Enceng Gondok Rawa Pening Butuh Penanganan Khusus

628
BERSIHKAN RAWA : Penanganan enceng gondok oleh petugas dari BBWS Pemali Juana, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSIHKAN RAWA : Penanganan enceng gondok oleh petugas dari BBWS Pemali Juana, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Pemkab Semarang berharap agar waduk Rawa Pening dikelola oleh sebuah badan otoritas khusus yang terintegrasi langsung ke pemerintah pusat. Lantaran kompleksnya permasalahan di waduk tersebut.

Bupati Semarang Mundjirin mengaku takan hal itu, tidak bisa berbuat banyak atas penanganan Waduk Rawa Pening. Apalagi enceng gondok yang selalu tumbuh sehingga perlu penanganan khusus. “Karena itu, selain ada badan otoritas, perlu dilibatkan pihak ketiga seperti investor untuk mengelola waduk tersebut,” kata Mundjirin, Jumat (24/3) kemarin.

Beberapa waktu lalu, katanya, beberapa investor asing sudah melakukan membicarakan dengan Pemkab Semarang terkait potensi pengelolaan Rawa Pening. Yakni, terkait pembangunan waduk agar menjadi destinasi wisata spektakuler. “Ada investor dari China. Bahkan mereka akan menggunakan anggarannya sendiri untuk membangun Rawa Pening,” katanya.

Kendalanya, sulitnya perizinan yang didapat untuk pengelolaan waduk oleh pihak ketiga. Sehingga beberapa investor asing yang sudah melakukan pembicaraan dengan Pemkab Semarang tersebut mundur. Ditengarai, sulitnya perizinan disebabkan sistem pengelolaan waduk. “Pengelola Rawa Pening ada delapan Kementerian di dalamnya, itu yang membuat investor asing mundur. Karena secara birokrasi perizinannya sulit,” tuturnya.

Kemarin, terlihat beberapa petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sibuk melakukan pembersihan enceng gondok di waduk Rawa Pening menggunakan alat berat. Enceng gondok merupakan tanaman hama yang menjadi masalah klasik bagi pembenahan waduk tersebut.

Pengerukan enceng gondok oleh petugas, dilakukan di bibir waduk tepatnya di Jembatan Biru. Pengerukan menggunakan alat berat Dreger. Enceng gondok tersebut ditarik dan dipindah ke dataran terdekat.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno saat di lokasi mengatakan pembersihan serupa harus dilakukan setiap hari. Mengingat populasi enceng gondok di waduk sudah sangat memperihatinkan. “Setiap hari eceng gondok di Rawa Pening wajib dibersihkan karena tiap hari bisa tumbuh satu hektare enceng gendok,” kata Ruhban.

Pihaknya menyiapkan alat berat Dreger untuk proses pembersihan enceng gondok. Selain itu, proses pembersihan bisa dilakukan dengan kendaraan Aquatic Weed Harvester yaitu mendorong enceng gondok ke tepi waduk. Setelah berada di pinggir waduk, tumbuhan ini langsung dikeruk menggunakan eskavator ke darat.

Ruhban mengatakan pembersihan eceng gondok di Rawa Pening ini memang harus dilakukan. “Rawa Pening merupakan satu dari 15 waduk di Indonesia yang mendapat perhatian khusus, karena multifungsi sehingga perlu terus dibersihkan,” ujarnya.

Dia memaparkan sejumlah fungsi Rawa Pening yakni untuk budidaya ikan, air baku hingga tempat wisata. “Enceng gondok juga kerap digunakan untuk kerajinan tetapi penggunaannya masih sedikit, sehingga limpahan enceng gondok lainnya wajib dibersihkan,” katanya.

Pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan pihak Pemkab Semarang untuk pembuangan tumbuhan hama ini. Supaya Pemkab Semarang segera menyediakan tempat khusus untuk pembuangan enceng gondok dari Waduk Rawa Pening. (ewb/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here