33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

HTI Kenalkan Bendera Islam

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN – Puluhan anggota organisasi masyarakat (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten Semarang long march kenalkan bendera yang pernah digunakan Rasulullah pada masanya, Minggu (26/3). Yaitu bendera Al Liwa dan Ar Royah.

Semua anggota long march menggunakan kendaraan dengan berkeliling di lima kecamatan. Diawali di Kecamatan Sumowono, menuju Kecamatan Bandungan, Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Bawen dan berakhir di Kecamatan Bergas. Sembari mengibarkan bendera puluhan anggota ormas tersebut menyebarkan brosur terkait dengan makna tulisan dari bendera-bendera tersebut.

Koordinator aksi, Heru, 33, mengatakan hal itu sebagai bentuk reaksi tentang anggapan masyarakat awam terkait bendera-bendera ke-Islaman. “Ini sosialisasi panji Rosulullah. Ini adalah upaya kita dalam mengedukasi masyarakat yang selama ini terkait simbol Islam seperti bendera ini yang salah paham,” kata Heru.

Dikatakan Heru, banyaknya masyarakat awam yang menganggap panji Islam tersebut sebagai simbol radikalisme merupakan sebuah kesalahan. “Ada yang beranggapan ini benderanya ISIS. Itu jelas salah,” katanya.

Meski HTI sendiri menggunakan bendera tersebut sebagai lambang ormas, namun Heru menegaskan jika bendera tersebut bukan milik dari HTI. “Namun ini adalah bendera umat Islam. Malah ada yang ekstrem, menuduh ini adalah bendera teroris. Nah ini kan yang tidak tepat,” ujarnya. Dijelaskan Heru, arti dan penggunaan bendera tersebut juga sudah diatur dalam hadist yang sahih.

Maraknya kabar yang mengatakan jika berbagai ormas Islam mencoba mengganti ideoligi bangsa melalui perubahan bendera juga dibantah Heru dengan tegas. “Kesalahpahaman masyarakat di situ, bagi kita haram hukumnya untuk memberontak. Apalagi mengganti bendera negara dengan bendera ini,” tegas Heru yang juga anggota dari Pusat Kajian Bantuan Hukum HTI. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...