MoU Kuatkan Sinergi Polri–IDI

440
MOU: Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Ketua IDI Jateng Djoko Widyarto, menunjukkan surat nota kesepahaman yang baru saja ditandatangani kedua belah pihak. (FOTO: ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
MOU: Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Ketua IDI Jateng Djoko Widyarto, menunjukkan surat nota kesepahaman yang baru saja ditandatangani kedua belah pihak. (FOTO: ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah bersama Kepolisian Daerah (Polda) melakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait pelayanan kesehatan dan praktik kedokteran, belum lama ini.

Ketua IDI Jateng, Djoko Widyarto mengatakan, semua anggota IDI diwajibkan untuk bermartabat dan profesional. Profesional yang ia tekankan melalui tiga bidang yakni profesionalitas pekerjaan, pelayanan, serta standar operasional prosedur (SOP) yang wajib dijalankan. ”Semua dokter harus memahami hal tersebut, temasuk kode etiknya yang selalu memberikan pelayanan sesuai standar,” katanya.
Diakuinya, selama ini dokter sudah melaksanakan tugas memanusiakan manusia di bidang kesehatan, dan mengutamakan proses keselamatan bagi pasien dan memberikan apa yang telah menjadi hak-hak pasien. Ia pun menegaskan jika tidak semua kejadian meninggalnya pasien di rumah sakit adalah malapraktik. ”Dokter sudah memberikan upaya untuk menolong pasien. Selain itu dokter juga harus memberikan semua hak pasien. Hak informasi, dan hak pelayanan sesuai prosedur,” jelasnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, kerja sama kedua belah pihak diharapkan akan saling menguatkan di berbagai bidang terkait dan tidak hanya soal kesehatan saja. Namuni semua bidang sesuai dengan yang dijalankan. ”Kerja sama ini bukan diartikan sebagai kegiatan untuk saling mem-back up hal yang kurang baik dan negatif, justru lebih menguatkan,” tuturnya.

Sementara itu Kapolda Jateng, Irjen Pol Chondro Kirono membeberkan MoU tersebut bukan berarti pelonggaran hukum terhadap profesi dokter. Adanya nota kesepahaman yang baru saja ditandatangani bisa bersinergi dan saling membantu. ”Kerja sama antara Polda dan IDI menyangkut dua topik dan substansi yakni, masalah praktik kesehatan dan layanan kesehatan. Di mana praktik kesehatan di Polri sangat membutuhkan bantuan dari dokter, terutama dokter visum,” ungkapnya.

Pihaknya menjelaskan selama ini belum ada laporan kepada masyarakat mengenai dugaan malapraktik. Dengan adanya kerja sama tersebut sebagai langkah antisipasi jika ada pelanggaran kode etik sekaligus pelanggaran hukum yang dilakukan oknum dokter. ”Penyidikan  tindakan dugaan  malapraktik butuh keahlian khusus mengenai pelanggaran etik yang dilakukan dokter. Alhamdulillah Jateng belum ada laporan malapraktik hingga sekarang,” tandasnya. (den/zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here