33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Pemkab Pemalang Kembangkan Desa Wisata

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

PEMALANG–Pemkab Pemalang mendorong pengembangan desa wisata di wilayahnya. Hal ini sebagai salah satu upaya menghidupkan sektor pariwisata serta perekonomian di kawasan tersebut.

Salah satunya Desa Wisata Cikendung yang berada di Kecamatan Pulosari. Desa yang terletak di timur kaki Gunung Slamet ini menawarkan sejumlah wisata alam. Di antaranya Curug Sahid, Bukit Tukung, Bukit Besek, tebing harapan serta kekhasan suasana pedesaan dengan hamparan sawah dan perkebunan teh.

Dini hari menjadi waktu yang tepat untuk mulai mengeksplor sejumlah objek wisata. Dimulai dari mengejar sunrise di Bukit Besek, kemudian bergeser ke Bukit Tukung. Di sini wisatawan akan disuguhi lebatnya hutan pinus di sepanjang perjalanan. Jika beruntung, dalam kondisi cuaca yang cerah selain menyaksikan pemandangan matahari terbit wisatawan juga bisa melihat 3 puncak gunung. Yaitu Gunung Slamet, Sindoro, dan Sumbing. Puas trekking di perbukitan, kita dapat menuju ke berbagai air terjun alami. Di antaranya Curug Pelangi, Curug Wiryana, dan Curug Sahid.

Selain itu, Desa Cikendung juga menyimpan seni budaya khas. Salah satu yang cukup dikenal adalah tarian Silakupang (Sintren, Lais, Kuntulan, Kuda Kepang) yang merupakan warisan budaya nenek moyang dan masih dilestarikan. Tarian ini dibawakan oleh remaja perempuan dan laki-laki yang menari dengan kuda kepang dan diiringi musik tradisional.

Tak hanya wisata alam yang memesona, masyarakat Desa Cikendung yang terbuka dengan wisatawan juga menjadi poin tambahan dari kawasan ini. Pengunjung dapat menginap di rumah penduduk karena sebagian dari mereka sudah menjadikan rumahnya sebagai homestay. Sebagian penduduk juga terlatih menjadi pemandu para wisatawan yang akan mengunjungi berbagai objek wisata tersebut.

Koordinator Desa Wisata Cikendung, Wahyu mengungkapkan, masyarakat di kawasan ini mulai terbiasa dengan kehadiran wisatawan. “Kami pun mempersiapkan sajian khas daerah ini. Diantaranya nasi jagung dengan lauk ikan asin, buntil daun lompong dan sambal ontok khas Cikendung,”ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Pemalang, Sapardi mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk berbenah dan mengembangkan berbagai destinasi wisata di kawasannya. Di antaranya dengan masuknya pariwisata ke-7 program dinas unggulan prioritas Kabupaten Pemalang. “Pemerintah berusaha mendorong dan memfasilitasi 12 desa wisata salah satunya Cikendung. Masyarakat Cikendung responnya sangat baik dan cepat, sekitar 1 tahun yang lalu disana hanya ada Bukit Besek, saat ini sudah ada curug Pelangi, Curug Wiryana bahkan Camping Ground,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, kami juga sedang fokus dalam pembangunan infrastruktur menuju desa-desa wisata guna tercapainya target pendapatan pariwisata. “Di tahun 2016 pariwisata Pemalang meraih pendapatan Rp 2,7 miliar dan tahun 2017 ini kami menargetkan Rp 3,1 miliar,” tukasnya. (cha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pernah Jadi Ajudan Menko PMK

MENJADI ajudan Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, benar-benar menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Bripda Viandika Intari Setya Eka...

PB Garuda Jaya Koleksi Juara Terbanyak

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO - Klub Perkumpulan Bulu tangkis (PB) Garuda Jaya tampil perkasa dengan mengumpulkan koleksi juara terbanyak Djarum Foundation Kejurkab Bulutangkis Bupati Cup Purworejo...

Peringati Hari Menanam

Mahasiswi pecinta alam Universitas Semarang (USM) menanam bibit sirsak di kawasan Waduk Jatibarang, Semarang, Minggu (26/11). Sebanyak 1.000 bibit sirsak ditanam oleh para mahasiswa...

Pantau Arus Mudik Lewat CCTV Dishub

DEMAK-Bupati Demak dan Wabup Joko Sutanto bersama Sekda dr Singgih Setyono MMR kemarin memantau pergerakan arus mudik lewat CCTV. CCTV yang dikendalikan dengan sistem...

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di Okinawa. Pak Jaya Suprana, semarnya...

Kejati Kekeh Rekomendasi Sesuai Prosedur

SEMARANG-Sedikitnya ada 60 bukti diajukan Kapolda dan Kajati Jateng sebagai termohon I dan II dalam perkara gugatan praperadilan yang diajukan bos Hotel Baron Indah...