Bawang Impor Murah Tapi Mudah Busuk

492
PILAH YANG BAIK: Seorang pedagang pasar induk Wonosobo sedang memilah bawang merah yang busuk untuk dipisahkan. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)
PILAH YANG BAIK: Seorang pedagang pasar induk Wonosobo sedang memilah bawang merah yang busuk untuk dipisahkan. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Bawang impor terus menyasar pasar pasar tradisional, termasuk pasar induk Wonosobo. Rendahnya harga menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli, kendati secara kualitas bawang lokal konon lebih unggul.

Pedagang bumbu pasar induk Wonosobo Arif Saefudin menjelaskan, biasanya alasan pengujung membeli bawang impor karena harga bawang lokal terlalu mahal. Bukan karena alasan kualitas.

“Bawang brambang lokal lebih wangi, sementara yang impor nggak begitu. Terus, bagi pedagang sendiri, menyimpan bawang impor risikonya lebih tinggi karena mudah banget busuk,” ucap Arif, Kamis (23/3).

Dijelaskannya, harga antara bawang lokal dan impor terpaut cukup tinggi. Semisal untuk bawang putih lokal saat ini masih di harga Rp 34-36 ribu per kilogram sementara bawang impor hanya Rp 12-15 ribu per kilogram. Bawang merah lokal di pasar induk dijual Rp 25 ribu per lokal, sementara yang impor hanya Rp 18-20 ribu per kilogram.

Pedagang lain Ahmad Taufik menambahkan, dampak dari impor bawang menjadikan harga bawang terus merosot. Setiap hari bisa turun Rp 1.000- 2.000. Kalaupun dalam kurun seminggu pengecer masih menjual harga yang sama, semata hanya menghabiskan stok bawang yang dibeli sepekan sebelumnya. “Dalam seminggu ke depan pasti harga eceran lebih murah lagi. Kalau sekarang masih sangat variatif,” jelasnya.

Mengenai kualitas, ia berpendapat sama degan Arif. Bawang putih impor kurang wangi, pucat, dan mudah busuk. Karena itu, bagi yang memiliki stok banyak harus telaten menyortir bawang layak jual dengan yang busuk. Jika tidak, bawang yang busuk akan menular ke bawang yang lain. “Selain gampang busuk, juga mudah menular ke yang lain kalau nggak segera dipisah. Pokoknya beda dengan bawang lokal,” katanya. (cr2/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here