Dikira Penculik, Diamuk Massa

525
SALAH SASARAN: Suwono babak belur diamuk massa setelah dikira pelaku penculikan anak. (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SALAH SASARAN: Suwono babak belur diamuk massa setelah dikira pelaku penculikan anak. (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MRANGGEN – Dicurigai sebagai pelaku penculikan anak, seorang pria babak belur dihajar massa. Peristiwa itu terjadi di Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Demak, Sabtu (25/3) pagi kemarin. Belakangan diketahui, pria tersebut bernama Suwono, petani asal Dusun Wonogriyo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Jatim.

Kepala Desa Banyumeneng, Muntaha, menjelaskan, aksi massa itu terjadi lantaran warga termakan isu penculikan anak yang marak akhir-akhir ini. Sehingga begitu melihat ada pria asing yang gerak-geriknya mencurigakan, langsung menjadi sasaran amuk massa.

Muntaha menjelaskan, peristiwa itu terjadi Sabtu sekitar pukul 09.00 di Dukuh Kedung Dolog. Pagi itu, tampak seorang pria asing berpakaian lusuh berada di wilayahnya, tepatnya di Dukuh Barang. Ketika ditanya, pria tersebut hanya menggunakan bahasa isyarat. Setelah diberi makan oleh Ny Lutfi, warga setempat, pria tersebut bergegas berjalan kaki menuju Dukuh Kedung Dolog.

Karena tak dikenal dan penampilannya yang lusuh, membuat warga mencurigai pria tersebut akan melakukan penculikan anak. Warga pun berusaha menangkapnya. Namun pria tersebut justru mencoba melawan dengan  mengeluarkan sebilah kampak. Sontak, warga melemparinya dengan batu, hingga dihajar ramai-ramai.  “Tak hanya kampak, setelah dicek, ternyata pria itu juga membawa pisau, gunting, termasuk 2 kain sarung dan bumbu dapur,” bebernya.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada pihak Babinkamtibmas setempat. Setelah itu, korban amuk massa itu dilarikan ke Puskesmas Pucang Gading, karena menderita luka-luka dan harus mendapat jahitan di bagian kepalanya.

Anggota Ditreskrim Polda Jateng, Ipda Bawazier, mengatakan, setelah dicek lewat sidik jarinya, diketahui jika yang bersangkutan bernama Suwono asal Pasuruan. Dia juga tidak bermaksud melakukan penculikan. “Kami langsung komunikasikan dengan Dinas Sosial dan Polda Jatim untuk diteruskan kepada keluarga korban,” katanya di Puskesmas Pucang Gading. (mg28/aro)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here