Lebih Dekat dengan Semarang Fortuner Community (SFC)

Besar karena Persahabatan, Hebat karena Saudara

667
SIAP TOURING: Anggota Semarang Fortuner Community (SFC) beserta keluarga saat persiapan touring ke Sarangan, Sabtu (25/3) kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP TOURING: Anggota Semarang Fortuner Community (SFC) beserta keluarga saat persiapan touring ke Sarangan, Sabtu (25/3) kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

Para pemilik mobil Toyota Fortuner tergabung dalam Semarang Fortuner Community (SFC). Komunitas ini dibentuk tak hanya untuk menyalurkan hobi sesama pencinta otomotif, tapi juga untuk memperat tali silaturahmi antar anggota dan keluarganya.

ADENNYAR WYCAKSONO

SEMARANG Fortuner Community berdiri sejak 6 Juni 2011.  Anggota SFC yang tercatat saat ini sekitar 111 orang. Mereka adalah pengguna maupun pencinta mobil Toyota Fortuner.  Anggota komunitas ini tidak hanya dari Semarang, namun juga datang dari lintas daerah, seperti Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Kudus, Pati, Grobogan, dan Demak.

Mayoritas anggota SFC bekerja sebagai pengusaha. Ada juga pengacara, polisi, pejabat daerah, dosen dan lainnya. Karena kesibukan itulah, setiap kumpul para anggota SFC wajib membawa keluarganya  baik istri atau suami serta anak-anaknya. Sebab, yang diinginkan adalah kebersamaan, persahabatan, ataupun persaudaraan seluruh anggota. Ini sesuai jargon komunitas ini, besar karena persahabatan, hebat karena saudara.

“Kami tidak pilah-pilah anggota, mereka dari mana atau siapa orangnya. Yang terpenting, mau dan berkomitmen untuk besar bersama dalam menjalin kebersamaan dan persaudaraan. Anggota baru ada yang diarahkan masuk oleh pihak dealer Toyota Nasmoco, ada juga yang diajak teman,” kata Ketua SFC, Susanto, di sela-sela persiapan touring dengan tema SFC Goes To Sarangan di Nasmoco Siliwangi, Sabtu (25/3) kemarin.

Dikatakan, touring biasa digelar saat libur panjang ataupun weekend. Tujuannya tentu agar keluarga bisa ikut bersama dalam touring, bahkan bisa disebut piknik bersama. Ia mencontohkan, pada akhir tahun lalu, SFC sempat melakukan touring ke Makassar sekaligus memiliki misi mengenalkan wisata yang ada di daerah tersebut.

“Kita cari suasana beda, jadi setiap touring nyari tempat yang baru dan unik. Setelah kami pulang, tempat wisata itu kami rekomendasikan kepada relasi atau teman yang ingin liburan. Misinya tentu untuk menggerakkan kota wisata yang dituju, selain juga melakukan bakti sosial,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ketika berada di Makasar dan beberapa daerah di Sulawesi Selatan, lanjut pria yang akrab disapa Santo ini, SFC mendapatkan sambutan dari Wakil Gubernur  Sulawesi Selatan serta dikenalkan ke destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bantaeng.

“Destinasi selanjutnya adalah Madura yang akan diselanggarakan April 2017 nanti, tujuannya tetap sama untuk menjual wisata yang ada di sana. Namun banyak dari anggota yang sekalian piknik dan ketemu rekan bisnis yang ada di daerah yang dikunjungi, yang jelas diselenggarakan saat libur dan melibatkan anggota keluarga yang lain,” tuturnya.

Bendahara SFC, Ferry Mendrova, yang menjadi Ketua Touring Goes to Sarangan mengungkapkan, jika SFC memiliki perbedaan yang mendasar dari klub mobil lainnya. “Karena basic-nya klub keluarga, tentu SFC mengutamakan kebersamaan. Bukan semena-mena di jalan, harus membangun relasi antar anggota, taat lalulintas dan menghargai sesama pengendara jalan,” katanya.

Ia mencontohkan, bukan hanya saat touring, saat kopi darat pun, keluarga dari member SFC diharapkan untuk hadir. Bahkan para istri member SFC seakan menjadi saudara dan mengadakan arisan khusus ibu-ibu ataupun anggota SFC perempuan. “Jadi nggak garing Mas, yang cewek bisa ngrumpi dan arisan. Sebulan sekali pasti ada kopi darat dan arisan di rumah salah satu member,” ujarnya.

Pihak klub sendiri mendorong kepada setiap member ataupun anggotanya untuk mematuhi aturan lalulintas, mengedepankan safety driving dan masih banyak lagi. Bahkan setiap touring, pihak SFC selalu melibatkan pihak kepolisian agar tidak mengganggu kendaraan atau pengguna jalan lainnya.  “Tujuannya tentu agar klub atau komunitas mobil tidak dicap sebagai pengendara yang arogan, jadi setiap anggota wajib menghargai pengendara lainnya,” katanya. (*/aro)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here