Kades-Camat Jangan Main-Main

1008
DIINGATKAN: Para camat dan kades di Kabupaten Pekalongan saat mendengarkan sosialisasi Pergub tentang Pedoman Pemberian Keuangan kepada Pemerintah Desa 2017oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan Asisten Administrasi dan Pemerintahan Sekda Provinsi, Jawa Tengah Eddy Djoko Pramono. (Taufik H/Jawa Pos Radar Semarang)
DIINGATKAN: Para camat dan kades di Kabupaten Pekalongan saat mendengarkan sosialisasi Pergub tentang Pedoman Pemberian Keuangan kepada Pemerintah Desa 2017oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan Asisten Administrasi dan Pemerintahan Sekda Provinsi, Jawa Tengah Eddy Djoko Pramono. (Taufik H/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN – Tiap desa di Kabupaten Pekalongan banyak menerima bantuan dana yang tidak sedikit, mencapai Rp 1 miliar. Dana tersebut berasal dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBN. Ini membuat Kepala Desa, sebagai pengelola dana bantuan tersebut rawan terbentur permasalahan hukum jika tidak benar pengelolaannya.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengingatkan camat dan kepala desa (kades), untuk melaksanakan pengelolaan bantuan keuangan secara baik dan benar, agar terhindar dari persoalan hukum, baik itu kepolisian, kejaksaan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu ditegaskan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat Sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Tengah No 48 Tahun 2016, tentang Pedoman Pemberian Keuangan kepada Pemerintah Desa 2017, di Aula lantai III, Sekda Pemkab Pekalongan, Kamis (23/03) kemarin.

Bupati Asip menegaskan agar seluruh pemangku kepentingan, terutama camat dan kades, dapat melaksanakan agar mengelola keuangan dengan benar, baik dan tidak menyalahi aturan, dan dilakukan dengan cermat serta teliti. ”Camat dan kades agar melakukan fasilitasi, koordinasi, identifikasi, sosialisasi, verifikasi, monitoring, dan evaluasi dalam pelaksanaan bantuan keuangan bagi pemerintah desa sehingga efektif, efisien, dan selamat hingga akhir jabatan,” tegas Bupati Asip.

Bupati Asip juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi, kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, atas penyelenggaraan sosialisasi Pergub. Karena merupakan sebuah patokan atau regulasi, bagaimana menata dan mengimplementasikan pelaksanaan bantuan keuangan bagi pemerintah desa, secara baik dan benar.

Menurutnya kegiatan itu sangat penting bagi camat dan kades, untuk memahami berbagai regulasi, serta mengimplementasikan terkait pelaksanaan bantuan yang telah diterima, dan tidak menyalahi aturan, meski tujuannya baik.  ”Simaklah dengan saksama isi sosialisasi hari ini. Salah satu kunci, agar kita selamat dalam melaksanakan berbagai kegiatan adalah dengan tahu betul aturan main, atau regulasi yang menaungi kegiatan tersebut,” tandas Bupati Asip.

Sementara itu, Asisten Administrasi dan Pemerintahan Sekda Provinsi, Jawa Tengah Eddy Djoko Pramono, mengatakan akan pentingnya sosialisasi, mengingat berbagai bantuan yang diterima desa, yang nilainya sangat besar. Mulai diintip oleh APH, LSM, dan masyarakat.

Bahkan KPK pun, sudah mulai memperhitungkan untuk memetakan desa-desa, yang rawan penyelewengan anggaran. Mengingat desa akan banyak mendapatkan bantuan atau mengelola anggaran, baik yang bersumber dari APBD kabupaten/kota, APBD Provinsi, maupun APBN dalam jumlah yang tidak sedikit. “Kalau Kades atau Camat tidak sesuai aturan, maka akan langsung ditangkap,” kata Eddy Djoko Pramono.

Eddy Djoko Pramono juga menyampaikan agar Kepala Desa dan Camat, menerapkan Open Management, yakni dengan mempublikasikan atau menempelkan semua data, terkait pelaksanaan atau implementasi bantuan yang ada di desa, pada papan pengumuman desa. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah, melihat atau mengakses data tersebut.

Menurutnya implementasi berbagai bantuan tersebut tidaklah sama. Karena semuanya memiliki aturan main yang berbeda-beda, ada rambu-rambunya masing masing.  ”Gubernur memberikan arahan, agar desa menerapkan open management, jujur dalam pengelolaan, demi kemajuan dan kesejahteraan desa, dan hati-hati dalam pengelolaan dana bantuan,” jelas Eddy Djoko Pramono. (thd/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here