Beri Kesempatan Bumi ”Bernapas”

306
JAM BUMI: Karyawan Star Hotel Semarang saat menyalakan lilin dalam sebuah gelas yang ditata membentuk angka 60 dan tulisan Earth Hour, Sabtu (25/3) malam. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JAM BUMI: Karyawan Star Hotel Semarang saat menyalakan lilin dalam sebuah gelas yang ditata membentuk angka 60 dan tulisan Earth Hour, Sabtu (25/3) malam. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMRANG – Kampanye penghematan energi atau yang lebih dikenal dengan Earth Hour kali pertama diselanggarakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) dan Leo Burnett, pada 2007. Partisipasi kampanye Earth Hour pun semakin tinggi.

Seperti sejumlah manajemen hotel di Kota Semarang, Sabtu (25/3) malam lalu, turut menggelar kampanye Earth Hour, dengan mematikan listrik selama 60 menit dan mengganti cahaya lampu dengan lilin sebagai penerangan. Seperti yang dilakukan manajemen Hotel Ciputra Semarang, Star Hotel, Neo Hotel dan Dafam Hotel.

Hotel Ciputra Semarang (HCS) contohnya yang mengganti gemerlap lampu dengan redupnya cahaya lilin. Bahkan suasana perayaan Earth Hour telah dimulai sejak pintu masuk area parkir dengan nyala lampu yang redup.

General Manager HCS, Ida Bagus Ardna mengatakan jika kegiatan Earth Hour telah menjadi agenda tahunan dan selalu dilakukan serentak oleh Swiss-Belhotel Internasional manajemen yang membawahi HCS. ”Aksi ini kami lakukan karena merupakan salah satu wujud efisiensi energi yang bisa dilakukan semua orang dengan cara sederhana. Selama ini kita yang menghirup napas di bumi, bisa dibilang Earth Hour adalah momen yang kita berikan kepada bumi untuk bernapas sejenak dari tekanan-tekanan yang kita hasilkan. Hal kecil, jika dilakukan bersama-sama, akan besar manfaatnya,” katanya.

Hampir sama dengan HCS, Neo Hotel Candi Semarang, menggunakan media sumbu kompor yang telah ditempatkan di dalam wadah untuk memperingati Earth Hour. Selama kurang lebih satu jam, pihak manajemen hotel mematikan semua alat elektronik, mulai dari AC, televisi, lampu dan lainnya untuk mengurangi efek rumah kaca dan pemanasan global yang terjadi di bumi. ”Pihak hotel sangat konsen dengan lingkungan, untuk itu kami rutin melakukan penghematan energi,” tutur Vincentia Nurullita Indriani, Sales Executive Neo Hotel Candi Semarang.

Sementara di Hotel Dafam Semarang, perayaan Earth Hour dilakukan dengan cara yang berbeda. Ketika masuk di lobi hotel para tamu dengan para staf dan karyawan hotel menyalakan glowstick yang dibagikan gratis sebagai media penerang selama lampu dimatikan. ”Pemakaian glowstick berbahan kimia fosfor yang kami lakukan untuk meminimalisir penggunaan media penerang dari api seperti lilin atau obor yang mana malah menghasilkan asap dengan emisi zat karbondioksida,” terang Ari Gunarso selaku Marcom Hotel Dafam Semarang. (den/zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here