Aksioma Diikuti 252 Peserta dari 23 MI

Ajang Berbaur dengan Masyarakat

1178
RESMIKAN AKSIOMA : Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Demak didampingi Kades Sumberejo dan kepala madrasah se-Kecamatan Mranggen membuka Aksioma di MI Nashriyah Sumberejo, Sabtu (25/3) kemarin. (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESMIKAN AKSIOMA : Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Demak didampingi Kades Sumberejo dan kepala madrasah se-Kecamatan Mranggen membuka Aksioma di MI Nashriyah Sumberejo, Sabtu (25/3) kemarin. (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Sebanyak 252 peserta dari 23 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, ambil bagian dalam Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) yang diadakan di MI Nashriyah Sumberejo, Sabtu (25/3) kemarin. Nantinya pemenang di setiap nomor yang dilombakan akan mewakili Kecamatan Mranggen dalam Aksioma tingkat kabupaten dan seterusnya di tingkat provinsi dan nasional.

Ketua Aksioma 2017, Sairul Anwar, mengatakan, Aksioma merupakan kegiatan yang gelar di bawah Kementerian Agama (Kemenag) dan ditujukan sebagai ajang seleksi dan penjaringan siswa-siswi yang berprestasi dalam bidang seni dan olahraga. “Pemenang akan disiapkan dalam Aksioma tingkat kabupaten April mendatang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Berbagai nomor yang diperlombakan, meliputi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan pidato. Di bidang olahraga meliputi 4 cabang yakni, lari, lompat jauh, lompat tinggi, dan tenis meja. Aksioma yang rutin digelar 2 tahun sekali itu, tidak hanya digelar di MI Nashriyah, sebagian nomor seperti MTQ dan Pidato dihelat di tempat ibadah sekitar madrasah tersebut.

Sairul berharap keberadaan madrasah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Setidaknya 3 musala yang digunakan untuk lomba, tersebar di 2 RT. Dengan begitu, peserta dapat membaur dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar,” tuturnya.

Sairul mengatakan, semua itu dilakukan agar perlombaan tetap berlangsung kondusif serta terjaganya nilai-nilai tradisi yang ada sudah melekat di daerah perkampungan. “Tak semua modernitas itu baik. Makanya, membaur jadi satu dengan masyarakat, juga memberikan hiburan dan tontonon positif,” ungkapnya.

Sementara itu, peringkat 1 lomba lompat jauh, Nanika Vitasari mengaku terkesan dan siap berprestasi lebih ke depannya. Menurutnya, persiapan matang sudah dilakukannya sejak jauh-jauh hari. “Tidak menyangka akan meraih juara pertama. Namun saya menargetkan kemenangan di tingkat kabupaten, April mendatang,” ujar siswa kelas IV MI Nashriyah tersebut.

Sebelumnya, pembukaan Aksioma dibuka resmi oleh Kasi Pendidikaan Madrasah Kementrian Agama Kabupaten Demak, Juair SAg, MM. Selanjutnya, Aksioma tingkat kabupaten akan digelar di MI Negeri Guntur, 8 April mendatang. (sct/mg28/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here