Pesona Curug Gondoriyo Ngaliyan

1517
PESONA ALAM NGALIYAN: Keindahan air terjun yang selama ini belum terekspos di Gondoriyo, Ngaliyan. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)
PESONA ALAM NGALIYAN: Keindahan air terjun yang selama ini belum terekspos di Gondoriyo, Ngaliyan. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Temuan curug atau air terjun unik di RT 4 RW 4 Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial.

Publik tak menyangka, perkampungan yang sebelumnya terkesan biasa saja, ternyata menyimpan sudut keindahan tersembunyi yang menakjubkan. Selain air terjun, juga terdapat sebuah gua dan arca tua. Tentu, temuan ini menjadi kekayaan alam yang langka di tengah Kota Metropolitan Semarang.

Sebetulnya, lokasi curug tersebut tidak jauh dari perkampungan. Namun cukup tersembunyi karena terletak di cekungan bukit dan tertutup rimbun pepohonan. Untuk menuju lokasi, pengunjung bisa melewati gang Kampung Gondoriyo RT 4 RW 4 yang merupakan gang buntu berbatasan dengan tebing berbukit.

Belum ada akses jalan permanen menuju lokasi. Adanya jalan setapak banyak duri yang jarang dilewati. Sejak kurang lebih tiga minggu lalu, warga dimotori remaja Karang Taruna kelurahan setempat baru saja membuka akses jalan menuju lokasi dengan cara ’babat alas’.

Edi warga setempat mengatakan, belakangan diketahui di dalamnya terdapat beberapa arca. Salah satunya Arca Harimau. ”Arca di gua sudah ada yang rusak patah. Mungkin karena sudah berusia tua. Harapannya agar pemerintah bisa memberi perhatian, karena bagaimanapun ini aset yang berharga,” kata dia.

Warga lain, Ali Samsudin, mengatakan air terjun kurang lebih setinggi 15-20 meter tersebut merupakan aliran sungai dari Kelurahan Wates. Di tepi kanan sebelum aliran air terjun, terdapat anak sungai kecil yang mengalir terpisah dari sungai utama.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku telah mendengar adanya temuan warga terkait curug atau air terjun di Kecamatan Ngaliyan tersebut. ”Tentu saja, atas temuan keindahan alam seperti itu, kami akan coba optimalkan pengelolaan aset wisata agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Kemarin setelah saya dapat informasi, langsung memerintahkan Kepala Disbudpar untuk melihat secara langsung di lokasi,” katanya.

Hasil pengecekan, kata Hendi, disepakati akan dilakukan upaya kerja bakti bersama-sama relawan, pemerintah dan masyarakat sekitar, untuk membersihkan sekitar lokasi. ”Nanti sambil menata perencanaan di masing-masing dinas kami untuk pembangunan infrastrukturnya,” kata Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi. (amu/zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here