Minta Operator UNBK Ditambah

523

Wonosobo – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi SMA/SMK tinggal menghitung hari. Jika menilik jadwal, pelaksanaan UNBK bagi SMA/SMK sederajat akan dilaksanakan pada 3-6 April mendatang. Kendati waktu sudah sangat mepet, masih ada saja yang dikhawatirkan pihak sekolah. Salah satunya adalah kekhawatiran server error saat ujian berlangsung.

“Mati listrik bisa diantisipasi. Tata cara pelaksanaan, mulai dari persiapan sampai upload-nya juga sudah tersosialisasikan. Cuma masih satu itu, kita khawatir kalau pas ujian nanti, server error kemudian mengganggu proses UNBK,” ucap Proktor SMK 2 Wonosobo Muhamad Nurhajiyanto.

Berkaca dari pengalamannya saat simulasi SMP berlangsung, ujian simulasi sempat terganggu akibat server utama mengalami kendala. Padahal untuk mengganti ke server cadangan, petugas ujian harus melakukan koordinasi dan konfirmasi dengan operator pusat. Sayangnya, saat menelepon operator pusat, berulang kali gagal dan harus menunggu.

Nurhaji menjelaskan, sambungan telepon baru bisa diterima 1,5 jam kemudian. Akibatnya, ujian simulasi terpaksa molor 2 jam. “Untuk bisa membuka server cadangan kan kita harus konfirmasi dulu, baru setelah terkonfirmasi dan kita sudah dikasih kode, baru server cadangan bisa dibuka,” ucap Nurhaji menjelaskan mekanisme sesuai prosedur.

Ia lantas menduga, sulitnya menelepon operator pusat dikarenakan jumlah operator terlampau sedikit, tak sebanding dengan jumlah yang dilayani. Sehingga ketika ada masalah, pihak pelaksana harus menunggu giliran sambungan teleponnya diterima.

Dampak server error bukan hanya pada waktu pelaksanaan yang mundur dari rencana. Ada dampak yang lebih serius, yakni akan mengganggu konsentrasi. “Untuk mengantisipasi delay layanan error server, menurut saya perlu ditambah petugas operator pusat. Jadi kalau ada apa apa bisa langsung terlayani,” ujarnya. (cr2/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here