Bidik Delapan Besar Usia Dini dan Anak Madya

584
BIDIK JUARA: Alfian Sathya dari PB Saba Semarang bertanding di kelas Tunggal Dini Putra Madya pada kejuaraan serupa tahun lalu. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BIDIK JUARA: Alfian Sathya dari PB Saba Semarang bertanding di kelas Tunggal Dini Putra Madya pada kejuaraan serupa tahun lalu. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KLUB Perkumpulan Bulutangkis (PB) Gatra Pino Semarang menaruh harapan dapat melaju ke babak delapan besar kelompok usia dini dan anak anak tingkat madya Kejuaraan Bulu Tangkis Djarum Foundation Kejurkot USM Atlas Cup 2017. Klub yang dipimpin Dwi Artono ini, mengandalkan tiga pemain binaannya yang dinilai akan mampu mengatasi pertandingan kejurkot kali ini yang dinilai lebih kompetitif dari seri sebelumnya.

Tiga pebulutangkis madya tersebut adalah pemain putri Aurelia Kinanti Arienz dan Savina Kinaya (tunggal dini), serta pemain putra Zidan OA (tunggal anak-anak). Dwi Artono memaparkan, tiga pemain tersebut dinilai mampu bersaing melewati babak penyisihan. “Aurelia dan Savina ini memang baru tahun pertamanya. Tapi melihat potensinya saat latihan maupun bertanding melawan rekan satu klub, keduanya cukup tangguh menghadapi lawan-lawannya. Nah kalo Zidan dia sudah punya pengalaman di keuaraan resmi. kita cukup yakin lah (menang),” paparnya disela pertandingan, Kamis (23/3) kemarin di di gedung olahraga (GOR) Prof Sudarto, kompleks kampus Universitas Semarang (USM), jalan Alteri Semarang.

Selain pemain tersebut, jelas Dwi Artono, di kategori kelompok usia tingkat utama PB Gatra Pino Semarang punya andalan untuk bersaing dalam perebutan juara. Yakni Haikal Ibnu Sina yang menempati unggulan satu tunggal usia dini putra, dan Viko Mahogra yang turun di posisi seeded unggulan tiga. Keduanya baru akan mulai bertanding pada hari Jumat, (25/3). “Biarpun menempati seeded unggulan, tapi persaingan kejurkot kali ini di kelompok usia tingkat utama cukup ketat. Apalagi bersaing dengan pemain-pemain luar Kota Semarang. Tapi paling tidak kita sudah bisa membaca sedikit banyak peta kekuatannya, melihat dari hasil kejurkot tahun lalu yang juga membuka tingkat karesidenan,” ungkapnya.

Menurut Dwi Artono, saat ini klubnya bertumpu pada pemain kelompok usia tingkat dini dan anak-anak. Sebab, paling banyak merupakan pemain usia tersebut. Dari sejumlah bibit pemain muda tersebut, dia berharap kedepan dapat memiliki lebih banyak potensi pemain handal pada usia diatasnya. (fiq/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here