33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Jembatan Utama Jebol, Aktivitas Warga Terganggu

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

UNGARAN–Derasnya aliran Sungai Loning di Desa Mluweh Kecamatan Ungaran Timur membuat jembatan yang melintas di atas sungai tersebut jebol. Jembatan yang memiliki panjang 40 meter dan lebar 4 meter menghubungkan dua dusun, yaitu Dusun Mluweh wilayah RT 03 RW 04 dan RT 06 RW 04 Dusun Karanggawang. Bagian jembatan yang jebol mencapai 10 meter. Akibatnya aktivitas warga di dua dusun tersebut terganggu.

Kades Mluweh, Asariyono mengatakan bahwa derasnya air Sungai Loning telah menggerus tanah di sekitar pangkal jembatan yang terletak di wilayah RW 4 tersebut. “Akibatnya, pondasi atau talud jembatan ambrol seluruhnya. Apalagi, beberapa hari ini hujannya lebat sehingga aliran sungai sangat deras,” kata Asariyono, Senin (27/3) kemarin.

Warga harus memutar sejauh dua kilometer untuk dapat mengakses dua dusun tersebut. Beruntung kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa. Meski, reruntuhan jembatan yang ambrol tersebut, juga menimpa pipa saluran air bersih warga setempat. Akibatnya aliran air bersih 200 warga di dua dusun tersebut terganggu. “Ya warga kami akhirnya membeli air bersih, karena pipanya juga pecah,” katanya.

Dikatakannya lebih lanjut, ambrolnya jembatan tersebut terjadi sekitar pukul 07.00. “Luapan air ini dari Hutan Penggaron,” katanya.

Diakui Asariyono, jembatan tersebut memang bangunan lama. Meski begitu, keberadaan jembatan sangat vital bagi warga desa setempat. Setiap harinya, ratusan warga masih memanfaatkan jembatan tersebut untuk akses transportasi baik menggunakan roda dua maupun empat. “Jembatan baru ada, tapi jembatan lama tetap dipakai. Kalau ada warga yang punya hajatan dan terpaksa menutup akses jembatan baru, sehingga warga memakai jembatan lama,” katanya.

Beberapa warga juga mengaku terganggu dengan putusnya jembatan tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Margono, 54, warga Dusun Karanggawang. Setiap harinya ia menggunakan fasilitas jembatan tersebut menuju ke kebun miliknya. “Setiap harinya ya lewat jembatan itu. Lha mau lewat manalagi?” katanya.

Putusnya jembatan tersebut membuat dirinya harus memutar dua kilometer menuju ke kebun miliknya yang berada di dusun sebelah. Biasanya melalui jembatan tersebut, ia hanya perlu waktu 10 menit menuju ke kebun.

Dalam hal ini, pihak Pemdes Mluweh sudah melaporkan ke pihak BPBD Kabupaten Semarang. Pada hari yang sama, Senin (27/3) lalu, petugas dari BPBD Kabupaten Semarang langsung meninjau lokasi. Pihak Pemdes Mluweh berharap penuh atas perhatian Pemkab Semarang untuk memperbaikinya.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan bahwa penanganan jembatan putus di Desa Mluweh menjadi prioritas karena fasilitas umum. Namun, pihaknya masih akan menghitung kebutuhan anggaran perbaikan jembatan tersebut. Mengingat semakin minimnya dana tak terduga, menyusul banyaknya kejadian bencana di Kabupaten Semarang sejak awal Januari 2017.

“Fasilitas umum selalu menjadi prioritas untuk ditangani. Kami kaji dan kami hitung dulu, kira-kira kebutuhannya berapa, mengingat dana TT (tak terduga) tinggal Rp 33 juta,” kata Heru.

Hal yang akan segera dilakukan, imbuh Heru, yaitu memperbaiki pipa saluran air bersih yang pecah akibat tertimpa reruntuhan jembatan. Supaya warga setempat tidak perlu lagi membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Air bersih juga vital. Kalau tidak segera ditangani, kasihan warga harus beli air. Padahal, setiap harinya mereka harus menggunakan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Berbisnis dari Nol

“Saya sukses bukan karena warisan orang tua, bukan korporasi dengan pemerintah. Semua diawali dari nol dan kerja keras.” RADARSEMARANG.COM - From zero to hero. Itulah...

PPSM Fokus Lini Tengah

MAGELANG—Partai hidup mati akan dilakoni PPSM Sakti Magelang kala bertandang ke Stadiom Citarum Semarang, markas sementara Sragen United, Minggu (10/9) mendatang. Target menang diusung...

Komplotan Palembang Jarah 15 Tempat

SEMARANG-Komplotan kejahatan pecah kaca yang dikenal sebagai kelompok asal Palembang diringkus aparat Polrestabes Semarang. Kelompok beranggotakan lima orang pelaku ini, sudah menjarah sebanyak 15...

Jelang Pilgub, Fraksi Dirombak

SEMARANG – DPW PKS Jateng merombak susunan Fraksi PKS DPRD Jateng. Berdasarkan surat DPW nomor 009/K/AK-PKS/VII/1438, Muhammad Rodhi ditunjuk sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD...

Total Tagihan Nyonya Meneer Rp 252,87 M

SEMARANG-Hingga saat ini ada 83 kreditur PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) dengan total tagihan mencapai Rp 252.869.165.285 (Rp 252,87 miliar) yang masuk ke kurator, setelah perusahaan jamu...

15 Kabupaten Jadi Sorotan

SEMARANG - Limabelas kabupaten di Jawa Tengah mendapat sorotan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda). Sebab tingkat kemiskinan di 15 daerah tersebut...