33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Banyak Santri Miskin Belum dapat BPJS

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

WONOSOBO – Kebijakan Pemerintah Tentang Jaringan Kesehatan Nasional (JKN) pelayanan, belum tersebar secara merata. Di antaranya, belum menjangkau santri. Di Wonosobo, misalnya, banyak santri dari luar daerah yang masuk kategori miskin, tapi mereka belum mendapatkan layanan JKN. “Hari ini (kemarin) kami mempertemukan semua pihak untuk mencari solusi masalah yang masih membelit dalam layanan JKN terhadap santri,”kata Haqqi Al Anshary dari MediaLink di Panti Asuhan Mardi Yuwono, kemarin (24/3).

Haqqi menjelaskan, forum tersebut menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Wonosobo, Ketua Komisi D DPRD Wonosobo, perwakilan Pengurus Pondok Pesantren, perwakilan BPJS serta berbagai elemen lainnya. Menurut Haqqi, niat pemerintah dalam memberikan JKN sangat baik. Namun, realisasinya, masih terjadi ketimpangan dalam layanan. Utamanya, santri dari keluarga miskin. “Di Wonosobo, ribuan santri dari daerah lain, banyak yang masuk kategori miskin namun belum mendapatkan JKN.”

Dikatakan, data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS belum semuanya merata. Setelah dikoreksi di lapangan, banyak warga miskin yang belum menerima. Pada saat yang sama, mereka juga tidak masuk dalam penerima Jamkesda. Sementara ada beberapa warga yang tergolong mampu, malah mendapatkan BPJS dari pemerintah. “Akurasi data ini juga yang harus dikoreksi oleh pemerintah, sehingga tercipta keadilan.”

Problem yang yang dihadapi, kata Haqqi, Wonosobo yang hampir setiap kecamatan ada pesantren—dengan santri asal luar daerah berkategori miskin—tidak mendapatkan layanan kesehatan PBI BPJS. Padahal, jumlah santri per pesantren cukup banyak. Antara 2000 sampai 5000 santri. Dampaknya, saat ada santri sakit, mereka tetap membayar normal. Hanya ada satu rumah sakit yang memberikan diskon 10 persen.

Haqqi mendorong semua pihak melakukan koreksi pelayanan dan menempatkan warga miskin dan santri mendapatkan hak yang sama dan masuk dalam PBI. (ali/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Stok Darah Golongan A Menipis

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Stok darah untuk wilayah Kabupaten Semarang semakin menurun. Hal tersebut dipicu makin minimnya pendonor, sementara kebutuhan darah terus meningkat. “Khususnya stok golongan...

Ada Offroad Ekstrem dan Kontes Mobil

PURWOREJO—Komunitas offroad dari berbagai daerah, selama dua hari, Sabtu-Minggu (23-24/9), akan bertemu di ajang Event Jambore 4x4 di Purworejo. Kegiatan ini dalam rangka memperingati...

Diikuti 119 Peserta, Perkuat Bibit Muda Desainer Batik

SEBANYAK 119 peserta Kajen Beauty Carnival, Minggu (20/8) kemarin, menampilkan desain batik dari ciri khas masing–masing kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Hasil karya...

Karaoke Ilegal Digeruduk Warga

RADARSEMARANG.COM, GROBOGAN – Razia di bulan suci ini tidak hanya dilakukan aparat keamanan, tetapi oleh warga. Diduga untuk tempat mesum, sebuah tempat karaoke di...

Tarif Murah, Tak Lupa Sediakan Kotak Amal

RADARSEMARANG.COM - Sertu Anwari, anggota Kodim 0705/Magelang yang sehari-hari bertugas sebagai ajudan sang Dandim, ternyata nyambi jadi tukang cukur. AGUS HADIANTO YA, setiap Senin hingga Jumat,...

Port Dickson

Oleh: Dahlan Iskan Gosip permusuhan itu langsung reda. Mahathir Mohamad tiba-tiba turun gunung. Ke Port Dickson. Tanggal 8 kemarin. Ikut kampanye. Untuk Anwar Ibrahim. Posisi Anwar...