Mahesa Jenar Masih Seret Gol

331
BERJIBAKU: Pemain PSIS Franky Mahendra berhasil mempertahankan bola dari hadangan pemain Persik, saat laga uji coba di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (25/3) sore. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)
BERJIBAKU: Pemain PSIS Franky Mahendra berhasil mempertahankan bola dari hadangan pemain Persik, saat laga uji coba di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (25/3) sore. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)

KEDIRI – Tim PSIS Semarang akhirnya harus puas bermain imbang 1-1 dalam laga uji coba versus Persik Kediri yang digelar di Stadion Brawijaya Kediri, Sore (25/3) kemarin.

Gol semata wayang PSIS dicetak oleh wonder kid mereka, Albi Lanju di menit ke-78. Sedangkan gol balasan tuan rumah Persik Kediri dicetak oleh Ahmad Zakky Makhtari di menit ke-81.

Tim berjuluk Mahesa Jenar ini sebenarnya mampu unggul dalam jumlah penguasaan bola. Sejak kick off babak pertama M Yunus dkk langsung tampil impresif menekan pertahanan tuan rumah Persik Kediri.

Turun dengan skema 3-4-3, PSIS benar-benar membuat repot barisan pertahanan Persik. Tercatat sebanyak enam peluang emas mampu diciptakan Mahesa Jenar melalui kaki Erik Dwi dan juga Hari Nur.

Kubu tuan rumah, tampaknya juga masih kerepotan menemukan bentuk permainan terbaik mereka. Alhasil babak pertama harus berakhir imbang 0-0 tanpa gol.

Babak kedua head coach PSIS, Subangkit sedikit merubah komposisi pemain di lini depan. Pemain muda Albi Lanju dimasukkan menggantikan peran Erik Dwi. Pemain muda asal Semarang itu diberikan peran di pos sayap sedangkan Hari Nur Yulianto digeser ke depan sebagai striker tunggal.

Agresifitas Albi ternyata cukup mampu membuat repot barisan pertahanan tim berjuluk Macan Putih, itu. Bahkan wonder kid PSIS mampu membuat Mahesa Jenar unggul 1-0 lebih dulu setelah memanfaatkan bola cutback Hari Nur dari sisi kanan.

Namun sayang keunggulan PSIS tidak berlangsung lama. Di menit ke-81 gawang Mahesa Jenar akhirnya kebobolan oleh sundulan kepala Ahmad Zakky Makhtari memanfaatkan bola tendangan sudut. Skor imbang 1-1 bertahan hingga usai.

Di kubu tuan rumah, head coach mereka Bejo Sugiantoro mengaku banyak kekurangan yang harus dibenahi timnya sebelum benar-benar turun di kompetisi kasta kedua mendatang.”Intinya kami belum cukup puas dengan penampilan anak-anak. Dan di lini depan kami masih butuh satu striker lagi,” kata legenda Persebaya Surabaya itu.

Kemudian head coach PSIS, Subangkit juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk timnya. Terutama masalah produktifitas gol M Yunus dkk yang belum membaik dalam uji coba ke delapan mereka kemarin.

“Tapi secara organisasi kami sudah cukup baik. Dua kali iuji coba kami tampil baik dengan menggunakan formasi tiga bek. Tentu ini menjadi nilai plus selain masalah finiahing touch yang masih belum terpecahkan,” pungkasnya. (bas/zal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here