33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Berburu Saksi Bisu Sejarah

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Sejumlah pengurus Monumen Pers Nasional bertandang ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (23/3). Mereka bercerita mengenai sejumlah koleksi yang terdiri atas lebih dari satu juta koran dan majalah. Ada juga barang-barang peninggalan sejumlah wartawan ternama di era penjajahan Belanda dan Jepang. Benda bersejarah insan pers era Orde Baru, Orde Lama, dan Reformasi juga menjadi koleksi berharga di sana.

Bagian Konservasi dan Preservasi Monumen Pers Nasional, Slamet Widodo menceritakan, pengumpulan barang bersejarah cukup rumit. Dia harus mengumpulkan seabrek informasi untuk memburu barang-barang saksi bisu sejarah. Bertandang ke penjuru daerah di Indonesia pun sudah jadi agenda lumrah.

Dia sempat terbang ke Banjarmasin untuk mencari sisa-sisa peninggalan AA Hamidan, seorang wartawan di era penjajahan yang pernah bergabung di Soeara Kalimantan, Kalimantan Raya, dan Borneo Shimbun. AA Hamidan juga tokoh yang menjadi saksi pengibaran bendera Indonesia kali pertama saat merdeka.

”Sayang, ketika saya sampai di sana, banyak barang yang sudah dibawa ke museum. Padahal, Monumen Pers Nasional lebih layak memajangnya,” ucapnya.

Tak pulang dengan tangan hampa, Slamet mengambil sisa-sisa peranti milik AA Hamidan. Seperti lencana, kacamata, pulpen, radio, pipa rokok, jam tangan, dan lain sebagainya. Dia mengaku, selama perburuan barang sejarah nyaris tidak ada kendala. Pihak keluarga memberikan secara graris barang-barang yang akan dijadikan koleksi Monumen Pers Nasional.

Lepas dari itu, Slamet mengklaim, semua barang bersejarah yang ditampilkam di Monumen Pers Nasional merupakan barang asli. Bukan replika. Karena itu, jangan heran jika kondisi barang tersebut tampak apa adanya. ”Ada radio yang sudah dikrikiti tikus. Ya ndak papa,” imbuhnya. (amh/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Syukuri Melimpahnya Air, Warga Kandri Nyadran

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Sebagai ungkapan syukur atas limpahan air, warga di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang menggelar ritual Nyadran Kali di Sendang Gede,...

Jembatan Tak Layak Tetap Jadi Akses Warga

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jembatan penghubung antara Jalan Berok dan Pasar Johar, kondisinya telah rusak parah dan tidak layak dilewati. Namun masih banyak warga yang...

Difabel Butuh Layanan Home Care

WONOSOBO – Pelayanan kesehatan harus menjangkau semua kalangan. Wakil Ketua DPRD Wonosobo Muhammad Albar mendesak Pemkab Wonosobo utamanya Dinas Kesehatan dan Badan Layanan Umum...

Transaksi Elektronik Tol, Diberlakukan Bertahap

UNGARAN–Transaksi elektronik penuh akan dilakukan secara bertahap di tol Semarang–Solo. Sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 16/ PRT/M/ 2017 sistem elektronisasi pembayaran tol ini bakal...

Upaya Stabilkan Harga Pangan

RADARSEMARANG.COM - Warga membeli beras di warung PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero/PPI) di Jalan Letjen Suprapto, Semarang. Warung yang diprakarsai oleh BUMN ini menyediakan...

Tega, Habis Melahirkan, Bayi Disimpan di Lemari

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA-Warga sekitar rumah kos di Jalan Brigjend Sudiarto, Kelurahan Kalicacing,  Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Selasa (17/4) kemarin, dibuat gempar. Pasalnya, di salah satu...