Jembatan Kayu Putus, Truk Terjun ke Sungai

657
PUTUS TOTAL: Truk bermuatan batu belah terjun ke Kali Serang setelah jembatan kayu berusia 35 tahun yang dilewati roboh, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PUTUS TOTAL: Truk bermuatan batu belah terjun ke Kali Serang setelah jembatan kayu berusia 35 tahun yang dilewati roboh, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Jembatan kayu  di atas Kali Serang yang menghubungkan Desa Rejosari, Kecamatan Mijen, Demak dengan Desa Karanganyar, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, pagi kemarin (27/3) roboh. Jembatan tersebut ambruk diduga lantaran tak kuat menahan beban saat sebuah truk bermuatan batu belah akan melintas. Akibatnya, truk ikut terjun ke sungai. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, jembatan dengan kerangka besi dan alas kayu itu roboh bermula ketika truk bernopol H 1492 UE yang dikemudikan Anas, 25, dan kernet Muarif, 23, warga Desa Bungo, RT 1 RW 4, Kecamatan Wedung melaju dari arah Desa Karanganyar Welahan menuju Desa Rejosari, Kecamatan Mijen. Selanjutnya truk bermuatan batu belah seberat 7 kubik itu melewati jembatan yang dibuat pada 1982 oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana tersebut.

Nahas, baru sekitar 5 meter melewati jembatan, tiba-tiba jembatan yang sudah berusia 35 tahun itu tidak kuat menahan beban truk. Jembatan dengan panjang 25 meter dan lebar 2,5 meter tersebut sempat bergoyang sebelum akhirnya roboh ke arah kiri hingga putus. Akibatnya, truk terjun ke sungai dalam posisi bagian depan nyungsep ke dalam air. Truk miring ke kiri hingga sebagian muatan batu belah tumpah. Beruntung, sopir dan kernet truk berhasil selamat dari maut. Keduanya berhasil keluar meski bagian depan truk terendam air sungai yang habis banjir.

Seorang warga Nugroho mengaku, jembatan itu menjadi jalan pintas warga jika hendak menuju Welahan, Jepara maupun sebaliknya. ”Kalau lewat jembatan ini paling hanya 2 km, tapi kalau memutar jalan utama bisa sampai 10 km,” katanya.

Ditambahkan, sebenarnya jembatan itu hanya untuk kendaraan roda dua, sepeda, dan pejalan kaki. Sedangkan untuk mobil apalagi truk bermuatan berat harus melewati jalan utama sekitar 10 km dari lokasi. ”Sopirnya benar-benar nekat. Padahal jelas-jelas nggak boleh dilewati mobil,” ucapnya.

Camat Mijen, Agung Widodo, mengatakan, kejadian yang berlangsung sekitar pukul 07.00 tersebut berdampak terhambatnya  lalu lintas kendaraan yang melewati jembatan itu. ”Jembatan Kali Serang itu menjadi akses utama warga Rejosari dalam berkegiatan sehari-hari. Banyak pelajar yang berangkat dan pulang sekolah lewat jembatan itu, termasuk mereka yang akan pergi bekerja,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebenarnya pada 2016, Pemkab Demak telah membuat jembatan permanen dari bahan beton di sisi barat jembatan yang ambrol tersebut. Namun pembangunan jembatan terhenti dan masih dalam tahap tiang pancang.

”Karena itu, kita berharap pembangunan jembatan permanen segera diselesaikan. Sebab, kondisi jembatan lama di sebelahnya sudah tidak dapat dilewati karena ambrol,” harapnya. (hib/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here