PNS Dihukum Hormat Bendera Setengah Jam

348
HORMAT GRAK: Kristanto dihukum menghormat bendera selama setengah jam oleh Wali Kota Hendrar Prihadi karena tidak memakai topi saat upacara, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HORMAT GRAK: Kristanto dihukum menghormat bendera selama setengah jam oleh Wali Kota Hendrar Prihadi karena tidak memakai topi saat upacara, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Hari Kejepit Nasional (Harpitnas) seperti pada 27 Maret 2017 kemarin berpotensi besar mengganggu pelayanan publik yang dilakukan oleh kantor-kantor pemerintahan. Sebab, pada hari itu, dimungkinan banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) alias Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memilih tidak masuk kerja. Padahal sudah jauh-jauh hari Kemenpan RB menegaskan jika tidak ada penambahan hari libur cuti bersama untuk Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 yang jatuh pada Selasa (28/3) hari ini.

Penetapan hari libur nasional dan cuti bersama 2017 sendiri sebenarnya sudah jelas tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 684 Tahun 2016, Nomor 302 Tahun 2016, dan Nomor SKB/02/MENPAN-RB//11/2016. SKB tersebut ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri pada 21 November 2016 silam.

Meskipun begitu, masih banyak ASN yang tidak mengindahkan surat keputusan tersebut. Salah satunya terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menemukan sebanyak 72 ASN tidak mengikuti upacara yang dipimpinnya pada Senin (27/3) pagi kemarin. Tak hanya itu, beberapa ASN yang hadirpun bahkan terlihat kurang disiplin dengan tidak memakai atribut seragam yang lengkap.

Mendapati hal itu, wali kota yang akrab disapa Hendi ini lalu meminta ASN tersebut untuk melakukan hormat bendera kurang lebih setengah jam lamanya. ASN tersebut bernama Kristanto, yang tidak memakai topi saat upacara. Sontak, tindakan wali kota tersebut membuat sejumlah ASN menahan tawa. Ada juga yang langsung mengecek kelengkapan atribut seragamnya.

Hendi berharap para ASN dapat lebih disiplin dalam menjalani tugasnya sebagai aparatur sipil negara. ”Dengan hormat bendera lebih lama, harapannya bisa lebih menghargai negara,” tegas wali kota yang dinobatkan Kemenpan RB sebagai pembina pelayan publik terbaik di Indonesia ini.

Sedangkan bagi 72 ASN yang tidak mengikuti upacara, kata Hendi, akan dikenakan sanksi pemotongan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 139 tahun 2016.

”Hari ini (kemarin) warga butuh pelayanan yang optimal, sehingga para ASN pun tidak boleh main-main dalam menjalankan tugasnya,” ujar wali kota.

”Konsekuensi-konsekuensi yang diberikan kepada para ASN janganlah dianggap sebagai sebuah hukuman, melainkan sebagai pengingat mereka agar bekerja lebih baik lagi,” imbuhnya.

Dalam upacara itu sendiri wali kota mengingatkan para ASN di lingkungan Pemkot Semarang untuk bekerja maksimal dalam Fokus Kerja Hebat yang telah ditetapkannya. Fokus kerja Hebat tersebut di antaranya Health (kesehatan), Education (pendidikan), Building (infrastruktur fisik), Attitude (perilaku), dan Trading (perdagangan). (zal/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here