Irit Dana, Dijamin Tetap Meriah

534
HUT KOTA PEKALONGAN
HUT KOTA PEKALONGAN

PEKALONGAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-111 pada 1 April mendatang. Beragam acara akan diselenggarakan dalam rangkaian peringatan tersebut. Walaupun hanya dengan dana cukup irit sebesar Rp200 jutaan, namun Pemkot mengklaim akan tetap meriah.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Alf Arslan Djunaid menjelaskan bahwa banyak yang digelar dengan melibatkan ribuan peserta, baik dari masyarakat umum, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga komunitas seni.

“Rangkaian peringatan HUT Kota Pekalongan, mulai Minggu (26/3) hingga Senin (3/4) mendatang,” terangnya di Aula Sekda Komplek Pemkot Pekalongan, Jumat (24/3) kemarin.

Rangkaian peringatan HUT Kota Pekalongan pada Minggu (26/3) besok, dimulai dengan agenda Lomba Lari 5K yang akan diikuti sekitar 1.000 peserta, terdiri dari pelajar se-Kota Pekalongan dan peserta umum se-eks karesidenan Kota Pekalongan. Setelah itu, rangkaian acara peringatan HUT Kota Pekalongan akan dilanjutkan pada Rabu (29/3) dengan penyelenggaraan lomba Kadarkum, khitanan masal dan pameran buku.

Puncak acara, pada 1 April akan diselenggarakan istighotsah yang akan diikuti 1.500 orang di Lapangan Jetayu. Siang sekitar pukul 13.00, akan digelar Kirab Budaya yang akan diikuti 26 komunitas rampak. “Kami ingin HUT ini miliknya masyarakat Kota Pekalongan, tidak milik Pemkot saja. Sehingga melibatkan masyarakat secara luas,” sambungnya.

Alex anggilan akrab wali kota menambahkan bahwa pihaknya memberdayakan masyarakat dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan hari jadi tersebut. Sehingga tidak menggunakan jasa Event Organizer (EO) seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kecuali pameran buku, semua kegiatan kepanitiaannya, dikerjakan masyarakat dan Pemkot, kami tida,” kata Alex.

Bahkan menurutnya, antusiasme masyarakat Kota Pekalongan dalam kegiatan peringatan HUT Kota Pekalongan sangat tinggi. “Kami sampai menolak peserta. Sebab kalau diakomodir semua, waktunya yang tidak cukup. Peringatan HUT ini, betul-betul untuk warga, tidak melibatkan EO, kecuali pameran buku,” terangnya menegaskan.

Kegiatan tersebut akan mengangkat tema Brayan Kerja, Mengolah Kreativitas Budaya, Mendorong Bangkitnya Ekonomi dan Terciptanya Kesejahteraan Bersama ini. Termasuk, mengangkat tema Batik Buketan dan Tenun khas Pekalongan.” Tenun khas Kota Pekalongan dan Batik Buketan ini nantinya akan digunakan saat kirab budaya,” katanya.

“Dalam kesempatan tersebut akan dilengkapi model dari Mbak dan Mas Pekalongan serta peserta dari OPD yang akan mengenakan tenun dan batik saat parade,” kata Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih saat memberikan keterangan tambahan.

Untuk pendanaan peringatan HUT kali ini, Pemkot Pekalongan hanya menganggarkan Rp 200 juta untuk semua kegiatan hingga selesai. Namun tetap didukung dana dari Bagian Rumah Tangga Pemkot untuk makanan dan minuman, sponsor, serta didukung setiap OPD masing-masing.

“Tahun ini, dananya memang lebih irit, karena tidak pakai EO. Makan minum didukung pula oleh Bagian Rumah Tangga serta sponsor. Selain itu, kegiatan yang berbasis OPD, dana kegiatan ditanggung setiap OPD bukan Pemkot,” jelas Sri. (han/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here