatif masih terjaga keutuhannya. Hal inilah yang membuat banyak peneliti baik dari dalam negeri maupun luar negeri tertarik datang ke tempat ini.

 

Wisata Air Terjun Sibedug

Terletak di Dusun Sokokembang Desa Kayupuring, lokasi air terjun ini sangat mudah dijangkau, karena letaknya strategis persis di pinggir Jalan Raya Petungkriyono. Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter, dengan air terjun sebanyak 2 buah bahkan bisa menjadi 3 buah, pada saat musim hujan. Memiliki panorama yang cukup menarik, dengan dasar air terjun berupa bebatuan dan hutan di sekeliling yang masih asri. Pengunjung dapat mandi di air terjun ini atau sekedar duduk-duduk melepas lelah. Air terjun ini akan ramai pada hari Jumat-Minggu, dan pada hari-hari libur mengingat lokasi yang persis di pinggir jalan sehingga menarik bagi pengunjung untuk singgah di tempat ini. Lokasi ini sudah dilengkapi dengan area parkir, MCK, musala, dan warung kopi.

 

Weloriver Kayupuring

Bagi wisatawan yang suka tantangan dan gemar olahraga air, wahana river tubing dan river trekking di WeloRiver Kayupuring patut dicoba. Mengarungi sungai dan jeram-jeram menantang akan memacu adrenalin. Dengan track sepanjang 2-3 km pengunjung akan diajak bermain air selama 3-4 jam menikmati jernihnya air Sungai Welo menggunakan ban dalam yang sudah di desain khusus.

 

Wana Wisata Curug Lawe

Terletak di Dusun Cokrowati Desa Kasimpar, curug yang memiliki ketinggian sekitar 100 meter ini menjadi primadona baru bagi pecinta petualangan. Untuk mencapai curug ini, pengunjung diharuskan jungle trekking menyusuri jalan setapak di tengah hutan dan melewati sungai kecil selama kurang lebih 1 jam. Rasa lelah akan terbayar dengan suguhan panorama alam Curug Lawe, yang dinaungi lebatnya hutan Gunung Perbota dengan deburan air yang jernih. Pengunjung dapat mandi dan berfoto di area kolam alam yang ada di bawah curug dan di sepanjang sungai yang dilalui. Bagi yang hobi berselfie di Wana Wisata ini, disediakan spot selfie seperti pohonselfie, jembatan selfie, hammock area, dan taman payung.

 

Wisata Air Terjun Curugmuncar

Curug Muncar berada di lerang Gunung Rogojembangan pada ketinggian 1.249 mdpl. Terletak di Desa Curugmuncar Kecamatan Petungkriyonno, dapat ditempuh sekitar 1,5 – 2 jam dari Kota Pekalongan dengan aksesibilitas yang cukup mudah. Curug Muncar merupakan komplek air terjun dan terdapat 7 buah air terjun di lokasi yang sama. Objek wisata ini dilengkapi dengan wahana permainan anak dan Flying Fox.

Sarana prasarana yang dimiliki objek wisata ini cukup lengkap, berupa area parkir, loket, camping ground, shelter, dan MCK. Akses jalan ke objek wisata juga sudah bagus, berupa jalan beton yang dilengkapi pagar pengaman. Bagi para pengunjung yang ingin menginap di lokasi ini, sudah tersedia guest house dan homestay.

 

Wisata Air Terjun Curug Bajing

Curug Bajing merupakan idola baru wisata alam di Kawasan Ekowisata Petungkriyono.Terletak di Dusun Kambangan Desa Tlogopakis Kecamatan Petungkriyono. Air terjun ini memiliki akses jalan yang cukup mudah dan dekat dengan jalan raya. Memiliki ketinggian sekitar 75 meter dengan debit air yang besar dan tidak pernah surut walaupun pada saat musim kemarau.

Wisata Curug Bajing saat ini terus dibenahi. Sarana prasarana mulai dilengkapi, walaupun masih sederhana. Saat ini, sudah tersedia loket, area parkir, warung, MCK dan beberapa shelter untuk digunakan beristirahat bagi pengunjung.

 

Kebun Strawberry Petungkriyono

Kebun strawberry terletak di Dusun Dranan Desa Yosorejo memiliki luas sekitar 0,5 hektare dan ditanami bibit strawberry varietas unggul yang didatangkan dari Bandung. Pengunjung dapat memetik sendiri strawberry untuk dimakan di tempat atau untuk dijadikan oleh-oleh bagi keluarga di rumah.

 

Situs Nogopertolo

Situs Lingga Yoni (Nogopertolo) terletak di Desa Tlogopakis Kecamatan Petungkriyono merupakan peninggalan sejarah dari masa kerajaan Mataram Hindu (abad VII – IX M). Pada lokasi situs terdapat arca batu berbentuk seekor naga dengan tubuh melingkar menggendong hiasan batu berbentuk Lingga dan Yoni. Di sekitar situs ini juga terdapat beberapa arca berbentuk Ganesha. Situs ini terletak di tengah persawahan dengan akses jalan masih berupa jalan setapak.

 

Gunung Kendalisodo

Gunung ini memiliki puncak dengan ketinggian mencapai 1.699 mdpl. Terletak di Desa Tlogohendro Kecamatan Petungkriyono.Untuk mencapai Desa Tlogohendro, dari Ibukota Kecamatan menuju ke arah selatan, sampai Dusun Candi Yosorejo belok menuju ke arah Desa Tlogohendro. Untuk mendaki Gunung Kendalisodo, para pendaki diminta mengurus perizinan pendakian di basecamp pendakian yang ada di Dusun Glidigan. Untuk mencapai puncak yang dikenal dengan Puncak Hanoman, para pendaki membutuhkan waktu antara 30 menit sampai 1 jam perjalanan.

Di tengah perjalanan, terdapat sebuah taman yang disebut Taman Tasbin yang dilengkapi dengan Gardu Pandang, Shelter dan Rumah Pohon. Para pendaki bisa beristirahat dan berfoto ria di taman ini, sebelum meneruskan perjalanan menuju puncak. Sebelum sampai puncak Kendalisodo, terdapat situs pertapaan yang sampai sekarang masih digunakan oleh masyarakat untuk bertapa.

Di puncak Hanoman terdapat Tugu Trianggulasi peninggalan Belanda serta dapat ditemui batu-batu berbentuk lempeng yang saat ini dibentuk menyerupai meja dan kursi batu seperti peninggalan zaman batu. Meja batu inilah yang menjadi ciri khas Puncak Hanoman Kendalisodo. Di puncak, pendaki bisa berkemah dengan area camping ground yang cukup luas mampu menampung sekitar 20 tenda. Jika cuaca cerah, para pendaki akan mendapatkan sensasi berburu sunset dan sunrise yang luar biasa indah tidak kalah dengan gunung-gunung yang lebih tinggi.

 

Puncak Tugu

Puncak Tugu merupakan puncak dari Pegunungan Kendeng dengan ketinggian 1.930 mdpl. Basecamp pendakian berada di Dusun Sikucing Desa Yosorejo. Untuk mencapai puncak, diperlukan waktu tempuh 1 jam perjalanan. Pemandangan alam di Puncak Tugu sangat menarik dengan golden sunrise dan landscape yang cantik. Terdapat Tugu Trianggulasi peninggalan Belanda sebagai penanda ikon Puncak Tugu.

 

Gunung Rogojembangan, Top Of Pekalongan

Gunung Rogojembangan bisa dikatakan ikon alam Petungkriyono. Dimanapun Anda berada dalam wilayah Petungkriyono, gunung ini akan selalu tampak dan menjadi latar belakang yang menarik. Puncaknya dapat dilihat jelas dari bawah, namun puncaknya terkesan tidak begitu tinggi.

Di Puncak Gunung Rogojembangan berupa lubang berbentuk persegi dengan kedalaman sekitar 2 meter. Situs ini dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat pemandian para leluhur yang ada di Gunung Rogojembangan (Rogo=badan, Jembangan=pemandian). Dari lokasi ini, sekitar 5 menit akan sampai di puncak yang disebut Puncak Raja dengan tinggi 2.177 mdpl. Sesampai di puncak niscaya seluruh rasa letih akan sirna, setelah menikmati pemandangan Gunung Sindoro dan Sumbing yang membentang di sebelah timur, Kawasan Dataran Tinggi Dieng di sebelah Selatan, Gunung Slamet di sebelah barat, dan hamparan Kabupaten dan Kota Pekalongan di sebelah utara. Untuk lebih memuaskan sebaiknya pendakian dilakukan pada siang hari, para pendaki bisa menikmati sunset pada sore hari dan sunrise pada pagi harinya.

 

Fasilitas Penunjang Kawasan Ekowisata Petungkriyono

 

Angkutan

Angkutan wisata yang ada di kawasan Ekowisata Petungkriyono yaitu mobil L300 (disebut doplak) angkutan bak terbuka yang bisa dinaiki 15-20 penumpang. Angkutan ini dibranding dengan sebutan Anggun Paris (Angkutan Pegunungan Pariwisata). Kelebihan memakai kendaraan ini, sudah teruji melewati medan pegunungan Petungkriyono. Selain itu, dengan memakai doplak, wisatawan dapat melalukan kegiatan primate watching (pengamatan primata) di Kawasan Hutan Sokokembang. Selain doplak, tersedia juga kendaraan pribadi jenis MPV dan Elf untuk menunjang angkutan wisata.

Homestay

Bagi para pengunjung yang ingin bermalam di Petungkriyono dapat menginap di Homestay yang terdapat di Dusun Cokrowati Desa Kasimpar (Wana Wisata Curug Lawe), Dusun Kasimud Desa Kasimpar, Objek Wisata Curugmuncar dan Curug Bajing.

Warung Makan

Bagi pengunjung yang berwisata di Petungkriyono tidak perlu repot-repot membawa makanan dari rumah, karena terdapat beberapa warung makan di sepanjang perjalanan dan di beberapa objek wisata. Pengunjung dapat menikmati menu tradisional Petungkriyono seperti Ayam Kampung Sambel Kores dan sayuran khas Petungkriyono. (thd/adv/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here