Slamet Haryanto, Penerima Bidikmisi yang Jadi Wisudawan Terbaik USM

Nyambi Kerja di Laboratorium dan Jadi Asisten Dosen

588
PANTANG MENYERAH: Slamet Haryanto bersama ibunya, Sutriah mendapat ucapan selamat.
PANTANG MENYERAH: Slamet Haryanto bersama ibunya, Sutriah mendapat ucapan selamat.

Faktor ekonomi tidak menghalangi Slamet Haryanto untuk menempuh pendidikan tinggi. Bahkan, kemarin ia menjadi wisudawan terbaik Universitas Semarang (USM) dengan IPK nyaris sempurna, 3,96.

DIAZ AZMINATUL ABIDIN

SLAMET Haryanto lahir dari keluarga pas-pasan. Ayahnya, Fauzi, sudah meninggal. Praktis, sang ibu, Sutriah, yang harus membanting tulang. Kemarin, ia mampu menyelesaikan pendidikan jenjang S1 Teknik Informatika USM dengan predikat cumlaude dalam waktu 3,5 tahun. Kegigihanya menyelesaikan studi mengantarkannya menjadi wisudawan terbaik dalam wisuda ke-53 USM. Ia pun merasa bangga, karena saat wisuda kemarin, sang ibu hadir bersama kedua kakaknya.

Pria kelahiran Batang, 26 Maret 1993 ini mengaku, selama kuliah, ia harus memutar otak bagaimana caranya kuliah tanpa membebani keluarganya. ”Alhamdulillah saya dapat beasiswa Bidikmisi. Kebetulan waktu sekolah dulu sudah tahu ada program beasiswa tersebut, cuma untuk perguruan tinggi negeri. Nah waktu sudah kuliah dapat informasi dari pembina UKM kalau ada Bidikmisi untuk perguruan tinggi swasta tahun 2013. Saya angkatan pertama yang mendapat beasiswa ini. Waktu itu, cuma dua orang yang dapat,” cerita Slamet yang mendapat Bidikmisi pada semester III.

Untuk menopang hidup selama kuliah, Slamet juga bekerja sebagai teknisi di Laboratorium Komputer FTIK USM. Meski harus bekerja, Slamet masih bisa berprestasi. ”Waktu kuliah Alhamdulillah dapat mempertahankan terus IP di atas 3,8. Semua semester dapat IP 4,0 dan sekali 3,8  dan 3,9,” tuturnya.

Tak heran, pada saat kuliah, putra ketiga dari empat bersaudara ini pernah dinobatkan menjadi mahasiswa paling berprestasi di fakultasnya.

Tak hanya itu, Slamet juga pernah membuat aplikasi website invoice untuk laboratorium komputer FTIK USM. ”Sistem itu untuk mendata barang yang masuk-keluar laboratorium. Dari sistem invoice, data barang masuk di database kemudian mencetak nota lebih mudah,” bebernya.

Selain prestasi itu, Slamet juga pernah menjadi asisten dosen di fakultasnya. Ia juga aktif dalam beberapa kegiatan kemahasiswaan, di antaranya UKM, serta anggota departemen dakwah dan humas Forum Komunikasi Mahasiswa Islam (Fokmi) USM.

Dalam tugas akhirnya, Slamet membuat produk Sistem Manajemen Aset Laboratorium Komputer Universitas Semarang Berbasis Website. Dengan kemampuannya ini, dua perusahaan tertarik untuk merekrut Slamet. Yakni, perusahaan Sinar Mas dan salah satu pengembang start-up. Namun, Slamet belum begitu tertarik.

”Saya belum berpikir mengambilnya. Karena rencana ke depan saya ingin melanjutkan studi S2 ke ITB atau UGM dengan program beasiswa. Kalau bisa sih bekerja sambil kuliah tidak masalah,” katanya. (*/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here