33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Banjir Bandang Seret Warga

Ditemukan Tewas Bersama Motornya

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

MUNGKID— Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Magelang sejak beberapa hari terakhir, mengakibatkan sejumlah bencana. Mulai banjir hingga angin kencang. Satu warga dilaporkan meninggal dunia.

Korban meninggal bernama Riza Umi Qulsum, 35, warga Dusun Semen, Desa Trenten, Kecamatan Candimulyo. Korban meninggal setelah terseret banjir dari Sungai Laren yang meluap. Informasi yang dihimpun koran ini, korban hendak pulang ke rumah pada Jumat (24/3) malam.

Malam itu, hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Untuk pulang ke rumah, korban melwati jalan desa Kebonrejo-Trenten. Sesampainya di jembatan Sungai Laren, tiba-tiba banjir menerjang. Biasanya, Sungai Laren debit airnya sangat kecil. Namun, malam itu, banjir bandang menggulung sungai. Akibatnya, pagar jembatan roboh.

Korban yang mengendarai motor AA 4009 KK ikut terbawa arus sungai. ”Keluarga sempat melaporkan ke Polsek bahwa korban hilang dan tidak pulang,” kata Kapolsek Candimulyo, AKP Muh Fadil, kemarin.

Berbekal keterangan keluarga korban, polisi melakukan pencarian pada Sabtu (25/3). Pencarian dilakukan mendasari SMS terakhir korban yang meminta dijemput di sekitar jembatan Laren. Bersama warga, polisi bahu-membahu menyisir lokasi. Mereka pun menemukan petunjuk, berupa beberapa bagian motor.

Baru pada Sabtu (25/3) sore, pukul 16.00, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Saat ditemukan, jasad korban masih mengenakan mantol (jas hujan, red). ”Korban ditemukan terseret sekitar 2 kilometer.”

Jenasah korban lantas dievakuasi oleh sejumlah warga, relawan, anggota TNI, dan Polri. Setelah divisum, korban dibawa ke rumah duka. Hasil pemeriksan, korban meninggal akibat benturan.

Sementara itu, selain banjir, angin kencang juga dikabarkan menerjang wilayah Kecamatan Sawangan dan Srumbung. Puluhan rumah rusak. Kejadian itu membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah. Angin kencang menerjang sekitar pukul 14.00.

Rumah-rumah warga yang rusak berada di beberapa dusun di Desa Jatin dan Desa Gantang, Kecamatan Sawangan. Rinciannya, 24 rumah di Dusun Genteran dan 31 rumah di Dusun Gumuk. Dua dusun ini berada di Desa Jati Sawangan. Sedangkan 7 rumah berada di Dusun Banyuurip, Desa Gantang, Sawangan.
Kepala Dusun Genteran, Sami, 63, mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa angin kencang. “Namun, 62 rumah warga kami, mengalami rusak ringan dengan kebanyakan genteng atap rumah berjatuhan dan berhamburan.
Angin juga merobohkan pohon dan menimpa rumah milik Agus Suwarno, 32, di Dusun Ngelorejo, Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengatakan, hujan deras belakangan masih terus mengguyur wilayah Kabupaten Magelang. Musim penghujan diprediksi masih akan berlangsung hingga bulan depan. (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pasar Banyumanik Jadi Tempat Tinggal

SEMARANG—Pasar Banyumanik Semarang kini sudah beralih fungsi. Sebagian besar kios kini dijadikan tempat tinggal layaknya rumah kontrakan. Tercatat, tinggal delapan kios yang masih aktif...

Wali Kota Tegal Jadi Saksi

SEMARANG-Wali Kota Tegal nonaktif, Siti Masitha dan mantan Ketua Partai Nasdem Brebes, Amir Mirza dihadirkan sebagai saksi oleh Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi...

10 Tahun Hidup Dipasung Warga

BREBES-Sedih dan sungguh memprihatinkan. Dawud, 35, warga Desa Bulakelor, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes tak bisa merasakan nikmatnya hidup normal. Setelah diduga mengalami gangguan jiwa,...

Misi Revans Sahabat

SEMARANG - Kompetisi basket putri Indonesia akan memasuki seri ke 3 yang akan digeber Senin (17/4) hingga Sabtu (22/4) di GOR Sahabat, Semarang. Sebanyak...

Windari Dicopot, Diganti Latif

RADARSEMARANG.COM - KARIR Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertanahan Nasional pada Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Windari...

Harus Dilokalisir dan Dipantau

MENANGGAPI maraknya pelaku homoseksual yang semakin berani menunjukkan identitas dirinya kepada khalayak, Psikolog Unika Soegijapranata Drs DP Budi Susetyo, M Si menyampaikan hal itu...