33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Madarasah Tidak Kalah dengan Sekolah umum

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

WONOSOBO – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo Muhtadin sangat optimistis siswa lulusan lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag memiliki kualitas sama dengan lulusan sekolah-sekolah umum. Dasar keyakinannya, selain adanya UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tahun 2003 yang menjamin kesetaraan antara pendidikan madrasah dan sekolah umum, Kemenag juga memiliki alokasi anggaran yang tidak kalah besar untuk sektor pendidikan.

“Jadi sudah tak ada alasan lagi, sekolah sini lebih unggul atau situ lebih unggul. Negara memandang sama dalam penyelenggaraan pendidikan,” jelas Muhtadin saat memberikan sambutan di acara sosialisasi Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) tingkat MTS di salah satu rumah makan di Kecamatan Garung, Senin (27/3).

Ia menjelaskan, Kemenag merupakan kementerian dengan alokasi dana terbesar ketiga dari seluruh kementerian yang ada. Dari total alokasi anggaran yang ada, sebanyak 87 persen terkonsentrasi ke sektor pendidikan. Besarnya anggaran yang diberikan pemerintah, diharapkan mampu mendongkrak semangat tenaga didik untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya di sekolah/madrasah.

Berkenaan dengan UAMBN untuk MTs yang akan dilaksanakan, Muhtadin menyampaikan beberapa target yang harus tercapai. Yaitu, UAMBN mampu memberikan keluaran positif bagi siswa. Hadirnya UAMBN diharapkan mampu memberi penguasaan materi yang lebih baik. Dan yang terakhir peningkatan pengamalan nilai dari materi yang telah diajarkan.

“Jumlah siswa meningkat. Penguasaan materi kebih baik. Pengamalannya juga meningkat,” harapnya di hadapan kepala dan guru MTS se-Wonosobo.

Kasubag TU Kemenag Wonosobo Cahyo menyatakan, selain kualitas pendidikan, pola manajemen yang unik membuat masyarakat tertarik untuk memasukkan anaknya di lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag. “Penguasaan materi, saya pikir tidak kalah dengan sekolah umum. Buktinya nilai hasil ujian anak-anak kami juga mampu bersaing,” katanya.

Selain dari sisi kualitas, jumlah siswa madrasah tiap tahun terus mengalami peningkatan. Ada beberapa alasan terkait hal ini. Yang pertama masyarakat Wonosobo memiliki semangat religiusitas yang tinggi. Selanjutnya masyarakat menghendaki pola penyelenggaraan pendidikan yang dekat dengan warga. “Mayoritas madrasah dibangun dengan iuran warga, sehingga warga pun tidak sungkan untuk terlibat aktif,” jelasnya. (cr2/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menguatkan Nilai Anak dengan Tauhid

RADARSEMARANG.COM - KASUS kekerasan terhadap anak terus terjadi dan secara kualitas maupun kuantitas terus meningkat. Kasus yang baru saja terjadi dan menjadi headline di...

Ajak Umat Buddha Jaga Toleransi

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Sebanyak 820 umat Buddha se-Indonesia dan perwakilan biksu dari berbagai negara tetangga menggelar kegiatan Indonesia Tripitaka Chanting (ITC). Kegiatan yang berlangsung...

Manis dengan Warna Pastel

Simpel, nyaman, namun tetap stylish menjadi pilihan busana para perempuan urban di tengah padatnya aktivitas. Begitu juga dengan mereka yang berhijab. Permainan cutting serta...

Didukcapil Jemput Bola, Dinpersipda Rilis I-Salatiga

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Pemkot Salatiga banyak memberikan tambahan akses pelayanan ke masyarakat dalam memudahkan dan meningkatkan layanan. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan...

Empat Kios PKL Ludes Terbakar

SEMARANG - Empat kios pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Citarum, tepatnya di depan RS Pantiwilasa Citarum ludes terbakar, Kamis (25/5) sekitar pukul 16.45...

Baru Dua Tim Lolos ke Enam Besar

SEMARANG – Perburuan tiket ke babak enam besar ajang Liga 3 Putaran Jateng saat ini masih cukup sengit. Dari 14 tim yang terbagi dalam...