Siap Bangun SMK di Watumalang

553
SERAP ASPIRASI: Ketua Komisi A Suwondo Yudhistiro dan Ketua Komisi D Ahmad Faizun saat memfasilitasi rencana pembangunan SMK Watumalang di Desa Binangun. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)
SERAP ASPIRASI: Ketua Komisi A Suwondo Yudhistiro dan Ketua Komisi D Ahmad Faizun saat memfasilitasi rencana pembangunan SMK Watumalang di Desa Binangun. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)

WONOSOBO – Komisi A dan D DPRD Kabupaten Wonosobo memfasilitasi usulan pendirian SMK Negeri Watumalang yang direncanakan dibangun di Desa Binangun, Kecamatan Watumalang. Tujuanya agar terjadi pemerataan pendidikan di wilayah berbatasan dengan Kecamatan Banjarnegara tersebut.

Kades Binangun Umaryadi menjelaskan, pendirian sekolah ini didasarkan pada keinginan masyarakat Desa Binangun dan sekitarnya, khususnya para orang tua yang menginginkan anaknya setelah lulus SLTP bisa meneruskan ke jenjang sekolah kejuruan tidak jauh dari tempat tinggalnya.

“Hal ini sangat mendesak mengingat jumlah lulusan siswa SLTP di desa Binangun dan sekitarnya tiap tahun selalu bertambah, sedangkan wilayah ini termasuk wilayah yang jauh dari sekolah menengah kejuruan,” kata dalam rapat dengar pendapat di Ruang Utama DPRD Wonosobo, Senin (27/3). Rapat ini diikuti Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah, Kecamatan Watumalang, UPT Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Watumalang, Kepala Desa Binangun serta Tokoh Masyarakat Desa Binangun.

Dikatakan dia, secara geografis, wilayah ini berjarak 30 km dari kota Wonosobo dan 30 km dari Banjarnegara, yang notabene keduanya merupakan wilayah tempat sekolah-sekolah kejuruan berada selama ini. “Hal ini dirasa cukup menyulitkan orang tua dan siswa, karena letaknya yang sangat jauh dari tempat tinggal mereka,”katanya.

Ditambahkan Kepala UPT Dikpora Kecamatan Watumalang Suratman, pada tahun ajaran 2015/2016 ada 2.651 siswa asal Watumalang yang lulus SLTP, namun baru 463 anak yang tertampung di Sekolah Menengah Atas di Watumalang. Sebab jumlah SLTA di Watumalang hanya 4 ditambah kelas jauh di Wonosroyo.

“Sehingga ada 2.142 siswa yang terpaksa bersekolah di luar Watumalang dan bahkan ada yang terpaksa putus sekolah, termasuk diantaranya di wilayah desa Binangun dan sekitarnya, dengan salah satu alasan jarak tempuh sekolah yang terlalu jauh,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo Samsul Maarif menyampaikan, pihaknya sudah mendapatkan proposal pendirian SMK ini dan langsung ditindaklanjuti dengan berkoordinasi ke Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bersama Bupati dan Bappeda. “Dari koordinasi ini pihak kementerian sangat setuju jika di Wonosobo ada pendirian SMK baru dan siap membantu, karena tahun ini ditargetkan bisa didirikan 75 SMK baru di seluruh Indonesia,”katanya.

Namun dengan syarat, harus tersedia lahan antara 1,5 sampai 2 hektare yang sudah resmi menjadi milik pemerintah, jumah siswa minimal 150 maksimal 200 orang, serta adanya komitmen dari pemerintah. “Namun karena sesuai UU nomor 23 tahun 2014, bahwa kewenangan pendidikan menengah atas ada di Pemerintah Provinsi, sehingga pihaknya tetap harus berkoordinasi dengan Pemprov Jateng,” katanya.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi A Suwondo Yudhistiro dan Ketua Komisi D Faizun ini diperoleh beberapa kesepakatan. Yakni bersepakat untuk mendirikan SMKN 1 Watumalang di Binangun mulai Tahun Pelajaran 2017/2018. Proses pendiriannya akan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Wonosobo untuk dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi  Jawa Tegah, MKKS dan para mitra terkait. Pembentukan Tim Pendiri SMKN 1 Watumalang akan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Wonosobo.

“Untuk pendaftaran calon siswa-siswi tahun Pelajaran 2017/2018 akan menginduk pada SMKN 1 Sukoharjo, dan tempat pembelajaran sementara akan dilaksanakan di gedung SD 1 Binangun Kecamatan Watumalang,” kata Suwondo.

Pemerintahan Desa Binangun bersedia untuk menyiapkan tanah kas desa sebagai lokasi pendirian SMKN 1 Watumalang. Proses tukar guling tanah kas desa yang digunakan sebagai lokasi pendirian SMKN 1 Watumalang akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo sesuai dengan mekanisme dan Peraturan Perundang-undangan. “Langkah ini untuk memberikan peluang pelayanan pendidikan bisa diakses semua kalangan,” jelasnya. (ali/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here