Ketika Jamu Herbal Lolos Kurasi Kementerian Koperasi-UKM

Ikut Pameran ke Malaysia, Buyer Aktif Belanda, Suriname

509
LOLOS KURASI: Sejumlah pekerja sedang mengemas jamu herbal Rumpun padi. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)
LOLOS KURASI: Sejumlah pekerja sedang mengemas jamu herbal Rumpun padi. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)

Home industry jamu yang dirintis Sudaryati, warga Mirombo RT 1 RW 1, Desa Rojoimo, Kecamatan Wonosobo, lolos kurasi Kementerian Koperasi dan UKM RI. Karenanya, jamu bermerek Rumpun Padi itu, berhak mengikuti The 14th Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2017.

HASIL dari kurasi tersebut, jamu yang diproduksi secara semi modern itu, juga dinyatakan sebagai 20 jamu olahan terbaik dan berkualitas ekspor. “Alhamdulillah kita lolos kurasi. Sekarang lagi bersiap untuk ikut MIHAS pada 5-8 April,” kata Sudaryati, Jumat (24/3), di rumah produksinya.

Dikatakan, kurasi yang dilakukan pihak kementerian menyangkut beberapa aspek di dalam sebuah produk. Mulai dari sisi kebersihan produk, cara pengolahan, kandungan, pengemasan, label hingga izin yang tertera dalam produk. Tidak hanya itu. Aspek ketersediaan bahan baku, kuantitas produksi, juga ikut diperhitungkan. Mengingat produk yang lolos kurasi kementerian, digadang mampu memenuhi permintaan pasar luar negeri. “Kebetulan kita nggak pakai tambahan makanan apapun. Jadi tetap bisa lolos kurasi yang sedemikian ketat.”

Sudaryati merintis usaha pembuatan jamu herbal sejak 2013. Dimulai dari peralatan sederhana, dengan produksi harian hanya setengah sampai satu kilogram. Kini, usahanya terus merangkak seiring terbukanya pasar luar negeri. Dalam sehari, untuk memenuhi permintaan pasar, ia memproduksi sedikitnya 30 kg jamu menggunakan peralatan semimodern, dibantu 4 karyawan. “Buyer aktif masih Belanda, Suriname, dan Thailand. Amerika mulai ada yang pesan cuman belum seberapa.”

Ada beberapa varian produk jamu yang dihasilkan. Mulai jamu temulawak, jahe merah, kencur, kunyit, dan cabe lempuyang. Semua bahan baku mengambil dari hasil pertanian lokal. Untuk menjalin komunikasi dengan pembeli luar negeri, ia memberi tips bagi perintis usaha. Pertama, aktif dalam setiap even.

Biasanya, selain transaksi, juga memungkinkan terjadinya komunikasi lanjutan di kemudian hari. “Dari situ, akan mudah menemukan buyer-buyer besar. Pokoknya, even apapun harus ikut. Syukur-syukur bisa masuk di even sekelas Trade Expo Indonesia.”

Untuk meminimalisasi komplain produk, ada baiknya buyer diajak ke rumah produksi. Ini penting, untuk menjalin komunikasi yang lebih intens. “Jangan bayangkan buyer luar negeri beda dengan kita. Mereka sama. Baik-baik orangnya. Kalau diajak ke rumah, mereka juga senang.” Kaitan jasa pengiriman dan perizinan, saat ini sudah banyak jasa kurir yang bersedia mengurus dokumen ekspor yang dibutuhkan. Sehingga tidak perlu dirisaukan. (zain zainudin/isk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here