RSUD Kajen Tambah Fasilitas dan Tingkatkan Mutu Pelayanan

1010
TANPA PERBEDAAN: Salah satu pasien kelas III di RSUD Kajen, tetap menerima pelayanan kesehatan yang sangat baik. (Taufik H/Jawa Pos Radar Semarang)
TANPA PERBEDAAN: Salah satu pasien kelas III di RSUD Kajen, tetap menerima pelayanan kesehatan yang sangat baik. (Taufik H/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN – RSUD Kajen terus meningkatkan mutu serta pelayanannya. Penambahan sejumlah fasilitas rumah sakit milik Pemkab Pekalongan ini membuat masyarakat setempat semakin nyaman untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Penambahan fasilitas itu di antaranya menambah ruang perawatan dengan standar fasilitas yang sama, ruang pasien cuci darah model baru, dan dilengkapi fasilitas antar-jemput. Kemudian pengadaan peralatan CT scan, CSSD atau pusat sterilisasi alat, unit fisioterapi baru.

“Bahkan kami juga melakukan pengiriman pelatihan tenaga medis, untuk pelayanan invasive untuk diagnostik ataupun terapetik, semua kami lakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, sesuai instruksi Bupati,” jelas Dwi Arie Gunawan, Direktur RSUD Kajen.

Saat ini juga terus diupayakan untuk menuju pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Pekalongan secara gratis seratus persen, RSUD Kajen kini menyiapkan beberapa pelaksanaan program, yang tertuang dalam rencana strategis atau renstra RSUD Kajen 2016-2021.

Dwi Arie Gunawan, Kamis (23/3) mengungkapkan, salah satu program yang diandalkan adalah Rumah Sakit Tanpa Kelas yang merupakan salah satu program jangka panjang yang ingin dicapai rumah sakit untuk memberikan pelayan kesehatan secara mudah, cepat, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.  “Rumah Sakit Tanpa Kelas saat ini belum diterapkan seratus persen, tetapi masih dalam proses inisiasi menuju ke sana,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan bahwa yang dimaksud Rumah Sakit Gratis Tanpa Kelas itu bukan gratis tanpa biaya. Tetap ada mekanisme pembiayaan ditanggung oleh program pemerintah yang sudah ada, seperti BPJS, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Kajen Sehat, Jasa Raharja, dan Jamkesda.

Saat ini juga sedang dirancang untuk memberdayakan dana kemanusiaan umat , yakni berupa dana sosial ataupun Lazis, untuk membantu warga yang tidak ter-cover jaminan kesehatan apapun. “Program Rumah Sakit Gratis Tanpa Kelas itu membutuhkan kerja sama lintas program antara Pemkab Pekalongan, Kepolisian, BPJS, Jasa Raharja, dan Baznas Kabupaten Pekalongan,”  katanya. (thd/smu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here