33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Ditabrak Honda CRV, Anggota Polisi Tewas

Pengemudi dalam Kondisi Mabuk

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG Nasib tragis dialami Bripka Andi Saputra, 37, warga di Jalan Cinde Raya Timur RT 13 RW 06 Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Semarang. Anggota Seksi Propam Polrestabes Semarang ini tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak mobil yang disopiri pemuda yang habis menenggak minuman keras. Kecelakaan maut itu terjadi di depan Asrama Polisi (Aspol) Jalan Sriwijaya, Semarang, Sabtu (25/3) sekitar pukul 01.15 kemarin. Korban mengalami luka berat di bagian kepala serta kaki kanan mengalami patah tulang dan lutut kaki kiri luka parah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kecelakaan itu terjadi bermula ketika korban mengendarai motor Honda Scoopy nopol H 5557 EG sendirian dari arah timur ke barat. Saat itu, ia berangkat dari rumah tinggalnya di Cinde hendak menuju Mapolrestabes Semarang.

Sampai di lokasi kejadian, dari arah depan meluncur kencang mobil Honda CRV bernopol H 168 DL warna hitam yang disopiri Liem Nicolas Dicky Lopaz, 24, warga Jalan Jenderal Sudirman 340A, Kelurahan Gisikdrono, Semarang Barat. Diduga terpengaruh alkohol, Liem Nicolas tak mampu mengendalikan laju mobilnya. Akibatnya, mobilnya langsung menabrak motor korban. Tabrakan keras itu mengakibatkan korban terpental dari motornya. Korban tewas seketika dengan luka parah.

Pasca kejadian itu, sopir Honda CRV diamankan warga dan diserahkan ke Unit Lakalantas Polrestabes Semarang. Sedangkan jenazah korban dievakuasi dengan mobil ambulans menuju kamar mayat RSUP dr Kariadi.

Saat diperiksa polisi, Liem Nicholas yang memakai baju kotak-kotak merah dan berkacamata ini mengaku, jika dirinya habis dari Bowery Bar dan Restaurant, Jalan Ahmad Yani bersama teman-temannya. Namun Liem tidak bisa menjelaskan secara detail terkait awal kejadian ini lantaran diduga masih di bawah pengaruh alkohol.

“Dari Bowery Restaurant Ahmad Yani, kami minum alkohol. Minum Marthel sama teman-teman. Tiga (orang). Satu botol. Mau pulang, karena besok (Sabtu kemarin) kerja,” katanya saat dimintai keterangan petugas.

Mendengar kejadian ini, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Menurut keterangan Abiyoso, korban yang meninggal akibat kecelakaan adalah anggota Polrestabes Semarang. Korban ditabrak mobil dari arah berlawanan saat melaju di depan Asrama Polisi (Aspol) Jalan Sriwijaya.

“Arah sepeda motor anggota saya sudah benar jalurnya, dari Peterongan ke arah Jalan Pahlawan. Mobil dari arah sebaliknya, pada saat di depan Aspol Jalan Sriwijaya, tiba-tiba mobil ini nyelonong ke kanan hingga menabrak motor anggota. Anggota saya sampai loncat pegangan kaca depan mobil, akhirnya merosot lagi ke bawah dan terlindas,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, nyawa korban tidak terselamatkan. Bahkan, kerasnya benturan dan lindasan roda mobil, tubuh korban mengalami sejumlah luka berat.

Saat ini, pihaknya masih mendalami kasus ini. Ia menegaskan, pelaku telah ditahan dan statusnya ditetapkan sebagai tersangka.  “Sebagai tersangka yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Ancaman hukumannya itu keputusan hakim. Yang memberatkan adalah pengaruh minuman,” katanya.

Kemarin, setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Bripka Andi Saputra dimakamkan di TPU Jangkang Cinde tidak jauh dari rumahnya. Jenazah korban dilepas dengan upacara yang dipimpin Wakapolrestabes Semarang AKBP R Setijo Nugroho. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak perempuan yang masih kecil. Banyak rekan kerja maupun tetangga yang merasa kehilangan dengan sosok Bripka Andi.  “Mas Andi orangnya baik, tidak banyak ngomong. Beliau mudah bergaul dengan lingkungan sekitar,” ungkap salah satu tetangga korban, Didik.

Didik mengatakan, korban bukanlah warga asli Cinde. Ia tinggal disitu setelah menikahi Siti, warga setempat, kurang lebih 10 tahun lalu. “Mas Andi punya tiga anak. Yakni,  Jihan, Yasmin, dan Janet. Mereka masih sekolah SD semua,”katanya.

Selama menjadi penduduk setempat, korban dekat dengan masyarakat. Setiap kegiatan kerja bakti tak pernah ketinggalan. Sosok Bripka Andi juga rajin ke masjid.  “Ibadahnya rajin, anak istrinya juga pinter ngaj,”pujinya.

Diketahui Bripka Andi Saputra kelahiran Semarang, 3 Juli 1980. Orangtuanya tinggal di Jalan Damar Utara V RT 01 RW 07 Pedalangan, Banyumanik. Ia menjadi anggota polisi pada 2001 dan saat ini menjadi anggota seksi Propam Polrestabes Semarang dengan NRP 80070861.

Kasie Propam Polrestabes Semarang Kompol Raman Ketut mengatakan, almarhum bergabung menjadi anggota kepolisian dan menjalani pendidikan Sekolah Polisi Negara (SPN) di Purwokerto pada 2001 silam. Menurutnya, selama ini almarhum dikenal rajin di lingkungan kerjanya. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bersatu Perangi Berita Hoax

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) siap memerangi berita hoax, utamanya saat Pilkada 2018. Senin (19/3) kemarin, bersama...

Garda Pemuda NasDem Semarang Usung 10 Bacaleg

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Garda Pemuda NasDem Kota Semarang siap untuk mengusung sepuluh bakal calon yang telah mendapat rekomendasi untuk bisa maju di Pemilihan Legislatif (Pileg)...

Dua Pekerja Proyek Tertimbun Longsor

MAGELANG—Hujan yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Magelang pada Rabu (27/9) sore, menyebabkan tanah longsor di Dusun Tirto, Desa Tirto, Kecamatan Grabag. Longsoran tanah menimbun dua...

PKL Diminta Patuhi Aturan Jualan

DEMAK-Satpol PP Kabupaten Demak mengimbau agar para Pedagang Kaki Lima (PKL) mematuhi aturan, agar tidak mengganggu ketertiban umum yang merugikan banyak pihak. Hal itu...

Rhoma Ajak Sudirman-Ida Nyanyi Lagu Antikorupsi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG-Raja dangdut Rhoma Irama dan Soneta menggelar konser Nada dan Dakwah di Lapangan Butuh, Tegalrejo, Magelang, Senin (23/4). Calon Gubernur dan Wakil Gubernur...

Walubi Dorong Pilkada Damai dan Tolak Politik Uang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Jateng mengajak masyarakat untuk bersama mewujudkan Pilkada damai dan menentang money politics dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak...