33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Banyak Anjal, Peradi Surati Hendi-Ita

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Setelah menerima keluhan masyarakat terkait banyaknya anak-anak di bawah umur yang mengasong dan mengemis di traffic light di seputar Kota Semarang, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang menyurati Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi- Hevearita Gunaryanti Rahayu dengan harapan memberikan saran hukum.

Surat tersebut juga ditembuskan langsung ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi dan Kepala Satpol PP Kota Semarang Endro Pudyo Martanto. Menurut Peradi, keberadaan anak-anak di bawah umur yang mengasong dan mengemis, bisa memperburuk citra Kota Semarang, khususnya pandangan masyarakat yang berkunjung ke Kota Atlas.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Semarang titik traffic light yang banyak digunakan anak-anak mengemis di antaranya di Jalan Dr Cipto, Kota Lama, Pemuda, Bangkong, Simpang Lima, Tlogosari dan Ngaliyan dekat UIN Walisongo.

Ketua Peradi Semarang, Theodorus Yosep Parera menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang (UU) nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, telah diatur secara tegas tentang larangan mempekerjakan anak di bawah umur di tempat-tempat yang tidak menjamin keselamatan mereka serta dapat merusak moral dan kehidupan sosial mereka di masa yang akan datang.

”Untuk itu kami meminta wali kota dan wakil wali kota untuk segera memerintahkan Satpol PP mengambil tindakan yang patut, pantas dan layak untuk menertibkan anak-anak di bawah umur,” kata Yosep didampingi pengurusnya Eko Suparno, Kamis (23/3).

Akan tetapi, lanjut Yosep, dalam penertibannya tanpa melanggar hak-hak kemanusiaan mereka (sebagai anak) dan berdasarkan ketentuan UU dan serta Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang.

Menurutnya, anak-anak di bawah 13 tahun, dilarang melakukan pekerjaan, apabila anak-anak tersebut terbukti bekerja di tempat-tempat berbahaya, baik yang mengganggu mental dan moral secara fisik, maka yang mempekerjakan nantinya bisa dipidana minimal 1 tahun, sedangkan maksimal 4 tahun serta denda Rp 200 juta, semua itu juga sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan‎.

”Namun dalam UU tersebut, juga dijelaskan boleh bekerja tapi 3 jam dalam sehari dan di bawah pengawasan orang tua. Jadi waktu kerjanya 3 jam sehari, tapi tidak boleh mengganggu sekolah, moral, fisik dan moralnya anak-anak tersebut,” tandasnya.

Menyikapi surat tersebut, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memastikan dalam waktu dekat akan segera melakukan penertiban. Bahkan bukan hanya tentang keberadaan anak-anak di bawah umur tersebut, melainkan juga akan mengadakan inspeksi mendadak terkait maraknya karaoke liar.

”Insya Allah segera kami tertibkan, sudah saya agendakan mau dijalankan minggu-minggu depan. Kami mengucapkan terima kasih atas kontrol dan perhatiannya yang diberikan Peradi untuk Pemkot Semarang,” kata Wawali yang akrab disapa Mbak Ita ini. (jks/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jatuh dari Sepeda, TKI Asal Demak Tewas di Taiwan

DEMAK - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Serkan Kidul, Desa Megonten, Kecamatan Kebonagung dilaporkan tewas setelah terjatuh dari sepeda. Jasad TKI bernama...

Pemkot Gelar Wayangan dan Tumpengan Gratis

SEMARANG- Memperingati tahun baru 1 Muharram 1439 Hijriyah, Kamis (21/9), Pemerintah Kota Semarang akan menggelar wayang kulit bertajuk “Anoman Maneges” dengan dalang Ki Anom Dwijo Kangko...

Pendamping PKH Harus Bersikap Netral

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG-Kementerian Sosial RI berjanji akan menindak tegas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang terbukti terlibat politik praktis dalam pemilihan kepala daerah maupun menjadi...

KSPN Siap Ajukan Gugatan

SEMARANG – Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jateng berencana mengajukan gugatan hukum terkait penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2018 yang telah ditetapkan. Mereka merasa...

Pabrik Air Minum Aguaria Digugat Pailit

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Perusahaan air mineral dalam kemasan (AMDK) merek Aguaria, yakni PT Indotirta Jaya Abadi, digugat pailit oleh salah satu krediturnya, Stefan Djimin. Permohonan gugatan...

Wayan di New York

Oleh: Dahlan Iskan Sayang. Sudah terlanjur janji: DisWay hari ini akan menulis tentang anak Indonesia itu. Yang tasnya mencapai nilai Rp 10 miliar itu. Yang...