HTI Kenalkan Bendera Islam

1157
KENALKAN BENDERA: Puluhan anggota HTI Kabupaten Semarang lakukan long march kenalkan bendera yang diyakini sebagai simbol keIslaman, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KENALKAN BENDERA: Puluhan anggota HTI Kabupaten Semarang lakukan long march kenalkan bendera yang diyakini sebagai simbol keIslaman, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Puluhan anggota organisasi masyarakat (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten Semarang long march kenalkan bendera yang pernah digunakan Rasulullah pada masanya, Minggu (26/3). Yaitu bendera Al Liwa dan Ar Royah.

Semua anggota long march menggunakan kendaraan dengan berkeliling di lima kecamatan. Diawali di Kecamatan Sumowono, menuju Kecamatan Bandungan, Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Bawen dan berakhir di Kecamatan Bergas. Sembari mengibarkan bendera puluhan anggota ormas tersebut menyebarkan brosur terkait dengan makna tulisan dari bendera-bendera tersebut.

Koordinator aksi, Heru, 33, mengatakan hal itu sebagai bentuk reaksi tentang anggapan masyarakat awam terkait bendera-bendera ke-Islaman. “Ini sosialisasi panji Rosulullah. Ini adalah upaya kita dalam mengedukasi masyarakat yang selama ini terkait simbol Islam seperti bendera ini yang salah paham,” kata Heru.

Dikatakan Heru, banyaknya masyarakat awam yang menganggap panji Islam tersebut sebagai simbol radikalisme merupakan sebuah kesalahan. “Ada yang beranggapan ini benderanya ISIS. Itu jelas salah,” katanya.

Meski HTI sendiri menggunakan bendera tersebut sebagai lambang ormas, namun Heru menegaskan jika bendera tersebut bukan milik dari HTI. “Namun ini adalah bendera umat Islam. Malah ada yang ekstrem, menuduh ini adalah bendera teroris. Nah ini kan yang tidak tepat,” ujarnya. Dijelaskan Heru, arti dan penggunaan bendera tersebut juga sudah diatur dalam hadist yang sahih.

Maraknya kabar yang mengatakan jika berbagai ormas Islam mencoba mengganti ideoligi bangsa melalui perubahan bendera juga dibantah Heru dengan tegas. “Kesalahpahaman masyarakat di situ, bagi kita haram hukumnya untuk memberontak. Apalagi mengganti bendera negara dengan bendera ini,” tegas Heru yang juga anggota dari Pusat Kajian Bantuan Hukum HTI. (ewb/zal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here