Kompetisi Pengusaha Muda, Battlepreneur

Tak Berinovasi dalam Bisnis, Tergilas Pendatang Baru

598
PESERTA BATTLEPRENEUR: Puluhan peserta dari komunitas, organisasi mahasiswa dan media sosial di Kota Semarang mengikuti acara Battlepreneur di Abble Coffee, Jalan Singosari Raya Nomor 1 Semarang, Sabtu (25/3) kemarin. (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PESERTA BATTLEPRENEUR: Puluhan peserta dari komunitas, organisasi mahasiswa dan media sosial di Kota Semarang mengikuti acara Battlepreneur di Abble Coffee, Jalan Singosari Raya Nomor 1 Semarang, Sabtu (25/3) kemarin. (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Puluhan peserta dari komunitas, organisasi mahasiswa dan media sosial di Kota Semarang tampak bersaing ketat mengikuti acara Battlepreneur yang digelar di Abble Coffee, Jalan Singosari Raya Nomor 1 Semarang, Sabtu (25/3) kemarin.

SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA

ADALAH Prahendita Putri, owner Custompedia keluar sebagai pemenang dalam ajang Battlepreneur yang digelar sejak pukul tiga sore, Jalan Singosari Raya Nomor 1 Semarang, Sabtu (25/3) kemarin. Prahendita sebelumnya bersaing ketat dengan sebelas orang pengusaha muda yang mempresentasikan strategi serta solusi untuk menyelesaikan berbagai tantangan bisnis dalam ajang Battlepreneur.

Custompedia merupakan perusahaan industri kreatif yang menjual produk desain menarik yang dapat diaplikasikan di berbagai jenis media. Setiap konsumen bebas untuk custom desain sesuai keinginannya. ”Saya senang sekali bisa ikut kompetisi Battlepreneur meski agak gak percaya dinobatkan jadi juara,” tutur Prahendita.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Prahendita merasa para pesaingnya merupakan para pelaku bisnis yang menggeluti usahanya cukup lama. Bahkan, ia sendiri merasa tak memiliki trik khusus untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Baginya, ketekunan, keuletan dan inovasi merupakan kunci dalam memajukan sebuah usaha.

”Makanya, bersama peserta yang lain, kami belajar banyak tentang bagaimana menyelesaikan tantangan bisnis di masa mendatang. Selain itu, kita bisa saling sharing dan support. Semoga acara semacam ini, sering diadakan untuk memajukan pengusaha muda di Kota Semarang,” harapnya.

Menurut salah satu juri, Johanis Adityawan, Prahendita Putri berhasil memaparkan solusi dari tantangan bisnis dengan baik menggunakan analisis SOSTAC (Situation Analysis, Objective, Strategy, Tactic, Action dan Control).

”Dari kesekian peserta, Prahendita pantas menjadi juara lantaran strategi yang digunakanya dalam case study merupakan taktik terlengkap yang tidak dimiliki para pesaingnya,” tutur Joe.

Turut menghadirikan Dico Trirosandi (owner Dokter Laptop) dan Gatot Hendraputra (Band Leader Impala Space) sebagai pembicara dalam Battlepreneur. Mereka berbagi wawasan seputar entrepreneurship dan creativity. Selain itu, mereka juga menyampaikan tip bagi para youthpreneur yang sedang membangun bisnisnya untuk lebih maju dan berkembang.

”Ketika memulai bisnis, kita harus mengenali bisnis apa yang digeluti. Setelah digeluti, kita harus mengenali apa keunggulan dari bisnis tersebut. Apa yang membuat orang lebih memilih bisnis kita dibanding yang lain,” ungkap Dico.

Selain itu, katanya, kreativitas bisa dilakukan dengan memahami market bisnis, serta apa saja kebutuhan yang dapat diselesaikan dalam melakukan bisnis. Youthpreneur, perlu melakukan survei berkala bagi bisnisnya, apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam bisnis yang dijalaninya, bagaimana perubahan gaya hidup dan kebutuhan pelanggan. Dari hasil survei tersebut, youthpreneur bisa membuat target yang terukur untuk dicapai.

”Jika kita tidak berinovasi dan tidak bisa menciptakan kreativitas baru, kita otomatis akan tersingkir oleh pendatang baru. Inovasi yang dibuat dapat mempertimbangkan kebutuhan dari para pelanggan bisnis kita,” imbuhnya.

Harapannya, Battlepreneur dapat menciptakan youthpreneur yang tangguh dalam menghadapi tantangan-tantangan bisnis di tahun-tahun awal sehingga bisa sustain lebih lama. Selain itu, para youthpreneur khususnya di Kota Semarang, lebih membuka diri untuk berkumpul maupun berbagi dalam komunitas-komunitas bisnis yang berisi orang-orang satu visi di bidang entrepreneurship. (*/ida/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here