Dua Orang Tewas Saat Menguras Sumur

648
TRAGIS : Basarnas Kabupaten Semarang saat mengevakuasi kedua jasad korban yang berada di dalam sumur, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRAGIS : Basarnas Kabupaten Semarang saat mengevakuasi kedua jasad korban yang berada di dalam sumur, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Dua warga Desa Boto Kecamatan Bancak Muh Iwan, 38, dan Yamahsari, 45, ditemukan tewas di dalam sumur, Jumat (24/3) kemarin. Keduanya ditemukan tewas saat menguras sumur yang terletak di dalam rumah milik Iwan.

Minimnya oksigen di dalam sumur yang mencapai 10 meter lebih tersebut diduga menjadi penyebab tewasnya korban. Beberapa tetangga korban mengatakan sebelum tewas, dua hari sebelumnya kedua orang tersebut sudah menguras sumur itu. “Ini hari yang ketiga, katanya (korban) sumurnya masih berlumpur jadi dikuras lagi,” tutur tetangga korban, Muhammad Danuri, 48.

Melihat kondisi sumur yang masih berlumpur, keduanya lantas menguras sumur tersebut kembali. Pertamakali yang masuk sumur pada hari ketiga yaitu Yamahsari. Dikarenakan ia sulit bernafas lantaran minimnya oksigen di dalam sumur, ia lantas teriak-teriak meminta tolong Iwan untuk masuk sumur dan membantunya keluar dari sumur.

Namun, saat di dalam ternyata Iwan tidak berdaya karena mengalami kekurangan oksigen juga. Pujiono, 53, merupakan ayah Iwan yang saat itu ada di lokasi kejadian melihat keduanya tampak lemas di dalam sumur. Ia langsung lari keluar rumah meminta tolong tetangga. “Kalau Iwan masuknya ke sumur sekitar pukul 09.30. Melihat mereka (korban) lemas, saya langsung keluar rumah mencari bantuan,” timpal Pujiono.

Kebetulan, Andrianto, 22, yang merupakan tetangga korban merespon teriakan Pujiono yang tengah meminta bantuan. “Ia (Andrianto) langsung ikut ke lokasi,” ujarnya.

Namun sayang, saat keduanya tiba di lokasi kejadian, nyawa keduanya terlanjur tidak tertolong dan tewas di dalam sumur. Sumur maut tersebut memiliki diameter 90 sentimeter. Letaknya yang berada di dalam kamar mandi berukuran 2 x 1,5 meter bertembok tanpa ventilasi sehingga pengap. Wajar jika saat di dalam sumur minim oksigen, apalagi saat proses pengurasan juga tidak menggunakan peralatan penambah oksigen yang mumpuni.

Bahkan Tim Basarnas Kabupaten Semarang saat mengevakuasi kedua korban harus menjebol tembok kamar mandi untuk mendapatkan oksigen dari luar. Selain itu, saat masuk ke dalam sumur untuk mengeluarkan jasad kedua korban harus menggunakan lima tabung oksigen.

Jasad keduanya berhasil di evakuasi dari dalam sumur pada pukul 13.00. Saat jasad ke dua korban berhasil dievakuasi, tangis riuh dari keluarga korban langsung terdengar. Beberapa keluarga korban yang melihat kondisi jasad langsung teriak histeris.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Hartono mengungkapkan jika penemuan mayat di dalam sumur kali keduanya dalam kurun waktu dua hari ini. Pada Kamis (23/3) lalu, ditemukan mayat sudah membusuk di dalam sumur. “Tepatnya di Wetan RT 1 RW 2 Kelurahan Genuk, Ungaran Barat. Kali keduanya ini,” kata Hartono.

Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan mengambang di dalam sumur area kebun warga setempat. “Diperkirakan yang di Genuk itu sudah meninggal sekitar satu minggu sebelum ditemukan. Kondisi jenazahnya sudah membusuk,” ujarnya.

Untuk dua korban di Desa Boto ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Ia juga menjelaskan jika keduanya meninggal saat hendak menguras sumur yang berada di dalam rumah milik Iwan. Dugaan sementara dari pihak kepolisian, tewasnya Iwan dan Yamahsari, lantaran kekurangan oksigen dan menghirup CO2 yang berasal dari genset.

Genset yang diletakkan di sebelah sumur saat proses pengurasan digunakan untuk membuat oksigen tambahan. “Dugaannya itu, karena kekurangan oksigen dan karena menghirup CO2 dari genset,” ujarnya.

Dikatakan pula oleh Hartono, posisi sumur yang berada di dalam kamar mandi berukuran hanya 2 x 1,5 meter itu juga membuat minimnya oksigen. “Evakuasi masing-masing jasad selisih 30 menit, karena posisi diameter sumur yang sangat sempit. Ini masih kita selidiki lebih lanjut,” tuturnya. (ewb/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here