Film Jadi Media Antikorupsi

512
PESAN DALAM FILM : Lola Amaria (kiri) dalam Roadshow Festival Film Kawal Harta Negara di Museum BPK Kota Magelang, Kamis (23/3). (AGUS HADIANTO/RADAR KEDU)
PESAN DALAM FILM : Lola Amaria (kiri) dalam Roadshow Festival Film Kawal Harta Negara di Museum BPK Kota Magelang, Kamis (23/3). (AGUS HADIANTO/RADAR KEDU)

MAGELANG –Film dapat dimanfaatkan sebagai media untuk pendidikan antikorupsi. Melalui film juga, masyarakat bisa menangkap pesan tentang dampak korupsi.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sapto Amal Damandari, di sela-sela kegiatan Roadshow Festival Film Kawal Harta Negara di Museum BPK Kota Magelang, Kamis (23/3). Festival film ini merupakan upaya untuk mendorong partisipasi publik, khususnya pelajar/mahasiswa, pembuat film, dan komunitas kreatif di Indonesia, untuk membuat film yang menggambarkan tentang tugas dan kewajiban dalam mengawal harta negara.

“Dengan demikian, peningkatan kapasitas komunikasi BPK dalammenyebarluaskan fungsi dan peran BPK dapat terwujud,” ucap Sapto.

Aktris yang juga sutradara film nasional Lola Amaria menyambut baik festival film yang diadakan oleh BPK ini. Lola mengingatkan, ide pembuatan film bisa diambil melalui kegiatan sehari-hari yang terhubung langsung dengan kebijakan pemerintah, khususnya pemberantasan korupsi. “Saya adalah salah satu pegiat antikorupsi. Harapannya, film yang dibuat oleh peserta bisa membuat penonton menangkap isi pesan dalam film tersebut,” pesan perempuan yang menyudratarai film Labuan Hati, Betina,  Minggu Pagi di Victoria Park, Sanubari Jakarta dan Jingga ini. (cr3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here