Puluhan Umat Hindu Siapkan Ogoh-ogoh

1016
SEMARAK : Sejumlah umat Hindu Kaliwungu tampak menghias Pura Eka Dharma Jati di Sumberejo, Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMARAK : Sejumlah umat Hindu Kaliwungu tampak menghias Pura Eka Dharma Jati di Sumberejo, Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Puluhan umat Hindu di Kaliwungu, Kendal mulai mempersiapkan perayaan Hari Raya Nyepi. Yakni dengan menghias pura dan membuat ogoh-ogoh. Sebagian dari mereka mempersiapkan perayaan Nyepi di Pura Eka Dharma Jati yang berada di Dukuh Suking, Desa Sumberejo, Kaliwungu. Kini, beragam ornamen dan sesaji jelang perayaan Hari Nyepi menghiasi pura yang berukuran seluas 270 meter persegi. Terasa lebih hikmad, dengan iringan lagu puji-pujian terhadap dewa.

Pinandita Pura Eka Dharma Jati, Kusnadi menyatakan meski hidup di tengah umat yang mayoritas Islam, namun ia dan umat Hindu lainnya merasa nyaman. Sebab bisa hidup guyub rukun berdampingan. “Lebih kurang selama 45 tahun tinggal disini, tidak pernah sekalipun ada gesekan atau konflik dengan umat agama lain. Sebaliknya, kami guyub dan menjunjung toleransi,” katanya, kemarin (27/3).

Diakuinya, meski ada Pura di tengah permukiman mayoritas muslim, umat Islam justru kerap membantunya bila umat Hindu menggelar acara atau ibadah.

Perihal perayaan Nyepi nantinya, akan dibarengkan dengan perayaan tahun baru Saka 1939. Prosesinya sangat sederhana, diawali upacara Taur Agung yang akan dilaksanakan, malam hari. “Kami hanya memasang ornamen seperti janur di lingkungan Pura. Tidak sampai di pintu masuk desa agar umat lain tidak terganggu,” imbuhnya

Kusnadi mengungkapkan bahwa ada empat Pura umat Hindu yang berdiri di Kendal. Yakni di Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Boja, dan dua Pura di Kecamatan Sukorejo.

Kusnadi mengatakan Pura Eka Dharma Jati menjadi pilihan tempat ibadah umat Hindu yang berada di Kendal Kota atau bawah. Sebab, tiga pura lain terletak di daerah pengunungan, sehingga sulit dijangkau.

Menurutnya ada sekitar 50 umat Hindu yang rutin bersembahyang di Pura Eka Dharma Jati. Pura tersebut merupakan tertua di Kendal yang dibangun sejak 1972. “Tidak heran, beragam kain yang digunakan untuk sembahyang diberikan langsung oleh Panandita dari Bali,” jelasnya.

Panitia perayaan Nyepi di Pura Eka Dharma Jati, Ngapiran, 67 menegaskan meski berada di lingkungan Kota Santri, keberadaan umat Hindu diterima dengan baik di daerah tersebut. Karena digelar secara sederhana, tidak ada acara khusus menyambut Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka. “Kami hanya menyiapkan ogoh-ogoh yang nantinya akan digelar di Semarang, Minggu (2/4) mendatang. Kalau disini hanya sembahyang saja,” bebernya. (bud/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here