BPJS TK Pacu Peserta BPU

579
BUTUH PENSIUN: Pengemudi GoJek yang jumlahnya cukup banyak di Semarang, termasuk sasaran efektik kepesertaan BPJS Tenaga Kerja dari sektor Bukan Pekerja Upah (BPU). (ADITYO DWI R/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BUTUH PENSIUN: Pengemudi GoJek yang jumlahnya cukup banyak di Semarang, termasuk sasaran efektik kepesertaan BPJS Tenaga Kerja dari sektor Bukan Pekerja Upah (BPU). (ADITYO DWI R/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) tahun ini kembali menargetkan penambahan perserta melalui sektor Bukan Penerima Upah (BPU). Sektor ini memiliki potensi cukup besar dan menjadi pangsa pasar yang menjanjikan.

Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) adalah pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan misalnya tukang ojek, sopir angkot, pedagang keliling, dokter, pengacara, dan lain-lain.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Pepen S Almas, menuturkan pada 2016 lalu pertumbuhan peserta BPJS TK dari sektor BPU mengalami kenaikan cukup pesat yakni diangka 36 persen. Diharapkan, hingga akhir tahun 2017 jumlah peserta BPU bisa mengalami kenaikan kembali.

Upaya yang dilakukan untuk memaksimalkan potensi sektor BPU tahun ini adalah dengan menggandeng Kadin Kota Semarang. Setidaknya, untuk tahun ini peserta BPJS TK dari sektor tersebut bisa bertambah 1.000 perusahaan dan 100 ribu tenaga kerja baru.

Pada kesempatan tersebut ia juga melakukan sosialisasi mengenai 4 program yang bisa didapatkan oleh peserta BPJS TK. Untuk program terbaru dari BPJS TK adalah jaminan pensiun. “Sebelummya kami punya tiga program jaminan sosisal, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun,” jelasnya.

Jaminan pensiun adalah program jaminan sosial yang diberikan pada pekerja setiap bulan saat memasuki masa pensiun usia 56 tahun, atau mengalami cacat total permanen. Apabila pekerja meninggal dunia Jaminan Pensiun akan diberikan kepada ahli waris yang sah. “Besar iuran Jaminan Pensiun adalah 3 persen dari penghasilan (1 persen dibayar oleh pekerja, 2 persen dibayar oleh pengusaha. Dengan masa iuran 15 tahun,” paparnya. (den/smu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here