33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

8000 Rumah Tak Layak Huni Belum Tertangani

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN-Lantaran bencana banjir rob di dua kecamatan, yakni Kecamatan Wonokerto dan Tirto, Kabupaten Pekalongan, selama 10 tahun terakhir, belum tertangani dengan maksimal. Berdasarkan database di Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Pekalongan, khususnya yang berada di daerah bencana rob mencapai 8000 lebih.

Hal itu disampaikan Kabid Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Pekalongan, Rudi Sulaiman, di sela-sela rapat penanganan bencana di ruang kerja Bupati Pekalongan, Senin (27/3) kemarin.

Rudi Sulaiman mengungkapkan bahwa dari pendataan yang dilakukan oleh Dinsosnakertrans Kabupaten Pekalongan sejak 2004, jumlah rumah tidak layak huni mencapai angka 8000-an. Sebagian besar rumah tidak layak huni tersebut, berada di Kecamatan Wonokerto dan Tirto, dan beberapa daerah lain yang tersebar di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. “Untuk tahun ini, baru tertangani baru 165 rumah tidak layak huni,” ungkap Rudi.

Rudi juga mengatakan bahwa Dinsosnakertrans Kabupaten Pekalongan dalam penanganan rumah tidak layak huni memang agak ketat. Yakni harus memenuhi beberapa unsur atau persyaratan untuk mendapatkan bantuan. Ketiga unsur tersebut, meliputi lantai, dinding dan atap dalam kondisi rusak dan tidak hanya satu rumah. Namun harus berkelompok, lebih dari satu rumah. “Terbatasnya penanganan rumah tidak layak huni, karena minimnya anggaran yang dimiliki oleh Pemkab Pekalongan,” kata Rudi Sulaiman.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menegaskan bahwa untuk menangani rumah tidak layak huni, telah membuat program Bang Rudi, yakni Ayo Membangun Rumah Sendiri. Program tersebut dibiayai dari uang pribadi, dengan hanya membantu material utama yang dibutuhkan warga. Kemudian warga di sekitar rumah tidak layak huni tersebut, bergotong royong, baik ikut pengadaan material atau tenaga. “Inti dari program Bang Rudi ini, ada kegotongroyongan oleh warga masyakat sekitar. Dan satu tahun berjalan ini sudah 200 rumah yang dibangun, ” tegas Bupati Asip. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Akademi Pradigta Luluskan 30 Wisudawati

BATANG - Menjadi pilot projet di Jawa Tengah, Akademi Pradigta Batang, sebuah lembaga pendidikan kader perempuan miskin, disabilitas dan kelompok marjinal pedesaan, meluluskan 30 wisudawati. Bertempat...

Kemah Pelajar, Pertahankan Budaya Lokal

KAJEN–Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pekalongan menyelenggarakan, Kemah Budaya Pelajar SMA dan SMK se Kabupaten Pekalongan, di Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap,...

Ratusan Warga Manfaatkan Layanan Kesehatan Gratis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Indonesia Power bekerjasama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jateng menggelar pengobatan gratis di RW IX Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, kemarin. Ratusan warga...

UM Magelang Raih Hibah Penelitian Dikti Rp2,8 M

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Sebanyak 32 proposal dosen UM Magelang yang lolos dalam Hibah Dana Peneltian dan Pengabdian Kemenristek Dikti Tahun 2018 berhasil mendapatkan dana...

Perjuangkan Reformasi Lembaga Peradilan

ADVOKAT Dini S Purwono SH MML menjadi salah satu dari 15 calon legislatif yang diwawancari juri independen di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai...

Hotel Budget Terlalu Banyak di Semarang

SEMARANG - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah berharap pembangunan hotel budget atau di Kota Semarang dihentikan. Semakin banyaknya hotel bertarif ekonomis...