Tolak Balak, Seniman Gelar Ritual di Progo

285
TOLAK BALAK : Sejumlah seniman menggelar ritual di jembatan Kali Progo, Kecamatan Mungkid, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)
TOLAK BALAK : Sejumlah seniman menggelar ritual di jembatan Kali Progo, Kecamatan Mungkid, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)

MUNGKID—Sejumlah seniman Kabupaten Magelang kemarin menggelar ritual tolak balak di Sungai Progo. Kegiatan yang berbarengan dengan HUT ke-33 Kota Mungkid, untuk mengingatkan bahwa sungai merupakan sumber kehidupan yang harus terus dijaga.

Ritual dipimpin oleh Agus Merapi. Puluhan seniman terlibat dalam prosesi yang dihelat di jembatan lama Kali Progo di Sawitan, Kecamatan Mungkid. Sejumlah turis mancanegara yang kebetulan melintas, antusias melihat prosesi ritual. Beberapa di antaranya bahkan memfoto. Tak sedikit dari mereka, minta foto bersama Agus Merapi, sang pemimpin ritual. Puncak ritual ditutup dengan membuang sesaji ke Kali Progo, setelah sebelumnya doa bersama.

“Sungai adalah pusat peradaban dan pusat kehidupan. Magelang punya banyak sungai yang tentu harus bisa mensejahterakan masyarakatnya,” kata Agus Merapi.

Menurut Agus Merapi, sungai merupakan makhluk hidup yang harus dihormati dan dijaga. Melalui ritual ini, dia berharap seluruh masyarakat ikut menjaga kelestarian sungai. Tidak membuang sampah sembarangan dan merusak lingkungan.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Ahmad Husein mengatakan, melalui kegiatan ini, dia berharap masyarakat bisa lebih menjaga ekosistem sungai.

Usai ritual, seluruh seniman diajak pentas di halaman eks Mendut Corner. “Total yang pentas di eks Mendut Corner ada lima grup. Termasuk mereka yang ikut dalam ritual. Di antaranya, angguk dan jathilan dari Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran. Kemudian grup Brayat Panangkaran yang pentas Tarian ‘Kidung Karma Wibangga’, juga dari Kajoran,” sebutnya.

Pada 2017 ini, kata Husein, pihaknya mengalokasikan banyak anggaran untuk pentas kesenian rakyat. Hal ini sesuai penjabaran tema HUT ke-33 Kota Mungkid. “Seni dan budaya, dapat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, agar masyarakat semakin gemilang.”

Natazha, turis mancanegara asal USA mengaku senang melihat ritual seniman di atas jembatan Progo. Ia mengaku tengah berwisata dengan ayahnya ke Candi Borobudur. Juga Candi Selogriyo. Secara kebetulan, di tengah jalan, Natazha melihat kegiatan tersebut. Ia pun berhenti dan mengabadikan momen langka itu. (vie/isk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here