Pemkab Pemalang Kembangkan Desa Wisata

1319
POTENSIAL : Salah satu destinasi yang dikembangkan di Desa Wisata Cikendung, Kecamatan Pulosari, Pemalang. (Annisa Natassia Larasati / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
POTENSIAL : Salah satu destinasi yang dikembangkan di Desa Wisata Cikendung, Kecamatan Pulosari, Pemalang. (Annisa Natassia Larasati / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

PEMALANG–Pemkab Pemalang mendorong pengembangan desa wisata di wilayahnya. Hal ini sebagai salah satu upaya menghidupkan sektor pariwisata serta perekonomian di kawasan tersebut.

Salah satunya Desa Wisata Cikendung yang berada di Kecamatan Pulosari. Desa yang terletak di timur kaki Gunung Slamet ini menawarkan sejumlah wisata alam. Di antaranya Curug Sahid, Bukit Tukung, Bukit Besek, tebing harapan serta kekhasan suasana pedesaan dengan hamparan sawah dan perkebunan teh.

Dini hari menjadi waktu yang tepat untuk mulai mengeksplor sejumlah objek wisata. Dimulai dari mengejar sunrise di Bukit Besek, kemudian bergeser ke Bukit Tukung. Di sini wisatawan akan disuguhi lebatnya hutan pinus di sepanjang perjalanan. Jika beruntung, dalam kondisi cuaca yang cerah selain menyaksikan pemandangan matahari terbit wisatawan juga bisa melihat 3 puncak gunung. Yaitu Gunung Slamet, Sindoro, dan Sumbing. Puas trekking di perbukitan, kita dapat menuju ke berbagai air terjun alami. Di antaranya Curug Pelangi, Curug Wiryana, dan Curug Sahid.

Selain itu, Desa Cikendung juga menyimpan seni budaya khas. Salah satu yang cukup dikenal adalah tarian Silakupang (Sintren, Lais, Kuntulan, Kuda Kepang) yang merupakan warisan budaya nenek moyang dan masih dilestarikan. Tarian ini dibawakan oleh remaja perempuan dan laki-laki yang menari dengan kuda kepang dan diiringi musik tradisional.

Tak hanya wisata alam yang memesona, masyarakat Desa Cikendung yang terbuka dengan wisatawan juga menjadi poin tambahan dari kawasan ini. Pengunjung dapat menginap di rumah penduduk karena sebagian dari mereka sudah menjadikan rumahnya sebagai homestay. Sebagian penduduk juga terlatih menjadi pemandu para wisatawan yang akan mengunjungi berbagai objek wisata tersebut.

Koordinator Desa Wisata Cikendung, Wahyu mengungkapkan, masyarakat di kawasan ini mulai terbiasa dengan kehadiran wisatawan. “Kami pun mempersiapkan sajian khas daerah ini. Diantaranya nasi jagung dengan lauk ikan asin, buntil daun lompong dan sambal ontok khas Cikendung,”ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Pemalang, Sapardi mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk berbenah dan mengembangkan berbagai destinasi wisata di kawasannya. Di antaranya dengan masuknya pariwisata ke-7 program dinas unggulan prioritas Kabupaten Pemalang. “Pemerintah berusaha mendorong dan memfasilitasi 12 desa wisata salah satunya Cikendung. Masyarakat Cikendung responnya sangat baik dan cepat, sekitar 1 tahun yang lalu disana hanya ada Bukit Besek, saat ini sudah ada curug Pelangi, Curug Wiryana bahkan Camping Ground,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, kami juga sedang fokus dalam pembangunan infrastruktur menuju desa-desa wisata guna tercapainya target pendapatan pariwisata. “Di tahun 2016 pariwisata Pemalang meraih pendapatan Rp 2,7 miliar dan tahun 2017 ini kami menargetkan Rp 3,1 miliar,” tukasnya. (cha/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here