Wali Kota: Tak Ada Biaya Tambahan Selain ONH

320
SEMOGA MABRUR: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyalami jamaah haji yang mendapat sosialisasi di halaman Balai Kota Semarang, Jumat (24/3).
SEMOGA MABRUR: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyalami jamaah haji yang mendapat sosialisasi di halaman Balai Kota Semarang, Jumat (24/3).

SEMARANG – Penambahan kuota jamaah haji 2017 disambut gembira oleh masyarakat Kota Semarang. Guna persiapan tersebut, Pemkot Semarang mengundang para calon jamaah haji dalam Sosialisasi Keberangkatan Calon Jamaah Haji Kota Semarang Tahun 2017 di halaman Balai Kota, Jumat (24/3).

Menurut Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, ibadah haji merupakan panggilan. ”Termasuk kaitannya dalam penambahan kuota jamaah haji tahun ini. Sudah mengantre lama, tiba-tiba kuota haji ditambah dan Insya Allah dapat berangkat tahun ini,” tuturnya.

Data dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, sejak 2013, kuota keberangkatan calon jamaah haji dipangkas sebanyak 10-20 persen jamaah. Saat ini kuota tersebut dikembalikan menjadi 2.061 jamaah atau terdapat kenaikan sebesar 351 jamaah.

Wali kota juga menegaskan bahwa nantinya tidak akan ada biaya untuk transportasi ke Donohudan karena biaya tersebut telah masuk di dalam anggaran. ”Saya berharap jamaah haji di Kota Semarang ketika membayar Ongkos Naik Haji (ONH) adalah biaya mulai dari asrama haji, ibadah di Makkah, Madinah, dan kembali ke Semarang, tidak ada tambahan lagi,” tegasnya.

Untuk itu pihaknya perlu masukan dari para calon jamaah jika kemudian muncul biaya-biaya yang lain agar dapat dianggarkankan di tahun berikutnya. ”Saya berdoa semoga para jamaah haji bisa dilimpahkan kesehatan dan keberkahan sehingga bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci dan kembali ke tanah air serta mendapat predikat menjadi haji yang mabrur,” pungkas wali kota diamini para peserta.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Farhani, mengungkapkan bahwa prinsip dasar penambahan haji adalah pengembalian potongan kuota haji yang sebesar 20 persen sejak 2013. ”Jawa Tengah mendapat kuota sebesar kurang lebih 29.500 jamaah dan dipotong 20 persen sejak tahun 2013, Alhamdulillah tahun ini dikembalikan,” ujarnya.

Selain itu Jawa Tengah juga mendapatkan tambahan kuota sebanyak 10.000 jamaah yang dibagi secara proporsional kepada 34 kabupaten dan kota. ”Dan saya yakinkan bahwa terkait penambahan kuota tersebut, calon jamaah haji yang maju berdasarkan nomor urut,” tuturnya. Ia juga meminta seluruh jamah yang hadir untuk berdoa agar hingga saat keberangkatan jumlah tersebut tetap utuh yaitu sebanyak 2.061 jamaah. (zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here