Tak Beli Followers, Takut Kena Hack

542
MENGEJAR FOLLOWERS: Alsa, yang berprofesi sebagai model setiap saat selalu mengecek akun Instagramnya. Ia mengaku jika followers-nya asli bukan hasil pembelian. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGEJAR FOLLOWERS: Alsa, yang berprofesi sebagai model setiap saat selalu mengecek akun Instagramnya. Ia mengaku jika followers-nya asli bukan hasil pembelian. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SAAT ini, Jeihan Savira memiliki bisnis jasa make up. Ia merintis usahanya itu sejak 2015. Untuk promosi bisnisnya itu, Jeihan menggunakan media sosial, salah satunya Instagram.

Pemilik akun Instagram @jeismakeup ini memiliki jumlah followers atau pengikut sebanyak 3.254. Jumlah followers itu didapat dalam waktu hampir 2 tahun. Ia mengaku tidak pernah membeli followers untuk lebih memperkenalkan produknya.

“Aku gak ada niatan buat beli followers, soalnya sekarang kan banyak penipuan. Lagian takut kalo akunnya kena hack,” ujar Jeihan kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Jeihan mengaku mendapatkan followers dengan cara kreatif. Di antaranya, dia selalu memasang foto yang  memikat pengguna Instagram.  “Seperti pengambilan angle foto yang tepat, pemilihan lokasi yang instagramable serta pencahayaan yang cerah,” katanya membagikan tips.

Dengan jumlah pengikut mencapai 3.000-an lebih dan semuanya asli bukan hasil pembelian, Jeihan merasakan cukup efektif dalam mempromosikan usahanya. “Setidaknya bisa dibuktikan dari jumlah like setiap saya upload foto. Jumlahnya like selalu tinggi, sebanding dengan jumlah followers saya,” ujarnya.

Salah satu penjual followers Instagram, Yogi Akbar, mengaku tertarik bisnis ini karena potensinya besar. Apalagi sejak marak penggunaan media sosial Instagram saat ini.  Berbekal handphone dan nomor rekening bank, ia mulai mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Melalui akun Line yang dimilikinya, ia menawarkan paket followers sesuai dengan kantong konsumen. Mulai harga Rp 10 ribu  hingga Rp 200 ribu. “Semakin mahal semakin banyak pengikutnya, dan semakin lama jangka waktunya,” jelasnya.

Yogi mengaku, kliennya kebanyakan para pemilik usaha baik online shop maupun pebisnis offline.

Untuk tipe followers yang dijual dibagi menjadi beberapa kategori, yakni followers aktif  dan  pasif, followers yang bisa nge-like atau hanya subscribe. “Pokoknya kalau mau beli, pasti nambah followers-nya,” ujarnya

Cara membelinya relatif mudah. Tinggal kirim username tanpa password, sehingga keamanan dari akun konsumennya terjaga dengan baik. Selain itu, cara pembayarannya pun mudah, cukup dengan transfer via bank ataupun menggunakan pulsa telepon. (mg29/aro)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here