33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Kades-Camat Jangan Main-Main

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

KAJEN – Tiap desa di Kabupaten Pekalongan banyak menerima bantuan dana yang tidak sedikit, mencapai Rp 1 miliar. Dana tersebut berasal dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBN. Ini membuat Kepala Desa, sebagai pengelola dana bantuan tersebut rawan terbentur permasalahan hukum jika tidak benar pengelolaannya.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengingatkan camat dan kepala desa (kades), untuk melaksanakan pengelolaan bantuan keuangan secara baik dan benar, agar terhindar dari persoalan hukum, baik itu kepolisian, kejaksaan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu ditegaskan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat Sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Tengah No 48 Tahun 2016, tentang Pedoman Pemberian Keuangan kepada Pemerintah Desa 2017, di Aula lantai III, Sekda Pemkab Pekalongan, Kamis (23/03) kemarin.

Bupati Asip menegaskan agar seluruh pemangku kepentingan, terutama camat dan kades, dapat melaksanakan agar mengelola keuangan dengan benar, baik dan tidak menyalahi aturan, dan dilakukan dengan cermat serta teliti. ”Camat dan kades agar melakukan fasilitasi, koordinasi, identifikasi, sosialisasi, verifikasi, monitoring, dan evaluasi dalam pelaksanaan bantuan keuangan bagi pemerintah desa sehingga efektif, efisien, dan selamat hingga akhir jabatan,” tegas Bupati Asip.

Bupati Asip juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi, kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, atas penyelenggaraan sosialisasi Pergub. Karena merupakan sebuah patokan atau regulasi, bagaimana menata dan mengimplementasikan pelaksanaan bantuan keuangan bagi pemerintah desa, secara baik dan benar.

Menurutnya kegiatan itu sangat penting bagi camat dan kades, untuk memahami berbagai regulasi, serta mengimplementasikan terkait pelaksanaan bantuan yang telah diterima, dan tidak menyalahi aturan, meski tujuannya baik.  ”Simaklah dengan saksama isi sosialisasi hari ini. Salah satu kunci, agar kita selamat dalam melaksanakan berbagai kegiatan adalah dengan tahu betul aturan main, atau regulasi yang menaungi kegiatan tersebut,” tandas Bupati Asip.

Sementara itu, Asisten Administrasi dan Pemerintahan Sekda Provinsi, Jawa Tengah Eddy Djoko Pramono, mengatakan akan pentingnya sosialisasi, mengingat berbagai bantuan yang diterima desa, yang nilainya sangat besar. Mulai diintip oleh APH, LSM, dan masyarakat.

Bahkan KPK pun, sudah mulai memperhitungkan untuk memetakan desa-desa, yang rawan penyelewengan anggaran. Mengingat desa akan banyak mendapatkan bantuan atau mengelola anggaran, baik yang bersumber dari APBD kabupaten/kota, APBD Provinsi, maupun APBN dalam jumlah yang tidak sedikit. “Kalau Kades atau Camat tidak sesuai aturan, maka akan langsung ditangkap,” kata Eddy Djoko Pramono.

Eddy Djoko Pramono juga menyampaikan agar Kepala Desa dan Camat, menerapkan Open Management, yakni dengan mempublikasikan atau menempelkan semua data, terkait pelaksanaan atau implementasi bantuan yang ada di desa, pada papan pengumuman desa. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah, melihat atau mengakses data tersebut.

Menurutnya implementasi berbagai bantuan tersebut tidaklah sama. Karena semuanya memiliki aturan main yang berbeda-beda, ada rambu-rambunya masing masing.  ”Gubernur memberikan arahan, agar desa menerapkan open management, jujur dalam pengelolaan, demi kemajuan dan kesejahteraan desa, dan hati-hati dalam pengelolaan dana bantuan,” jelas Eddy Djoko Pramono. (thd/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kartini-Kartono Horison Tebarkan Semangat Perjuangan

PEKALONGAN-Setiap momen peringatan hari besar Nasional, kru Hotel Horison Pekalongan selalu punya cara unik untuk mengapresiasinya. Tepat pada momen Hari Kartini, belasan kru hotel...

Pentolan Lima Gunung Nyunati Anak Lanang

MUNGKID—Lereng gunung Andong di Kabupaten Magelang, Selasa (19/9) kemarin, heboh. Di sana, berlangsung tradisi seni arak-arakan manten sunat. Tepatnya, di Dusun Mantran Wetan, Desa...

Gubernur Ganjar Pranowo Perjuangkan Nasib GTT

SEMARANG- Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memperjuangkan nasib guru tidak tetap (GTT). Selama ini, GTT direkrut kepala sekolah sebagai solusi sekolah yang tengah mengalami kekurangan...

Menilik Kemandirian MIN Sumurrejo Gunungpati

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Summurejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mempunyai cara unik untuk menggalang dana yang mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM). Yakni dengan menawarkan...

Klaim Bebas Glonggongan, Bina Para Jagal Sapi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang mengklaim Kota Magelang alam dari daging sapi glonggongan. Kepala Disperpa Kota Magelang Sri Retno...

Izin IMB, Warga Bisa via Online

WONOSOBO–Pelayanan administrasi terpadu kecamatan berbasis aplikasi online (Paten) memudahkan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) dalam mengintegrasikan dan membuat laporan data...