Lomba Lukis di Atas Talenan Sedot Perhatian

439
UNIK: Peserta lomba lukis di atas talenan terlihat serius menyelesaikan tugasnya. Lomba lukis tersebut bagian dari Pameran Pengembangan Pasar Kreatif 2017, yang digelar di Atrium Ground DP Mall, kemarin. (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNIK: Peserta lomba lukis di atas talenan terlihat serius menyelesaikan tugasnya. Lomba lukis tersebut bagian dari Pameran Pengembangan Pasar Kreatif 2017, yang digelar di Atrium Ground DP Mall, kemarin. (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Banyak media untuk menuangkan kreativitas, khususnya dalam seni lukis. Ada yang unik dalam pameran bertajuk Pengembangan Pasar Kreatif 2017 yang digelar di Atrium Ground DP Mall Semarang, kemarin (24/3).

Pada umumnya gelaran lomba lukis menggunakan media kertas atau kain. Nah, kemarin ada yang unik, yakni lomba lukis di atas talenan. Lomba yang dimulai pukul 14.30 tersebut menyedot perhatian pengunjung. Tak sedikit pengunjung mal yang menyempatkan diri melihat aksi para peserta lukis.

Retno selaku panitia penyelenggara menuturkan, lomba melukis di atas talenan bertujuan sebagai wadah berkreasi para senias di Kota Semarang. Karena melukis biasanya hanya dilakukan di atas kertas gambar maupun kain. Namun jika melukis di atas talenan, membuat seni jadi lebih unik dan dapat diperkenalkan sebagai kreasi baru di Kota Semarang.

”Tujuannya sebagai wadah bagi insan kreatif di Kota Semarang untuk mencurahkan idenya, sekaligus sebagai ajang berkreasi agar tidak menggunakan media yang itu-itu saja,” tuturnya.

Salah satu peserta lomba, Fatahilah Faizal Rizkiawan, mengaku senang dapat mengikuti lomba menggambar di atas talenan. Meski dia sedikit kesulitan lantaran belum pernah menggunakan media talenan, dia tetap bersemangat untuk menyelesaikan perlombaan tersebut.

”Senang bisa ikut, sekalian buat refreshing syukur-syukur dapat hadiah. Soalnya ini baru pertama kali aku ikutan dan ternyata seru. Dari segi konsep, acaranya bagus untuk menggali kreativitas anak-anak muda guna meningkatkan industri kreatif di Kota Semarang,” jelas siswa kelas 8 SMP itu.

Fatahilah berharap, kegiatan serupa dapat diadakan kembali dan terus berkembang sebagai ajang penyaluran bakat serta kreativitas warga Kota Semarang khususnya anak-anak muda agar tidak melakukan kegiatan yang berbau negatif.

Diketahui, kegiatan Pameran Pengembangan Pasar Kreatif 2017 terebut digelar selama lima hari, mulai 23 hingga 27 Maret. Dalam kegiatan tersebut melibatkan 42 pelaku pasar kreatif. (mg29/zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here