Gandeng Peneliti, Percepat Tanggulangi Rob

1897
KERJA CEPAT : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat melakukan foto bersama dengan para peneliti dari LAPAN, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KERJA CEPAT : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat melakukan foto bersama dengan para peneliti dari LAPAN, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN – Akhirnya, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, meresmikan pembangunan tanggul raksasa melintang, dengan lebar 10 meter dan panjang 820 meter, ketinggian tembok tanggul 6 meter, Minggu (26/3) kemarin. Tanggul tersebut, dimaksudkan untuk menanggulangi bencana banjir rob yang melanda 4 desa, yakni Desa Mulyorejo, Jeruksasi, Tegaldowo dan Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Sedangkan untuk mempercepat penanganan bencana banjir rob, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengandeng para peneliti dari Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN).

Di ruang rapat kerja Bupati Pekalongan, Senin (27/3) kemarin, para peneliti tersebut memaparkan rencana kerja penelitian, yang akan dilakukan selama 10 hari, terhadap desa-desa yang terkena bencana rob, yakni 10 desa yang berada di Kecamatan Wonokerto dan Tirto.

Dari hasil penelitian LAPAN tersebut, akan diserahkan ke Pemkab Pekalongan, untuk memberikan solusi dan langkah dalam mempercepat penanganan banjir rob, yang sudah lebih dari 10 tahun menenggelamkan 6500 rumah pada 12 ribu warga di Kecamatan Tirto dan Wonokerto.

Peneliti Muda Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN, Fajar Yulianto, menjelaskan bahwa penelitan yang akan dilakukan oleh para peneiliti LAPAN, fokus pada desa yang terdampak bancana rob yang terparah, yakni Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo dan Karangjompo, Kecamatan Tirto. Menurutnya, penelitian akan dilakukan selama 10 hari, sejak Selasa (28/3) ini, berdasarkan hasil foto dari satelit yang diambil sejak tahun 1988 hingga 2016. Dari hasil foto satelit tersebut, akan dilakukan penelitian secara langsung, mulai dari kedalaman banjir rob, pola gelombang hingga penanganannya.

“Kami melakukan penelitian berdasarkan foto dari satelit. Dari foto, bisa menaksir model kedalaman rob, mulai dari asumsi 50 sentimeter hingga 1,5 meter,” jelas Fajar sambil memperlihatkan foto satelit yang dimiliki oleh LAPAN.

Fajari juga mengatakan bahwa selama ini, pihak LAPAN telah melakukan beberapa penelitian terkait bencana rob yang ada di sepanjang pesisir Pulau Jawa. Penanangannya hampir sama, yakni muncul beberapa sungai baru dan melebar atau meluasnya sungai lama.

Menurutnya, penanganan rob harus disesuaikan dengan kondisi yang ada, yakni berdasarkan penelitan lapangan. Baru diketahui teknik dan cara penangannya, apakah dibuat tanggul raksasa melintang, dibuatkan bendungan atau teknik lainnya.

“Kami sangat yakin dari hasil penelitian ini, akan memberikan solusi percepatan penanganan rob. Karena permasalahan rob di daerah pesisir hampir sama, yakni adanya perluasan sungai lama dan munculnya sungai baru yang menyebabkan air laut masuk ke daratan atau permukiman warga,” kata Fajar.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan akan mengandeng semua pihak untuk menanggulangi bencana banjir rob secepatnya. Karena bencana rob yang ada selama ini, sudah lebih dari 10 tahun hingga menyebabkan kesengasaraan lebih dari 12 ribu warga. “Pemkab menggandeng peneliti LAPAN, untuk mempercepat penanganan bencana rob. LAPAN akan memberikan masukan ke Pemkab Pekalongan,” tegas Bupati Asip. (thd/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here