33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Awan Setho Siap Merapat

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Kebutuhan kiper tim PSIS Semarang tampaknya bakal segera terpenuhi menyusul kabar merapatnya kiper muda Awan Setho Raharjo ke tim berjuluk Mahesa Jenar dalam waktu dekat ini.

Eks kiper PON Jateng dan Timnas U-19 itu bakal berkostum PSIS musim ini dengan status sebagai pemain pinjaman dari klub asalnya yaitu Bhayangkara FC. Kiper asal Semarang diharapkan bisa menambah jam terbangnya di kompetisi mengingat di bawah mistar Bhayangkara FC lebih ketat lantaran mereka telah dua kiper lainnya yaitu Wahyu Tri Nugroho dan Rully Destrian.

“Sudah ada lampu hijau dari Bhayangkara FC terkait peminjaman Awan karena selama ini komunikasi kami memang sudah berjalan dengan baik. Dan Awan Setho sendiri juga cukup antusias untuk bergabung dengan PSIS. Jadi saya kira ini kabar yang cukup bagus di tengah persiapan kami menghadapi Liga 2,” beber General Manajer PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto.

Lebih lanjut Liluk mengatakan, saat ini tim Mahesa Jenar memang membutuhkan tenaga kiper muda berpengalaman kendati tim polesan coach Subangkit itu juga telah memiliki dua kiper muda yaitu Aji Bayu Putra dan Feri Bagus Kurniawan. Feri Bagus dan Awan Setho adalah sama-sama alumnus tim Jateng di PON Jabar 2016 lalu. Sedangkan  Aji Bayu musim lalu membela PS Badung,”Sejak awal kami memang membutuhkan tenaga Awan untuk bisa bergabung,” sambungnya.

Sementara saat ini kebutuhan pemain tim PSIS saat ini mulai terpenuhi. Selain itu pemain-pemain yang sebelumnya hanya tampil sebagai pelapis saat ini mulai menunjukkan progres positif dan mencuri perhatian coach Subangkit. Di belakang, nama Haudi Abdillah dalam dua pertandingan uji coba terakhir selalu mendapat kepercayaan turun sebagai starter. Bahkan eks center bek PSCS Cilacap itu mampu menjawab kepercayaan dengan tampil bagus. Kemudian di tengah, nama Ahmad Agung kembali diperhitungkan oleh coach Subangkit setelah kemarin tampil 2×45 menit menggantikan peran Saddam Sudarma Hendra di pos gelandang bertahan.

Kemudian di gelandang sayap, Franky Mahendra kembali mencuri perhatian. Di pos tersebut PSIS juga masih memiliki nama Dani Raharjanto, Juni Riyadi dan Jordan Foranda. Yang lebih membuat lega coach Subangkit adalah di pos penggempur. Selain nama Johan Yoga dan Hari Nur kini tim berjuluk Mahesa Jenar memiliki dua nama pemain yang juga siap tampil yaitu Erik Dwi serta Albi Lanju. Bahkan Albi saat ini disebut-sebut sebagai wonderkid Mahesa Jenar musim ini. Pemain alumnus PS Garuda itu juga menyumbang satu gol di laga uji coba versus Persik Kediri kemarin. “Yang jelas saya punya banyak alternatif di lini depan. Erik dan Albi tampil bagus. Hanya saja kondisi fisik Erik memang masih harus dibenahi di sisa waktu ini,” kata coach Subangkit.

Setelah melakoni laga uji coba tandang versus Persik, tim Mahesa Jeenar akan kembali melakoni laga uji coba kandang 2 April mendatang. Kali ini giliran M Yunus dkk akan menjamu Persik Kediri di Stadion Jatidiri Semarang.

Selain terus mempersiapkan diri, PSIS saat ini juga masih terus menanti kepastian kapan kompetisi Divisi Utama atau yang rencananya akan bertitle Liga 2 resmi di putar. “Managers Meeting rencananya akan digelar 30 Maret besok di Jakarta. Jadwal tersebut mundur dari rencana semula yang akan digelar 23 Maret. Ya mudah-mudahan segera ada sinyal positif soal jadwal kompetisi karena kami sudah terlalu lama menunggu ketidakpastian,” sambung Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho. (bas/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tertantang Jadi Anggota Satpol PP

AYUK Tri Yuningrum tak menyangka bisa diterima bekerja sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Tengah. Ia bergabung Satpol PP pada...

Bripda Teguh Dipidana 4 Tahun

SEMARANG – Akibat kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,55 gram, oknum polisi yang bertugas di Polsek Semarang Timur, Bripda Teguh Armaeyanto harus duduk...

Bupati Jamin Ketersediaan Blangko E-KTP

KAJEN - Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, secara mendadak mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pekalongan, Senin (29/5) kemarin. Bupati hendak memastikan...

Pemindahan PKL Tertunda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rencana pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur ke Pasar Klithikan Penggaron, yang sedianya dilakukan kemarin, tertunda. Penundaan...

Ajak Anak Tak Takut pada Polisi

Ratusan anak tersebut berasal dari PAUD Tunas Kasih Sayang Cacaban Magelang Tengah yang menyambangi TK Kemala Bhayangkari 82, Rabu (6/12). Anggota Polres Magelang Kota...

Pajak Mati, Dianggap Tak Bawa STNK

SEMARANG-Perbedaan pendapat terjadi antara Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi dengan praktisi hukum Theodorus Yosep Parera menanggapi keterlambatan pajak kendaraan saat...