Setiap Pekan, 4,5 Ton Sampah Menumpuk

479
SUNRISE : Wisatawan memadati Bukit Sikunir Desa Sembungan. Banyaknya wisatawan menimbulkan masalah sampah di dataran tinggi Dieng. (DOK SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)
SUNRISE : Wisatawan memadati Bukit Sikunir Desa Sembungan. Banyaknya wisatawan menimbulkan masalah sampah di dataran tinggi Dieng. (DOK SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)

WONOSOBO – Sampah yang terus menumpuk di kawasan wisata Dieng diperkirakan mencapai  4,5 ton per pekan. Sampah tersebut, berasal dari limbah sisa pertanian dan limbah wisatawan yang berkunjung. Meski produksi sampah di area Dieng terbilang tinggi, sejauh ini belum pernah dibangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk menampung sampah di kawasan Dieng.

Selain tidak adanya TPA, menurut pengakuan Kepala UPT Pariwisata Garung Oni Wiyono, selama ini tidak ada pengangkutan sampah berkala dari dinas terkait. Seperti, pemindahan sampah dari tong-tong kecil atau TPS (tempat penampungan sementara) ke TPA. Sebagai akibatnya, lahan Perhutani atau lahan warga yang tidak produktif jadi tempat pembuangan sampah alternatif.

Oni menyontohkan seperti yang terlihat di dekat kawasan wisata Sikunir. Sekitar track pendakian mulai dipenuhi sampah.  Tak hanya itu, di desa-desa lain juga kondisinya hampir sama, karena tak ada pembuangan akhir, lembah di dekat desa jadi TPA alternatif.

“Sekarang jumlah pengunjung baru 3.000 per pekan. Ke depan, semakin meningkat pengunjungnya, semakin banyak pula sampah yang dihasilkan.”

Mengenai sampah, Tim Kerja Pemulihan Dieng Tafrikhan membeber, ada 10 desa yang bersinggungan langsung dengan kawasan wisata Dieng. Meliputi Desa Parikesit, Patakbanteng, Dieng, Sikunang, Campursari, Sembungan (masuk area Wonosobo), ditambah Desa Diengkulon, Karangtengah, Kepakisan , Kekasiran (Banjarnegara). “Sepuluh desa itu yang berpotensi menimbulkan sampah cukup banyak,” jelasnya.

Hasil penelitiannya pada 2015. Desa-desa tersebut memroduksi sampah sekitar 500 kilogram – 1 ton perhari. Sehingga dalam seminggu, rata-rata dihasilkan sekitar 5,2 ton sampah. “Taruhlah kita turunkan lagi rasionya, jadi ketemu rata rata sampah yang menimbun sekitar 4,5 ton per pekan.  Jika tidak cepat disiasati, tentu bakal membentuk gunungan sampah,” ujar Tafrikhan.

Oni berharap, ke depan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mampu  duduk bersama membahas berbagai persoalan Dieng. Selain tidak adanya TPA, toilet bagi pengunjung juga minim. Pantauan dia, toilet yang dibangun Pemkab Wonosobo hanya berjumlah 4 toilet. Dua toilet di Dieng Theater, dan 2 toilet lagi di terminal bawah (dekat telaga warna). Selain itu, ketersediaan kantong parkir dan pengaturan arus kendaraan besar juga perlu diperhatikan.

“Dengan toilet hanya 4 apakah cukup?. Sementara yang berkunjung sampai 3.000 orang per pekan,” ujarnya. (cr2/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here