33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Dikira Penculik, Diamuk Massa

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

MRANGGEN – Dicurigai sebagai pelaku penculikan anak, seorang pria babak belur dihajar massa. Peristiwa itu terjadi di Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Demak, Sabtu (25/3) pagi kemarin. Belakangan diketahui, pria tersebut bernama Suwono, petani asal Dusun Wonogriyo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Jatim.

Kepala Desa Banyumeneng, Muntaha, menjelaskan, aksi massa itu terjadi lantaran warga termakan isu penculikan anak yang marak akhir-akhir ini. Sehingga begitu melihat ada pria asing yang gerak-geriknya mencurigakan, langsung menjadi sasaran amuk massa.

Muntaha menjelaskan, peristiwa itu terjadi Sabtu sekitar pukul 09.00 di Dukuh Kedung Dolog. Pagi itu, tampak seorang pria asing berpakaian lusuh berada di wilayahnya, tepatnya di Dukuh Barang. Ketika ditanya, pria tersebut hanya menggunakan bahasa isyarat. Setelah diberi makan oleh Ny Lutfi, warga setempat, pria tersebut bergegas berjalan kaki menuju Dukuh Kedung Dolog.

Karena tak dikenal dan penampilannya yang lusuh, membuat warga mencurigai pria tersebut akan melakukan penculikan anak. Warga pun berusaha menangkapnya. Namun pria tersebut justru mencoba melawan dengan  mengeluarkan sebilah kampak. Sontak, warga melemparinya dengan batu, hingga dihajar ramai-ramai.  “Tak hanya kampak, setelah dicek, ternyata pria itu juga membawa pisau, gunting, termasuk 2 kain sarung dan bumbu dapur,” bebernya.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada pihak Babinkamtibmas setempat. Setelah itu, korban amuk massa itu dilarikan ke Puskesmas Pucang Gading, karena menderita luka-luka dan harus mendapat jahitan di bagian kepalanya.

Anggota Ditreskrim Polda Jateng, Ipda Bawazier, mengatakan, setelah dicek lewat sidik jarinya, diketahui jika yang bersangkutan bernama Suwono asal Pasuruan. Dia juga tidak bermaksud melakukan penculikan. “Kami langsung komunikasikan dengan Dinas Sosial dan Polda Jatim untuk diteruskan kepada keluarga korban,” katanya di Puskesmas Pucang Gading. (mg28/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dorong MA Tetapkan Aturan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Komunitas Peduli Hukum (KPH) Semarang dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Semarang Raya sepakat mendukung langkah Lembaga Bantuan...

Pasukan Tongtek Karangayu

SEJUMLAH anak yang tergabung dalam pasukan Tongtek Karangayu siap berkeliling dengan membawa berbagai perlengkapan rumah tangga dan alat musik untuk membangunkan warga supaya sahur,...

Ditawarkan Rp 3 Miliar

Lokasi bersejarah tragedi pembantaian 42 tentara Indonesia dan warga Magelang di dapur umum Kampung Tulung, Kelurahan Magelang Tengah, Kota Magelang oleh pasukan Kidobutai, Jepang,...

Harga Ikan Naik Akibat Cuaca Buruk

RADARSEMARANG.COM - Pekerja sedang menjemur ikan teri di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok, Kota Semarang, Rabu (28/3). Harga ikan laut di TPI Tambaklorok melambung...

Pasca Pembangunan Infrastruktur, Tata Ruang Perlu Penyesuaian

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tata ruang di Jateng dinilai perlu di review. Perlu dicermati kembali dengan perkembangan situasi sekarang dan beberapa tahun ke depan. Terutama...

Pemeriksaan Pengunjung Diperketat

TEMANGGUNG- Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Temanggung memperketat pemeriksaan barang bawaan para pengunjung yang ingin membesuk tahanan dan narapidana. Pemeriksaan untuk mengantisipasi...