Kelurahan Ngesrep Wakili Kota Semarang

421
WAKILI SEMARANG: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama wakilnya, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menerima rombongan tim penilai lomba pelaksana terbaik gotong royong masyarakat tingkat provinsi Jawa Tengah di Kelurahan Ngesrep, Jumat (24/3). Tim penilai pun disuguhi tari tradisional. (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang)
WAKILI SEMARANG: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama wakilnya, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menerima rombongan tim penilai lomba pelaksana terbaik gotong royong masyarakat tingkat provinsi Jawa Tengah di Kelurahan Ngesrep, Jumat (24/3). Tim penilai pun disuguhi tari tradisional. (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, mewakili Kota Semarang dalam Lomba Pelaksana Terbaik Gotong Royong Masyarakat Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Bertempat di Balai Kelurahan Ngesrep, Jumat (24/3) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Sekda Adi Tri Hananto bersama jajaran di lingkungan Pemkot Semarang menerima tim penilai lomba.

Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi menyampaikan rasa bangga karena berkat dukungan masyarakat, Kota Semarang setiap tahun berhasil memasukkan salah satu kelurahan sebagai nominator lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah.

”Selama tiga tahun berturut-turut kami mengirimkan beberapa kelurahan mewakili lomba seperti ini. Tahun 2014, diwakili Kelurahan Mangunharjo dan berhasil meraih juara 3,  tahun 2015 giliran Kelurahan Kalicari dan berhasil meraih juara 3. Terakhir, tahun 2016 diwakili Kelurahan Gedawang dan berhasil meraih juara 2 dan tahun ini Kota Semarang kembali mewakilkan Kelurahan Ngesrep,” kata Hendi.

Menurutnya, lomba ini memberikan semacam suntikan motivasi bagi kelurahan untuk menjadikan semangat gotong royong sebagai modal memajukan wilayahnya masing-masing. ”Juga sebagai sarana untuk mengevaluasi ke dalam baik dalam aspek penyelenggaraan pemerintahan  maupun pembangunan,” tandasnya.

Sementara ketua tim penilai lomba sekaligus Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Provinsi Jawa Tengah, Sudaryanto menjelaskan bahwa maksud dan tujuan diadakannya lomba ini adalah untuk mengevaluasi dan menilai sejauh mana upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah bersama-sama lapisan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan.

Kota Semarang akan maju bersama 5 kota/ kabupaten di Jawa Tengah yaitu Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kabupaten Pati, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Kebumen.

Sudiyanto juga membeberkan ada empat indikator yang akan dijadikan acuan penilaian lomba desa dan kelurahan tahun ini. Yakni meliputi bidang kemasyarakatan, bidang ekonomi, bidang sosial budaya agama, dan bidang lingkungan.

”Sedangkan materi pendukung yang dapat dijadikan nilai tambah yaitu kreativitas dan inisiatif daerah, produk unggulan daerah, kinerja pemerintah serta keamanan dan ketertiban,” pungkasnya. (zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here