Banjir Bandang Seret Warga

Ditemukan Tewas Bersama Motornya

641
EVAKUASI : Korban Riza Umi Qulzum, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir bandang di Kecamatan Candimulyo. (SAR KABUPATEN MAGELANG UNTUK RADAR KEDU)
EVAKUASI : Korban Riza Umi Qulzum, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir bandang di Kecamatan Candimulyo. (SAR KABUPATEN MAGELANG UNTUK RADAR KEDU)

MUNGKID— Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Magelang sejak beberapa hari terakhir, mengakibatkan sejumlah bencana. Mulai banjir hingga angin kencang. Satu warga dilaporkan meninggal dunia.

Korban meninggal bernama Riza Umi Qulsum, 35, warga Dusun Semen, Desa Trenten, Kecamatan Candimulyo. Korban meninggal setelah terseret banjir dari Sungai Laren yang meluap. Informasi yang dihimpun koran ini, korban hendak pulang ke rumah pada Jumat (24/3) malam.

Malam itu, hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Untuk pulang ke rumah, korban melwati jalan desa Kebonrejo-Trenten. Sesampainya di jembatan Sungai Laren, tiba-tiba banjir menerjang. Biasanya, Sungai Laren debit airnya sangat kecil. Namun, malam itu, banjir bandang menggulung sungai. Akibatnya, pagar jembatan roboh.

Korban yang mengendarai motor AA 4009 KK ikut terbawa arus sungai. ”Keluarga sempat melaporkan ke Polsek bahwa korban hilang dan tidak pulang,” kata Kapolsek Candimulyo, AKP Muh Fadil, kemarin.

Berbekal keterangan keluarga korban, polisi melakukan pencarian pada Sabtu (25/3). Pencarian dilakukan mendasari SMS terakhir korban yang meminta dijemput di sekitar jembatan Laren. Bersama warga, polisi bahu-membahu menyisir lokasi. Mereka pun menemukan petunjuk, berupa beberapa bagian motor.

Baru pada Sabtu (25/3) sore, pukul 16.00, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Saat ditemukan, jasad korban masih mengenakan mantol (jas hujan, red). ”Korban ditemukan terseret sekitar 2 kilometer.”

Jenasah korban lantas dievakuasi oleh sejumlah warga, relawan, anggota TNI, dan Polri. Setelah divisum, korban dibawa ke rumah duka. Hasil pemeriksan, korban meninggal akibat benturan.

Sementara itu, selain banjir, angin kencang juga dikabarkan menerjang wilayah Kecamatan Sawangan dan Srumbung. Puluhan rumah rusak. Kejadian itu membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah. Angin kencang menerjang sekitar pukul 14.00.

Rumah-rumah warga yang rusak berada di beberapa dusun di Desa Jatin dan Desa Gantang, Kecamatan Sawangan. Rinciannya, 24 rumah di Dusun Genteran dan 31 rumah di Dusun Gumuk. Dua dusun ini berada di Desa Jati Sawangan. Sedangkan 7 rumah berada di Dusun Banyuurip, Desa Gantang, Sawangan.
Kepala Dusun Genteran, Sami, 63, mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa angin kencang. “Namun, 62 rumah warga kami, mengalami rusak ringan dengan kebanyakan genteng atap rumah berjatuhan dan berhamburan.
Angin juga merobohkan pohon dan menimpa rumah milik Agus Suwarno, 32, di Dusun Ngelorejo, Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengatakan, hujan deras belakangan masih terus mengguyur wilayah Kabupaten Magelang. Musim penghujan diprediksi masih akan berlangsung hingga bulan depan. (vie/isk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here