Sajikan Beragam Menu Tradisional hingga Kekinian

1848
BERAGAM KULINER: Pengunjung tengah menikmati makanan di festival kuliner Brotherfood Festival 2017 di halaman Sri Ratu, Pemuda, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERAGAM KULINER: Pengunjung tengah menikmati makanan di festival kuliner Brotherfood Festival 2017 di halaman Sri Ratu, Pemuda, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Festival kuliner kembali diadakan Komunitas BrotherFood Semarang di Pasaraya Sri Ratu Jalan Pemuda, Senin (27/3). Tidak hanya stan makanan dan minuman, stan permainan tradisional serta fashion juga terlihat memeriahkan acara yang bertajuk BrotherFood Festival 2017.

Koordinator Komunitas Kuliner Semarang Firdaus Adinegoro menjelaskan, festival kali ini mengusung konsep makanan tradisional dan kreasi makanan yang kekinian. Hal tersebut lantaran dirinya ingin membangkitkan dan menggali keunikan makanan khusunya tradisional yang saat ini mulai pudar karena munculnya makanan-makanan dengan kreasi baru.

”Selain menghadirkan makanan kekinian, di sini kami ingin menonjolkan keunikan makanan khususnya tradisional yang mulai menghilang di daerahnya sendiri dan susah dicari,” jelasnya.

Kegiatan ini rutin digelar setiap dua sampai tiga bulan sekali dengan konsep yang selalu berbeda. Hal ini dimaksudkan untuk menarik antusias pengunjung agar tidak bosan dengan makanan yang ditawarkan. Selain itu, harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 50.000.

”Ini acara yang ke-11 kalinya kita adakan dan kesemuanya memiliki tema yang berbeda. Kami sengaja memberikan tematik pada setiap festival agar pengunjung tidak bosan dengan menu yang sama,” tuturnya.

Acara yang digelar selama tujuh hari mulai dari (27 Maret-2 April) mulai pukul 10.00 hingga 23.00 ini, diikuti oleh 55 stan makanan serta 25 stan fashion. ”Selain stan makanan, juga ada lomba makan bakso beranak serta fashion pop up yang menggadeng teman-teman komunitas fashion Kota Semarang,” tandasnya.

Bagi Firdaus dan teman-teman Komunitas Kuliner Semarang, acara tersebut sebagai ajang berkumpul dan berbagi pengalaman antara penjual serta penikmat kuliner, tidak hanya dari Kota Semarang melainkan seluruh Indonesia.

Firdaus berharap, dengan adanya gelaran festival kuliner yang rutin diadakan, masyarakat khususnya Kota Semarang dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produknya sehingga menjadi daya tarik baik wisata lokal maupun asing.

Salah satu pengunjung, Dhenisa menuturkan, jika dirinya selalu antusias dan senang mendatangi festival makanan yang diadakan di Pasaraya Sri Ratu Pemuda tersebut. Selain beragam, harganya pun terbilang murah. ”Seneng lah, karena kita bisa banyak referensi. Banyak juga makanan unik yang aku belum pernah coba, jadi kita merasa hits gitu,” katanya. (mg29/zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here