Ditabrak Honda CRV, Anggota Polisi Tewas

Pengemudi dalam Kondisi Mabuk

732
KORBAN KECELAKAAN: Jenazah Bripka Andi Saputra saat akan dimakamkan di TPU Jangkang Cinde, kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KORBAN KECELAKAAN: Jenazah Bripka Andi Saputra saat akan dimakamkan di TPU Jangkang Cinde, kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Nasib tragis dialami Bripka Andi Saputra, 37, warga di Jalan Cinde Raya Timur RT 13 RW 06 Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Semarang. Anggota Seksi Propam Polrestabes Semarang ini tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak mobil yang disopiri pemuda yang habis menenggak minuman keras. Kecelakaan maut itu terjadi di depan Asrama Polisi (Aspol) Jalan Sriwijaya, Semarang, Sabtu (25/3) sekitar pukul 01.15 kemarin. Korban mengalami luka berat di bagian kepala serta kaki kanan mengalami patah tulang dan lutut kaki kiri luka parah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kecelakaan itu terjadi bermula ketika korban mengendarai motor Honda Scoopy nopol H 5557 EG sendirian dari arah timur ke barat. Saat itu, ia berangkat dari rumah tinggalnya di Cinde hendak menuju Mapolrestabes Semarang.

Sampai di lokasi kejadian, dari arah depan meluncur kencang mobil Honda CRV bernopol H 168 DL warna hitam yang disopiri Liem Nicolas Dicky Lopaz, 24, warga Jalan Jenderal Sudirman 340A, Kelurahan Gisikdrono, Semarang Barat. Diduga terpengaruh alkohol, Liem Nicolas tak mampu mengendalikan laju mobilnya. Akibatnya, mobilnya langsung menabrak motor korban. Tabrakan keras itu mengakibatkan korban terpental dari motornya. Korban tewas seketika dengan luka parah.

Pasca kejadian itu, sopir Honda CRV diamankan warga dan diserahkan ke Unit Lakalantas Polrestabes Semarang. Sedangkan jenazah korban dievakuasi dengan mobil ambulans menuju kamar mayat RSUP dr Kariadi.

Saat diperiksa polisi, Liem Nicholas yang memakai baju kotak-kotak merah dan berkacamata ini mengaku, jika dirinya habis dari Bowery Bar dan Restaurant, Jalan Ahmad Yani bersama teman-temannya. Namun Liem tidak bisa menjelaskan secara detail terkait awal kejadian ini lantaran diduga masih di bawah pengaruh alkohol.

“Dari Bowery Restaurant Ahmad Yani, kami minum alkohol. Minum Marthel sama teman-teman. Tiga (orang). Satu botol. Mau pulang, karena besok (Sabtu kemarin) kerja,” katanya saat dimintai keterangan petugas.

Mendengar kejadian ini, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Menurut keterangan Abiyoso, korban yang meninggal akibat kecelakaan adalah anggota Polrestabes Semarang. Korban ditabrak mobil dari arah berlawanan saat melaju di depan Asrama Polisi (Aspol) Jalan Sriwijaya.

“Arah sepeda motor anggota saya sudah benar jalurnya, dari Peterongan ke arah Jalan Pahlawan. Mobil dari arah sebaliknya, pada saat di depan Aspol Jalan Sriwijaya, tiba-tiba mobil ini nyelonong ke kanan hingga menabrak motor anggota. Anggota saya sampai loncat pegangan kaca depan mobil, akhirnya merosot lagi ke bawah dan terlindas,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, nyawa korban tidak terselamatkan. Bahkan, kerasnya benturan dan lindasan roda mobil, tubuh korban mengalami sejumlah luka berat.

Saat ini, pihaknya masih mendalami kasus ini. Ia menegaskan, pelaku telah ditahan dan statusnya ditetapkan sebagai tersangka.  “Sebagai tersangka yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Ancaman hukumannya itu keputusan hakim. Yang memberatkan adalah pengaruh minuman,” katanya.

Kemarin, setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Bripka Andi Saputra dimakamkan di TPU Jangkang Cinde tidak jauh dari rumahnya. Jenazah korban dilepas dengan upacara yang dipimpin Wakapolrestabes Semarang AKBP R Setijo Nugroho. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak perempuan yang masih kecil. Banyak rekan kerja maupun tetangga yang merasa kehilangan dengan sosok Bripka Andi.  “Mas Andi orangnya baik, tidak banyak ngomong. Beliau mudah bergaul dengan lingkungan sekitar,” ungkap salah satu tetangga korban, Didik.

Didik mengatakan, korban bukanlah warga asli Cinde. Ia tinggal disitu setelah menikahi Siti, warga setempat, kurang lebih 10 tahun lalu. “Mas Andi punya tiga anak. Yakni,  Jihan, Yasmin, dan Janet. Mereka masih sekolah SD semua,”katanya.

Selama menjadi penduduk setempat, korban dekat dengan masyarakat. Setiap kegiatan kerja bakti tak pernah ketinggalan. Sosok Bripka Andi juga rajin ke masjid.  “Ibadahnya rajin, anak istrinya juga pinter ngaj,”pujinya.

Diketahui Bripka Andi Saputra kelahiran Semarang, 3 Juli 1980. Orangtuanya tinggal di Jalan Damar Utara V RT 01 RW 07 Pedalangan, Banyumanik. Ia menjadi anggota polisi pada 2001 dan saat ini menjadi anggota seksi Propam Polrestabes Semarang dengan NRP 80070861.

Kasie Propam Polrestabes Semarang Kompol Raman Ketut mengatakan, almarhum bergabung menjadi anggota kepolisian dan menjalani pendidikan Sekolah Polisi Negara (SPN) di Purwokerto pada 2001 silam. Menurutnya, selama ini almarhum dikenal rajin di lingkungan kerjanya. (mha/aro)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here