Butuh Perda Perlindungan Difabel

996
PEDULI: Ketua DPRD Kota Salatiga Teddy Sulistio membantu mendorong kursi roda penyandang disabilitas. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
PEDULI: Ketua DPRD Kota Salatiga Teddy Sulistio membantu mendorong kursi roda penyandang disabilitas. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Para penyandang disabilitas meminta DPRD Kota Salatiga ikut mengupayakan munculnya peraturan daerah (Perda) yang melindungi dan bisa memberikan akses fasilitas publik yang sama di masyarakat.

Ketua Forum Komunikasi Difabel Salatiga (Fokoes) Rofii menjelaskan, masih banyak perlakuan diskriminasi yang dirasakan para penyandang disabilitas. Sehingga perlu payung hukum, agar mereka diperlakukan sama dan mendapatkan akses serta kesempatan yang sama.

“Kami mengupayakan kegiatan yang bisa membantu para penyandang disabilitas. Kami berusaha bisa mandiri,” jelas Rofii saat menemui ketua DPRD Kota Salatiga Teddy Sulistio, di ruang kerjanya, Senin (26/3). Di Kota Salatiga terdapat sekitar 500 warga, dari anak hingga dewasa, yang memiliki kebutuhan khusus.

Salah satu fasilitator difabel, Anna menuturkan, para anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kebutuhan khusus sering diperlakukan berbeda oleh pemerintah. Ia menyontohkan, saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN), banyak lomba untuk anak–anak dilakukan. “Namun untuk anak, jika ada yang juara, piala diberikan tidak bersama dengan anak lain pada saat upacara, melainkan diberikan tersendiri di kantor Dinas. Padahal anak–anak berharap bisa menerima piala di dalam upacara,” keluhnya.

Sementara itu, Teddy Sulistio setelah mendengarkan paparan menyatakan permintaan maaf yang sebesar-besarnya jika ada kebijakan pemerintahan yang belum ramah terhadap para penyandang disabilitas. “Kami ke depan akan mengupayakan kebijakan bisa mengakomodasi kepentingan rekan-rekan ini,” jelas Teddy.

Ia juga meminta kepada dewan untuk kembali menyusun perda, yang menjadi payung hukum kebijakan pemerintahan. “Dengan masukan ini, tentunya perencanaan bisa dilakukan dalam anggaran perubahan. Mulai dari kantor DPRD ini yang harus bisa memberikan kemudahan akses bagi para penyandang disabilitas,” tuturnya. (sas/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here