33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Gandeng Peneliti, Percepat Tanggulangi Rob

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KAJEN – Akhirnya, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, meresmikan pembangunan tanggul raksasa melintang, dengan lebar 10 meter dan panjang 820 meter, ketinggian tembok tanggul 6 meter, Minggu (26/3) kemarin. Tanggul tersebut, dimaksudkan untuk menanggulangi bencana banjir rob yang melanda 4 desa, yakni Desa Mulyorejo, Jeruksasi, Tegaldowo dan Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Sedangkan untuk mempercepat penanganan bencana banjir rob, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengandeng para peneliti dari Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN).

Di ruang rapat kerja Bupati Pekalongan, Senin (27/3) kemarin, para peneliti tersebut memaparkan rencana kerja penelitian, yang akan dilakukan selama 10 hari, terhadap desa-desa yang terkena bencana rob, yakni 10 desa yang berada di Kecamatan Wonokerto dan Tirto.

Dari hasil penelitian LAPAN tersebut, akan diserahkan ke Pemkab Pekalongan, untuk memberikan solusi dan langkah dalam mempercepat penanganan banjir rob, yang sudah lebih dari 10 tahun menenggelamkan 6500 rumah pada 12 ribu warga di Kecamatan Tirto dan Wonokerto.

Peneliti Muda Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN, Fajar Yulianto, menjelaskan bahwa penelitan yang akan dilakukan oleh para peneiliti LAPAN, fokus pada desa yang terdampak bancana rob yang terparah, yakni Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo dan Karangjompo, Kecamatan Tirto. Menurutnya, penelitian akan dilakukan selama 10 hari, sejak Selasa (28/3) ini, berdasarkan hasil foto dari satelit yang diambil sejak tahun 1988 hingga 2016. Dari hasil foto satelit tersebut, akan dilakukan penelitian secara langsung, mulai dari kedalaman banjir rob, pola gelombang hingga penanganannya.

“Kami melakukan penelitian berdasarkan foto dari satelit. Dari foto, bisa menaksir model kedalaman rob, mulai dari asumsi 50 sentimeter hingga 1,5 meter,” jelas Fajar sambil memperlihatkan foto satelit yang dimiliki oleh LAPAN.

Fajari juga mengatakan bahwa selama ini, pihak LAPAN telah melakukan beberapa penelitian terkait bencana rob yang ada di sepanjang pesisir Pulau Jawa. Penanangannya hampir sama, yakni muncul beberapa sungai baru dan melebar atau meluasnya sungai lama.

Menurutnya, penanganan rob harus disesuaikan dengan kondisi yang ada, yakni berdasarkan penelitan lapangan. Baru diketahui teknik dan cara penangannya, apakah dibuat tanggul raksasa melintang, dibuatkan bendungan atau teknik lainnya.

“Kami sangat yakin dari hasil penelitian ini, akan memberikan solusi percepatan penanganan rob. Karena permasalahan rob di daerah pesisir hampir sama, yakni adanya perluasan sungai lama dan munculnya sungai baru yang menyebabkan air laut masuk ke daratan atau permukiman warga,” kata Fajar.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan akan mengandeng semua pihak untuk menanggulangi bencana banjir rob secepatnya. Karena bencana rob yang ada selama ini, sudah lebih dari 10 tahun hingga menyebabkan kesengasaraan lebih dari 12 ribu warga. “Pemkab menggandeng peneliti LAPAN, untuk mempercepat penanganan bencana rob. LAPAN akan memberikan masukan ke Pemkab Pekalongan,” tegas Bupati Asip. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mirna Berencana Lelang Dua Jabatan

KENDAL—Bupati Kendal, Mirna Annisa berencana akan melelang dua jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum terisi dalam pelantikan jabatan pada Selasa (3/1) lalu....

Ganjar Siap Maju Lagi

TEMANGGUNG - Pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 tinggal sekitar 1 tahun lagi. Sejumlah tokoh mulai digadang-gadang untuk maju mencalonkan diri. Partai juga mulai...

Identifikasi Jalur Rempah Nusantara

SEMARANG - Saat ini, tercatat 12 situs aktivitas perdagangan masa lampau secara global di Indonesia yang diperkirakan memiliki keterkaitan sejarah. Kebijakan dari tren pengusulan...

Tiga Pelajar Tak Bisa Ikut Ujian

MAGELANG—Polsek Magelang Utara kemarin mengamankan tiga pelajar sebuah SMK di Kota Magelang. Mereka terjaring razia karena membawa sabuk bermata gir motor. Ketiganya terpaksa tidak...

Mitsubishi Kenalkan Strada Triton Single Cabin

BANJARNEGARA-Menigkatnya perekonomian dan daya beli masyarakat secara nasional, sejurus dengan kebutuhan armada angkutan. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sebagai Agen Tunggal Pemegang Merk...

6.280 Warga Kesesi Belum Rekam E-KTP

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Sebanyak 6.280 warga yang berada di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, hingga Senin (12/03) kemarin, belum melakukan perekaman E-KTP, jumlah tersebut adalah...