33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Jembatan Utama Jebol, Aktivitas Warga Terganggu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN–Derasnya aliran Sungai Loning di Desa Mluweh Kecamatan Ungaran Timur membuat jembatan yang melintas di atas sungai tersebut jebol. Jembatan yang memiliki panjang 40 meter dan lebar 4 meter menghubungkan dua dusun, yaitu Dusun Mluweh wilayah RT 03 RW 04 dan RT 06 RW 04 Dusun Karanggawang. Bagian jembatan yang jebol mencapai 10 meter. Akibatnya aktivitas warga di dua dusun tersebut terganggu.

Kades Mluweh, Asariyono mengatakan bahwa derasnya air Sungai Loning telah menggerus tanah di sekitar pangkal jembatan yang terletak di wilayah RW 4 tersebut. “Akibatnya, pondasi atau talud jembatan ambrol seluruhnya. Apalagi, beberapa hari ini hujannya lebat sehingga aliran sungai sangat deras,” kata Asariyono, Senin (27/3) kemarin.

Warga harus memutar sejauh dua kilometer untuk dapat mengakses dua dusun tersebut. Beruntung kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa. Meski, reruntuhan jembatan yang ambrol tersebut, juga menimpa pipa saluran air bersih warga setempat. Akibatnya aliran air bersih 200 warga di dua dusun tersebut terganggu. “Ya warga kami akhirnya membeli air bersih, karena pipanya juga pecah,” katanya.

Dikatakannya lebih lanjut, ambrolnya jembatan tersebut terjadi sekitar pukul 07.00. “Luapan air ini dari Hutan Penggaron,” katanya.

Diakui Asariyono, jembatan tersebut memang bangunan lama. Meski begitu, keberadaan jembatan sangat vital bagi warga desa setempat. Setiap harinya, ratusan warga masih memanfaatkan jembatan tersebut untuk akses transportasi baik menggunakan roda dua maupun empat. “Jembatan baru ada, tapi jembatan lama tetap dipakai. Kalau ada warga yang punya hajatan dan terpaksa menutup akses jembatan baru, sehingga warga memakai jembatan lama,” katanya.

Beberapa warga juga mengaku terganggu dengan putusnya jembatan tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Margono, 54, warga Dusun Karanggawang. Setiap harinya ia menggunakan fasilitas jembatan tersebut menuju ke kebun miliknya. “Setiap harinya ya lewat jembatan itu. Lha mau lewat manalagi?” katanya.

Putusnya jembatan tersebut membuat dirinya harus memutar dua kilometer menuju ke kebun miliknya yang berada di dusun sebelah. Biasanya melalui jembatan tersebut, ia hanya perlu waktu 10 menit menuju ke kebun.

Dalam hal ini, pihak Pemdes Mluweh sudah melaporkan ke pihak BPBD Kabupaten Semarang. Pada hari yang sama, Senin (27/3) lalu, petugas dari BPBD Kabupaten Semarang langsung meninjau lokasi. Pihak Pemdes Mluweh berharap penuh atas perhatian Pemkab Semarang untuk memperbaikinya.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan bahwa penanganan jembatan putus di Desa Mluweh menjadi prioritas karena fasilitas umum. Namun, pihaknya masih akan menghitung kebutuhan anggaran perbaikan jembatan tersebut. Mengingat semakin minimnya dana tak terduga, menyusul banyaknya kejadian bencana di Kabupaten Semarang sejak awal Januari 2017.

“Fasilitas umum selalu menjadi prioritas untuk ditangani. Kami kaji dan kami hitung dulu, kira-kira kebutuhannya berapa, mengingat dana TT (tak terduga) tinggal Rp 33 juta,” kata Heru.

Hal yang akan segera dilakukan, imbuh Heru, yaitu memperbaiki pipa saluran air bersih yang pecah akibat tertimpa reruntuhan jembatan. Supaya warga setempat tidak perlu lagi membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Air bersih juga vital. Kalau tidak segera ditangani, kasihan warga harus beli air. Padahal, setiap harinya mereka harus menggunakan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diprediksi, Daftar Caleg saat Injury Time

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - KPU Kota Semarang telah membuka pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) mulai 4-17 Juli. Di hari pertama pendaftaran, Rabu (4/7) kemarin, belum...

Suling Bangun Kebersamaan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Suntikkan semangat gotong royong ke warga, Bupati Kendal, Mirna Annisa, gencarkan Gerakan Dubuh Keliling (Suling) bareng, Jumat (19/1) kemarin. Usai salat subuh...

Napak Tilas Perkembangan Agama Melalui Wisata Religi 

RADARSEMARANG.COM - KABUPATEN Magelang memiliki banyak potensi di dunia pariwisata. Selain wisata alam, heritage dan wisata buatan, ada pula wisata religi. Banyak tempat yang...

Jangan Pelit Apresiasi Walau Sekadar Memuji

RADARSEMARANG.COM - JARUM jam di handphone saya menunjuk pukul tujuh belas kurang empat menit. Sebagian besar karyawan Polda Jateng telah pulang. Namun, Kapolda Irjen...

Buron Sehari, Pembunuh Dukun Dibekuk

KAJEN-Tidak butuh waktu lama bagi petugas Polres Pekalongan untuk membekuk Eko Budiono, 18, warga Dukuh Petungkon RT 2 RW 2, Desa Tembelanggunung, Kecamatan Lebakbarang,...

Ida Fauziyah Minta Restu Rais Aam PBNU 

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Rais Aam PBNU, KH Ma'ruf Amin memberikan restu dan doa kepada Ida Fauziyah dalam pencalonannya sebagai wakil Gubernur Jateng. Restu itu...