Gerindra Mulai Kenalkan Bacagub

480
SOSIALISASI : Abdul Wachid di sela pertemuan dengan kepala desa dan kelompok tani se-Wonosobo di Balai Latihan Kerja (BLK) Kertek, Kamis (23/3). (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)
SOSIALISASI : Abdul Wachid di sela pertemuan dengan kepala desa dan kelompok tani se-Wonosobo di Balai Latihan Kerja (BLK) Kertek, Kamis (23/3). (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)

WONOSOBO—Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah masih akan berlangsung setahun lagi. Tapi sejumlah partai mulai ancang-ancang mencari bakal calon gubernur (bacagub) yang akan diusung. Kandidat yang muncul mulai mengenalkan diri ke masyarakat.

DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Wonosobo mengenalkan salah satu kandidat bacagub pada kepala desa dan kelompok tani se-Wonosobo di Balai Latihan Kerja (BLK) Kertek, Kamis (23/3). Bacagub tersebut adalah Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah yang juga anggota DPR RI Abdul Wachid.

Ketua DPC Partai Gerindra Wonosobo Sumardiyo optimistis, jika Wachid diusung jadi cagub Jateng, maka akan mendapatkan dukungan yang besar untuk menang. Alasannya, latar belakang Abdul Wachid sebagai petani menbuat calonnya bakal lebih diterima masyarakat.

“Seperti kunjungannya di Rembang, Pekalongan, sambutan masyarakat sangat luar biasa. Mereka merasa memiliki wakil yang benar benar seorang petani,” kata Sumardiyo.

Wachid dikenal sebagai pengusaha tebu sukses yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI). Ia juga aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Berbicara rencana pencalonannya dalam Pilgub Jateng 2018, Wachid mengaku masih menunggu keputusan resmi tertulis dari partai. Sejauh ini, amanah partai yang diberikan kepadanya masih sebatas lisan dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Kita tunggu nanti seperti apa. Kemarin baru lisan. Setelah mandat nanti benar-benar keluar, fokus kita selanjutnya menjalin komunikasi dengan partai lain, karena kursi DPRD kita baru 11 di provinsi. Waktu 1,5 tahun tersisa ini bukan waktu yang lama untuk menjalin komunikasi dan mitra,” katanya.

Sementara itu, di hadapan kades dan petani, Wachid menyampaikan, berdasarkan hasil jajak pendapat dengan warga, masalah pertanian masih menjadi masalah pelik yang belum terselesaikan. Masalah yang sering muncul adalah mahalnya biaya produksi ditambah harga hasil pertanian yang kurang menguntungkan para petani.

“Biasanya gitu, ongkos produksi sudah mahal kadang gagal panen. Kalau pas panennya bagus, harga hasil pertaniannya yang rendah. Saya pelaku, makanya saya bisa merasakan kondisi itu,” ujarnya.

Jika mendapat amanah sebagai gubernur Jateng, ia akan mempermudah pinjaman modal kepada para petani, memperbanyak bantuan alat, dan mereformasi penggunaan pupuk dengan menggeser penggunaan pupuk nonorganik ke organik. Sementara, terkait stabilitas harga hasil pertanian, ia akan berupaya membuat koperasi tani yang menjamin harga tetap stabil.

“Solusinya itu, pangkas biaya produksi dan stabilkan harga. Berbicara masalah koperasi, Gerindra bahkan sudah punya koperasi khusus, namanya Koperasi Garuda Nusantara (KGN). Koperasi itu berfungsi untuk membeli hasil pertanian kemudian dijual ke supermarket, ke depan bisa jadi contoh,” kata anggota Komisi VI DPR RI itu.

Selain di sektor pertanian, minimnya lapangan pekerjaan juga masih jadi masalah. Ia mewacanakan akan membuat unit usaha padat karya dengan jumlah banyak pada kabupaten/kota di Jateng.

Ia berujar, unit usaha padat karya telah berjalan di beberapa kota di Jateng. Salah satunya di Purbalingga yang memproduksi alis dan wig kualitas ekspor. (cr2/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here