Aplikasi Pemilos Menangkan Krenova

715
KARYA INOVASI : Warga Kota Magelang menyumbangkan ide-idenya melalui sebuah karya dalam ajang Krenova 2017.
KARYA INOVASI : Warga Kota Magelang menyumbangkan ide-idenya melalui sebuah karya dalam ajang Krenova 2017.

MAGELANG – Aplikasi Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) karya siswa kelas X SMA Negeri 4 Magelang, R Maulana Ulhaq Sadya K berhasil memenangkan lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova) Kota Magleang tahun 2017. Sementara urutan kedua diraih Adi Maradona. Warga Ngentak Plalangan, Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah ini membuat karya berupa miniatur militer dari daur ulang. Diantaranya, berupa pesawat tempur, mobil tank, jeep, kapak perang, dan mobil baracuda.

Disusul peringkat tiga oleh Suroso warga Panjang Baru, Kelurahan Gelangan yang menyuguhkan karya Toyotro Aji. Karya ini  merupakan cairan hasil inovasi dengan bahan sederhana, murah dan ramah lingkungan. Manfaatnya sebagai lapisan, agar warna logam menjadi putih dan memiliki daya tahan lebih lama, hingga lima bulan. Atas tangan kreatif Suroso, lulusan SMP ini mencuri hati juri untuk memberikan nilai 80,81.

“Ketiga karya itu bersama tujuh karya lain akan diajukan pada lomba serupa di tingkat Jawa Tengah,” kata Ketua Tim Juri dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Magelang, Andjar Prasetyo.

Terkait pemenang Krenova, ia menjelaskan, aplikasi Pemilos itu menjawab kekurangan-kekurangan dalam pemilihan ketua OSIS selama ini. Pasalnya, ada yang menggunakan hak suara, ada juga yang memilih golongan putih (golput). Belum lagi soal kertas suara yang kurang, atau rusak seperti sobek.

“Selain itu, untuk mengantisipasi pemilih menggunakan hak suara dua kali, karena setiap pemilih diberi password,” jelas dia. Keunggulan aplikasi tersebut dapat menghitung hasil pemilihan dengan akurat dan tersimpan dalam local storage.

Kepala Balitbang Kota Magelang Arif Barata Sakti menjelaskan, peserta Krenova tahun ini meningkat signifikan. Sebelumnya, hanya 19 peserta, kini menjadi 39 peserta. “Tapi yang datang memresentasikan karyanya hanya 36 peserta,” imbuh Arif.

Peserta terbagi dalam tujuh kategori. Yakni, rekayasa dan manufaktur, kerajinan dan industri rumah tangga, kehutanan dan lingkungan hidup, energi, pendidikan, agribisnis dan pangan, kesehatan obat-obatan dan kosmetik. (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here